Meskipun sudah memiliki jam terbang yang tinggi, masih ada saja orang Indonesia yang kurang bijak dalam berinternet. Banyak orang Indonesia masih mengabaikan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya tentang Bab Perbuatan yang Dilarang. Dalam Pasal 27 UU ITE tersebut, beberapa perbuatan yang dilarang antara lain menyebarkan konten perjudian, penghinaan, pencemaran nama baik, pemerasan, dan yang melanggar nilai keasusilaan. Setiap hari saya bisa menemukan pelanggaran-pelanggaran tersebut, mulai dari konten pornografi sampai berita bohong.

Akhir bulan April lalu, saya menemukan status di timeline Twitter yang menurut saya melanggar nilai-nilai keasusilaan. Bagi saya, kata “autis” tidak bisa digunakan untuk menggambarkan kesukaan yang berlebih pada gadget. Beberapa saat setelah jatuhnya pesawat Sukhoi di Gunung Salak, saya terhenyak ketika melihat seseorang nge-tag foto yang katanya korban kecelakaan pesawat itu. Saya pun langsung remove tag dan block pemilik akun yang nge-tag foto itu. Dalam situasi sedemikian, foto itu bisa menimbulkan kengerian tersendiri bagi saya.
Saya tak bisa membayangkan betapa terpukulnya keluarga korban ketika melihat foto itu. Anehnya, banyak orang menyebarkan foto itu melalui media sosial. Beberapa media pun sempat menjadikan foto itu sebagai referensi. Namun untungnya kondisi itu tidak terjadi lama karena foto itu ternyata foto korban kecelakaan pesawat di luar negeri. Orang-orang langsung mengecam sang pengunggah foto yang mengandung berita bohong tersebut. Karena tekanan publik yang berlebih, akhirnya Yogi Samtani menyerahkan diri dan langsung dijadikan tersangka kasus penyebaran foto palsu.
Yogi Samtani adalah salah satu dari sekian banyak orang yang “iseng” di dunia maya, namun yang lainnya belum mendapatkan balasan setimpal. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kasus Yogi Samtani ini.



iya ya.. tragedi sukoi jangan di buat main main.. tidak baik itu… kasihan.. semoga banyak yang bertobat deh.. aneh memang…
Jangan lupa ingatkan orang-orang terdekat kita yam, Mas..
Gemes ya lihat kelakuan Yogi Samtani. Katanya mahasiswa, tapi kok kayak ga punya otak.
Lebih gemes lagi sama yg hobi memforward via BBM, nge RT twit dan ngeTag di FB. Sama nggak punya otaknya.
Wah untung saja saya gak mengikuti di dunia maya mas,hehe..
Saat ini kita harus berpikir dua kali sbelum share konten ke internet..
Kalau perlu berkali-kali, Mas. Karena satu atau dua kali masih mungkin belum akurat..
Meski selalu berhati-hati, kadang saya sendiri bisa terpleset. Padahal komunikasi antara A dan B, tapi karena jadi konsumsi publik, bisa jadi berita yang “terlelucukan” itu menjadi salah tanggap – dan memang salah secara etis tentunya.
Saya sering saat memperbarui status lalu melihat lagi, “lho, kok kata yang keluar begini?”, akhirnya buru-buru saya hapus atau sunting – karena itu tidak layak untuk konsumsi publik.
kata-kata adalah DOA, dan doa akan kembali kepada si pen-doa. hati-hati dalam bertutur baik di dunia nyata maupun secara tertulis.
dan ttg Sukhoi yg dijadiin bahan becandaan,atau foto2 korban yg di-tag ke kita secara random/ disebar via BM…. whats wrong with these people, sih ya? apakah orang2 ini terlalu inginnya menjadi sosok yg paling up-to-date? terdepan dalam membagikan informasi terkini, sehingga tega menyebarkan foto palsu dan berita boong?
hmmm……..
Semoga kita tidak khilaf dan semoga kita senantiasa mengingatkan orang-orang terdekat..
sy ijin unduh UU ITE nya om ya?
Silahkan dipelajari dan disebarkan ya, Mas..
yah beginilah Indonesia katanya mas,
dulu, jamannya bapak babe,
ibarat gembala, kita terlalu erat kekangannya, nggak bisa gerak,
sekarang, kekangan itu benar benar terlepas, gembala pada lari kemana mana, seperti lepas kendali,
#Mari kita kaplokin yang lepas kendali
Iya, Mas. Kita juga perlu kontrol agar tidak kebablasan..
Bener, Mas. Saya juga sempat dikirimin foto yang katanya korban kecelakaan Sukhoi. Padahal itu foto keelakaan Air India tahun 2008 lalu.
Kaget dan marah setelah melihat foto itu, apalagi setelah tahu bahwa foto itu bohong..
itulah salah satu dampak negatif ari penggunaan jejaring sosial, tetapi itu semua tergantung pada niat kita untuk memanfaatkannya, terima kasih atas infonya
Aku pernah nulis soal foto yang begituan ya.. menyedihkan lagi menyeramkan sih…
Biasa aja sih, Mbah. Lebih menyeramkan komentarmu ini..
Ya Allah, itu kok bercandanya pakai autis, sih. Sedih, ih. COBA DIA ITU IKUT WALK 4 AUTISM KEMARIN, APA DIA MASIH MAU BERCANDA PAKAI AUTIS? *geram*
sama geramnya sama orang2 yang nyebar2 foto (yang katanya ) korban pesawat shukoi. Eh, pas dibuka gambar porno. Errrrrrrrrrrrrr…
mulutmu harimau mu, etika berinternet bagi masyarakat Indonesia perlu perhatian utk perbaikan
Iya, Mas. Semoga kita bisa saling mengingatkan untuk beretika di internet..
mumpung hari Jumat, kata pak ustadz, saling mengingatkan dalam kebaikan itu wajib tapi harus tau juga cara mengingatkan yng tidak berakhir dengan menimbulkan ketidakbaikan
Wah kalo tau gini jadi agak ngeri nih gan ngoceh-ngoceh di dunia maya, bisa-bisa terjerat kasus kayak Prita nih.
Kalau ngocehnya yang benar sih enggak usah takut, Mas..
niat mau paling update ternyata hoax dan menimbulkan celaka bagi dirinya sendiri. prihatin
Oh pelaku penyebar foto itu namanya Yogi Samtani? Saya baru tahu. Tentang sebutan Autis karena gadget itu saya juga pernah dengar sendiri dari Rhenald Kasali. Lha, gimana kalau dipikir-pikir ada benarnya juga kalau orang sudah asyik dengan gadgetnya seringkali seperti punya dunia sendiri dan tidak peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Jadi mirip seperti anak Autis, kan?
maksudnya, asyik ngegadget jgn memakai istilah autis, pak – CMIIW.
Benar banget mas! Dulu saya juga pernah terjun dalam dunia grabbing. Bukan karena uu IT Namun karena isi hati saya menolak atas apa yang saya lakukan akhirnya kegiatan grab musik Yang bisa memberi income lumayan banyak dari PPC saya hentikan. Dan skrg saya mulai coba blogging walau hanya dengan kemampuan yang sangat minim dalam bidang tulis menulis namun itu memuaskan hati saya.
iseng yang kebablasan cermin pudarnya empati,
begitu barangkali
Sabar mas
Ya kita harus lebih hati-hati dan lebih peka lagi terhadap situasi sekarang.
kalau banyak yang tag2 foto, cape juga hapusnya satu per satu
.
kalo banyak fila gambar yang akan dihapus…!!!! dari pada ribet laporin az ke si pengelola website jejaringan sosialnya..!!!! ntar kalo ditanya Kenapa dihapus bilang az “Melanggar Kode Etika”.!
tapi bagus juga ya jiwa dia mau menyerahkan diri…
yah begitulah..
kebebasan memang kadang membuat kita lupa diri dan akhirnya kebablasan,padahal sudah ada aturan setidaknya aturan moral yang mengikat kita
ibarat pengguna internet kita masih sama2 belajar dan masih ephoria internet,jadi kadang memang segala update status dan konten cuma bertujuan “ini lho aku ada!”…seperti pencarian jati diri, ya memang perlu saling mengingatkan dan saling menjaga mudaha2an pengguna internet di indonesia semakin dewasa dan bijak…..trims infonya membuka pikiran dan kesadaran pembaca……
mudah2an orang lebih bijak dan mikir pajang saat berinternet ya mas..
Besar manfaat dengan adanya undang-undang ITE. Setidaknya, anak bangsa bisa lebih paham dahulu soal undang-undang tersebut sebelum terkena batunya akibat iseng. Mari sama-sama kita kampanyekan Internet Sehat sesuai UU ITE yang berlaku…. Happy Blogging….
Wah, Media yang menjadikan foto tersebut menjadi referensi itu kebangetan. hehe