Ivan Lanin, Bapak Wikipedia Bahasa Indonesia.

Saya masih ingat pesan Pak Munawir, guru Bahasa Indonesia saya dulu. “Gunakanlah Bahasa Indonesia mulai dari bangun pagi sampai kau tidur di malam hari,” begitu pesan beliau. Karena pesan guru SMA saya itu, saya selalu berusaha sebaik mungkin dalam berbahasa Indonesia, mulai dari mengetik pesan singkat sampai berbincang dengan teman-teman. Dulu saya masih suka menyingkat kata-kata dalam pesan singkat, namun setelah mendapatkan pesan Pak Munawir saya berusaha mengirim pesan singkat sesuai Ejaan Yang Disempurnakan. Namun karena keterbatasan pengetahuan saya, saya kerap tak sempurna dalam berbahasa Indonesia.

Berbeda dengan saya, seorang Ivan Lanin bisa berbahasa Indonesia mendekati sempurna. Meskipun bukan berasal dari latar pendidikan bahasa, Ivan Lanin membuktikan bahwa Bahasa Indonesia mempunyai daya pikat yang luar biasa. Dari pesan singkat, email, atau tulisan yang dikirimkan Ivan Lanin kita tentu akan takjub dengan pemilihan kata, tanda baca, dan penggunaan huruf kapital yang sempurna. Anda akan kesulitan untuk menemukan kata-kata asing yang dituliskan Ivan Lanin karena bagi pria bernama lengkap Ivan Razela Lanin ini Bahasa Indonesia bisa mencakup segalanya.

Ivan Lanin menciptakan kata “surel” (kependekan dari surat elektronik) untuk menyandingi istilah “email” yang berasal dari bahasa asing. Ivan Lanin akan memilih kata “menyureli” daripada “mengirim email”. Ivan Lanin juga menciptakan kata daring, luring, narablog, tetikus, dan tembolok untuk menggantikan istilah-istilah asing, yaitu online, offline, blogger, mouse, dan cache. Satu padanan kata yang menurut saya sangat cerdas adalah kata “yaliyad” (yang Anda lihat ialah yang Anda dapat) untuk menggantikan kata asing “wysiwyg” (what you see is what you get”. Menurut Ivan Lanin, menciptakan kata baru cukup mudah asalkan kita mengikuti aturan, punya keberanian, dan mengerti konsep kata tersebut.

Ivan Lanin yang lulus dari ITB dengan gelar Sarjana Teknik Kimia pada tahun 1999 ternyata menyimpan ketertarikan terhadap Bahasa Indonesia. Minatnya terhadap Bahasa Indonesia baru tercium tahun 2006 ketika artikelnya tentang pajak dimuat di halaman Wikipedia. Sejak saat itu, sembari bekerja sebagai Chief Technology Officer di APB Group, Ivan Lanin juga menjadi kontributor untuk Wikipedia. Karena menjadi kontributor Wikipedia dan dalam lingkungan kerjanya selalu menggunakan Bahasa Inggris dengan pimpinannya, Ivan Lanin semakin menyadari bahwa ia harus banyak belajar tentang Bahasa Indonesia. Sejak saat itu, ia bergabung dengan milis Bahtera dan selalu “berteman” dengan kamus.

Tahun 2008, Ivan Lanin bersama 19 wikipediawan (kontributor Wikipedia) mendirikan Perkumpulan Wikimedia Indonesia yang kemudian menjadi mitra lokal Wikimedia Foundation. Wikimedia Foundation merupakan organisasi nirlaba yang sukses dengan proyek Wikipedia, Wiktionary, dan Wikiquote. Dengan bergabungnya Wikimedia Indonesia, Ivan Lanin dan wikipediawan lainnya lebih leluasa menyebarkan pengetahuan bebas dalam Bahasa Indonesia. Hasilnya, jumlah artikei Wikipedia berbahasa Indonesia yang hanya berjumlah 18 ribu pada tahun 2006 meningkat tajam dan menjadi 180 ribu pada tahun 2011 ini. Berkat kepiawaiannya “menganyam kata”, Ivan Lanin juga dipercaya menjadi Google Translation Reviewer sejak tahun 2009.

Dengan segala apa yang telah diperbuat oleh Ivan Lanin rasanya saya ingin menyebut Ivan Lanin sebagai Bapak Wikipedia Bahasa Indonesia.

18 thoughts on “Ivan Lanin, Bapak Wikipedia Bahasa Indonesia.

  1. Ya..walaupun untuk tahap awal masih kagok rasanya menyebutkan tetikus dan tembolok. Atleast kita jadi tau padanan suatu istilah teknis kedalam bahasa Indonesia, meskipun belum dibakukan dalam EYD…

  2. Berhasa Indonesia dengan baik dan benar bagi saya masih sulit. Sampai sekarang saya belum berusaha berbahasa Indonesia dengan sempurna. Saya baru mencoba mengurangi kesalahan-kesalahan kecil dalam tiap kesempatan berbahasa Indonesia.

  3. Aku sangat respek pada Ivan Lanin.. meski sejujurnya untuk mengganti istilah terutama IT dari english ke Indonesia adalah susah bagiku …barangkali ini subyektif sih karena aku tinggal di sini…

  4. terus terang2.. dulu sempat bingung dengan beberapa istilah bahasa indonesia.. dimana kita sudah ‘lazim’ mendengar istilah asingnya…

    informatif banget, nih, Gie..
    terima kasih, ya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *