Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Istri Hamil dan Ngidam Jalan-jalan

Ngidam adalah sesuatu yang normal ketika seorang ibu sedang hamil. Itulah yang sedang dialami istri saya setelah hampir dua bulan dinyatakan positif hamil. Hormon-hormon kehamilan memang menjadi penyebab fenomena ngidam. Umumnya ngidam identik dengan makanan-makanan yang diinginkan sang ibu dan harus dituruti oleh ayahnya. Inilah yang katanya menjadi seni bagi para suami untuk bisa menuruti kemauan istri yang telah mengandung jabang bayi yang telah ditanamkannya.

Ngidam Buah

Makanan yang diinginkan ketika ngidam bisa berbeda-beda antara ibu hamil, namun makanan yang diinginkan itu diperkirakan sebagai pertanda nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Jika ibu hamil ngidam mangga muda atau buah-buahan lainnya itu bisa diartikan bahwa ibu hamil tersebut memerlukan asupan vitamin C. Istri saya juga begitu. Sebelum hamil istri saya tidak suka buah-buahan, namun sekarang hampir setiap malam saya harus mengupas dan memotong kecil-kecil buah apel untuk istri saya. Sekarang setiap berbelanja di minimarket, istri saya selalu membawa pulang jeruk, anggur, dan kadang beberapa jus buah.

Saya juga memperhatikan istri saya tiba-tiba ngidam makanan yang sebelumnya tidak disukainya. Makanan yang pertama kali di-request istri saya setelah hamil adalah gorengan yang masih panas. Untungnya ketika itu belum terlalu malam, jadi saya langsung mencari pedagang gorengan di pertigaan dekat rumah dan langsung memesan gorengan yang masih panas. Sambil menunggu gorengan dipanaskan lagi, saya mengingat-ingat istri saya yang sangat jarang makan gorengan. Ketika itu juga saya berpikir bahwa istri saya sudah mulai ngidam.

Anehnya, istri saya tidak hanya ngidam makanan tapi juga ngidam jalan-jalan. Memang ada beberapa perilaku ngidam-bukan-makanan yang biasa disebut Pica. Ibu hamil yang ngidam ekstrim ini bisa saja minta tanah liat, kapur, serpihan dinding, batu bata, dan bahkan kepala botak. Tapi untungnya istri saya hanya minta jalan-jalan, meskipun masih bisa dibilang ekstrim. Di usia kehamilan yang masih sangat muda, istri saya kemarin ngidam pengen lihat Curug Sawer. Padahal untuk mencapai air terjun itu, istri saya harus naik turun bukit melalui jalan yang licin dan medannya cukup berat.

Sebenarnya saya kasihan juga dengan istri saya yang sedang ngidam. Sejak ngidam, istri saya cepat mudah bosan melakukan apa saja, apalagi kalau seharian cuma di rumah saja. Inginnya keluar rumah dan melakukan hal-hal yang baru, bahkan kemarin pagi kami harus menembus hujan ketika hendak membeli soto ke Pasar Kebayoran Lama. Saking bosannya, kadang istri saya iseng mencukur kumis saya. Meskipun sedikit merepotkan namun saya bahagia karena setiap malam saya selalu mengelus-elus perut istri sebelum istri saya tertidur pulas.

7444 Total Views 2 Views Today
39 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *