Tekno Gie

Jack Dorsey, dari Twitter ke Square

Setelah Facebook melambungkan nama Mark Zuckerberg, Twitter kemudian melambungkan nama Jack Dorsey. Dengan jejaring sosial yang sederhana, Twitter bisa menyaingi raksasa Facebook. Seperti Facebook, Twitter secara prinsip diciptakan untuk mempermudah cara hidup orang. Jack Dorsey menciptakan Twitter agar sebisa mungkin menjauhkan orang dari komputer. Kesuksesan Jack Dorsey menjadikan Twitter sebagai jejaring sosial pesaing ketat Facebook menjadikan Jack Dorsey seorang pengusaha yang sukses.

Namun di atas kejayaannya bersama Twitter, Jack Dorsey membuat kejutan besar dengan mundur dari jabatan CEO Twitter. Sebagai seorang innovator, selepas dari Twitter Jack Dorsey langsung menggebrak dengan Square. Square sebenarnya telah dirintis oleh Jack Dorsey sejak tahun 2008. Kini, Jack Dorsey sedang getol-getolnya mengusung Square sebagai sebuah inovasi yang baginya tidak kalah dibandingkan Twitter. Jack Dorsey memulai platform baru yang bisa menerima kartu kredit atau kartu debit pada perangkat mobile.

Ide yang melatarbelakangi Jack Dorsey dalam menciptakan Square sebenarnya sederhana. Jack Dorsey ingin menciptakan platform yang memungkinkan orang menerima pembayaran kartu kredit semudah orang bermain Twitter. Alatnya pun sederhana, konsumen hanya memerlukan perangkat kecil Square dan smart phone yang digunakan sebagai “pembaca kartu kredit” atau “credit card reader”. Cita-cita Square ini adalah untuk menggantikan penggunaan kartu kredit atau yang biasa disebut “uang plastik”.

Selain digunakan untuk membaca kartu kredit, Square juga bisa digunakan untuk membaca kartu kredit dengan sebuah perangkat mobile. Perangkat itu berupa objek persegi kecil yang bisa dipasang di beberapa smart phone seperti iPhone, iPad, dan smartphone berbasis Android. Perangkat Square ini bisa dipasang melalui kanal headphone sehingga memungkinkan penggunanya untuk menggesek kartu kredit atau kartu debit, menentukan jumlah uang yang diperlukan, dan memberikan konfirmasi perintah transaksi. Selain itu, Square juga bisa mengirimkan pesan penerimaan transaksi melalui pesan teks atau email.

Sebuah inovasi yang sangat menjanjikan, melihat pengguna kartu kredit yang selalu meningkat. Masuknya JP Morgan, salah satu bank terbesar di Amerika, sebagai pemodal utama Square tentu akan mempermudah langkah Jack Dorsey. Angka fantastis diraih Square yaitu rata-rata Square mendapatkan 50.000 konsumen credit card reader. Angka yang cukup fantastis untuk sebuah inovasi baru.

Belum lama menjadi CEO Square, Inc., Jack Dorsey yang lahir pada 19 November 1976 ini berhasil memasukkan Square ke dalam kategori 50 Inovasi Terbaik 2010 versi Majalah Time. Penghargaan-penghargaan yang diraih Jack Dorsey kemudian membuat pria yang suka tampil dengan gaya kasual ini mudah mencari dana untuk membesarkan Square. Kepercayaan dari Marissa Meyer, Ron Conway, dan Khosla Ventures kemudian berwujud dukungan dana yang mencapai angka 37,5 juta dolar AS.

Berkat Jack Dorsey, Square sangat mudah menggalang dana. Para analis keuangan menilai Bapak Twitter ini menjadi magnet bagi investor-investor untuk mengembangkan bisnis mereka. Mereka percaya Jack Dorsey bisa menciptakan inovasi-inovasi lain yang berguna untuk mengembangkan bisnisnya. Ide pembuatan Square ini didapatkan Jack Dorsey ketika industri keuangan dunia sedang ambruk di akhir 2008. Bagi Jack Dorsey, kondisi krisis keuangan tersebut justru menjadi peluang lahirnya sebuah inovasi.

Namun langkahnya membesarkan Square sedikit mengalami gangguan karena ada masalah internal di Square, Inc. Robert Morley, seorang dosen di Washington University, yang ditugaskan Jack Dorsey untuk mengembangkan perangkat pembaca kartu kredit/debit milik Square malah mendaftarkan secara sepihak paten atas temuan tersebut. Gerah dengan ulah Robert Morley, Jack Dorsey kemudian mengajukan gugatan atas paten credit/debit card reader tersebut. Meski dinilai menerapkan pendekatan minimalis dalam teknologi, tak ada yang membantah tangan dingin Jack Dorsey dalam hal manajerial.

Namun Jack Dorsey diyakini mampu mengatasi masalah internal Square ini. Jack Dorsey memang kerap mengambil langkah-langkah ajaib yang mengagumkan. Ketika Jack Dorsey memutuskan untuk melepaskan status sebagai mahasiswa New York University dan meninggalkan karirnya sebagai programmer di perusahaan pengiriman kurir dan taksi demi untuk pindah ke San Fransisco. Seperti langkahnya yang mundur dari Twitter dan pindah ke Square, Jack Dorsey adalah tokoh inovator yang mengagumkan.

5335 Total Views 2 Views Today

40 Comments

  1. Dengan bertambahnya usia dunia … kita semakin mudah saja melakukan komunikasi antar sesama manusia dimanapun…wah … teknologi ternyata cepat sekali ya perkembangannya.

  2. ajib gan..!!!
    Jack Dorsey emang gak ada matinya. memilih keluar dari zona nyamannya agar bisa tertantang menemukan inovasi baru
    keren..!!!

  3. hahaha….. udah lama pake twitter, tapi sy baru tau kalo sang innovatornya bernama Jack Dorsey…….^^
    inovasi yg keren…..

    sy gak sabar nunggu aksi Jack Sparrow di serial selanjutnya….. #lho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *