Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Jakarta Tanpa Adipura, SDN P Bendungan Hilir 12 Raih Adiwiyata

Jakarta memang gagal memperoleh Piala Adipura tahun ini. Namun kegagalan itu sedikit terobati dengan penghargaan Adiwiyata Mandiri yang diraih oleh SDN Percontohan Bendungan Hilir 12 Pagi. Dari 21 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri tahun ini, SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi berhasil menempati peringkat pertama. Tidak hanya itu, ternyata penghargaan yang diraih tahun ini adalah penghargaan ke-4 yang diraih SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi secara berturut-turut sejak tahun 2008. SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi termasuk sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata tiga kali berturut-turut sehingga berhak atas penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Sekolah yang bermitra dengan LSM Green Peace ini mempunyai suasana yang nyaman dan asri. Di depan sekolah ini terdapat Taman Lalu Lintas, yaitu sebuah taman yang berisi beberapa tanaman hias yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Di sebelah kanan Taman Lalu Lintas itu terdapat sebuah air mancur yang semakin mempercantik pemandangan di depan gedung sekolah berlantai tiga itu. Di bagian belakang sekolah terdapat sebuah taman seluas 3.459 meter persegi yang ditanami tanaman obat keluarga (toga) dan sebuah kolam ikan. Suasana di belakang gedung sekolah ini begitu sejuk dan rindang seperti suasana di perkampungan.

Di dekat kantin sekolah, beberapa tong dipasangi keran air untuk tempat siswa-siswi mencuci tangan. Siswa-siswi sekolah ini memang diajari untuk selalu mencuci tangan dengan sabun. Tempat-tempat sampah terlihat begitu rapi karena dicat sendiri oleh para murid sehingga tidak ada kesan jorok. Tidak hanya mempunyai kelebihan dalam fasilitas yang ramah lingkungan, SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi juga mempunyai kurikulum yang cinta lingkungan. Budaya dan kebiasaan cinta lingkungan diajarkan dari dalam kelas dan dipraktekkan di luar kelas dan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu muatan lokal di sekolah ini mengajarkan tentang reduce, reuse, recycle, dan replant.

Isu-isu lingkungan hidup juga diajarkan dengan mudah dalam pelajaran-pelajaran seperti IPA, IPS, Agama, dan Bahasa Indonesia. Dalam pelajaran IPA, misalnya, siswa-siswi diminta untuk mengumpulkan sisa-sisa air minum di lingkungan sekolah yang berstandar nasional ini, mulai dari gelas Aqua sampai botol plastik minuman. Setelah dikumpulkan semuanya ternyata didapatkan 3 liter air. Sejak saat itu, siswa-siswi SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi mulai lebih sadar akan pentingnya air bersih dan tidak membuang-buang air minum. Kesadaran akan kebersihan lingkungan sudah ada di benak para murid. Bila ada murid yang membuang sampah sembarang tempat, murid yang melihatnya tidak segan-segan menegurnya.

Untuk lebih mengorganisir kegiatan cinta lingkungan, siswa-siswi SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi membentuk sejumlah kelompok kerja (pokja) dengan tugasnya masing-masing. Setiap pokja ini memiliki tugas yang berbeda-beda dan anggota pokja ini selalu diganti tiap bulannya. Pokja Kompos bertugas mengumpulkan daun-daunan dan kemudian membuatnya menjadi kompos. Pokja Toga bertanggung jawab dengan taman toga yang ada di belakang sekolah. Sedangkan Pokja Kebersihan bertugas membersihkan sampah dan memisah-misah sampah.

Kolam ikan di dekat taman toga diurusi oleh Pokja Perikanan. Ada juga Pokja Pertanian yang bertugas menanam padi di ember-ember. Pokja Unit Kesehatan Sekolah bertanggung jawab terhadap kesehatan para murid. Pokja Energi bertugas mematikan lampu atau peralatan lisstrik yang tidak terpakai. Pokja Jumantik menjaga kebersihan kamar mandi suapaya bebas dari jentik nyamuk. Pokja yang terakir adalah Pokja Taman yang bertugas menjaga taman lalu lintas, taman UKS, dan air mancur sekolah. Dengan adanya pokja-pokja ini, suasana lingkungan sekolah yang didirikan pada tahun 1974 ini begitu kondusif dan nyaman untuk siswa-siswi menuntut ilmu.

SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi selain melakukan pendidikan berwawasan lingkungan juga melakukan sosialiasi mengenai lingkungan hidup ke warga di sekitar sekolah. Sekolah yang beralamat di Jalan Taman Bendungan Jati Luhur, Jakarta Pusat, ini juga kerap mengikuti gerakan penanaman pohon yang kerap dilakukan Pemerintah DKI Jakarta. Setiap hari Jumat sekolah ini juga mengadakan program Jumat Bekas Jumat Bersih, dimana siswa-siswi mendaur ulang barang-barang bekas. SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi juga mempelopori pembuatan lubang resapan biopori yang berfungsi untuk memperbaiki kondisi tanah di wilayah perkotaan. Lubang resapan biopori berukuran diameter 10 cm dan kedalaman 1 meter bisa dibuat dalam waktu kurang dari 10 menit.

Jika siswa-siswi SDN P Bendungan Hilir 12 Pagi sudah berbuat banyak untuk lingkungan hidup, apakah kita hanya duduk manis dan berpangku tangan?

45 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *