Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

I Ketut Karnita, Penyelamat Hewan Langka dari Bali

Dari Kota Denpasar, Anda bisa menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer ke arah Utara untuk mencapai Kecamatan Pupuan. Pupuan yang terletak di Kabupaten Tabanan itu terkenal dengan cuacanya yang sejuk dan pemandangannya yang asri. Pupuan yang dikenal sebagai lumbung padi di Bali ini juga menjadi daerah penghasil kopi dan kakao. Sepanjang perjalanan yang melalui rute berkelok-kelok itu, Anda bisa menikmati pemandangan di kanan-kiri jalan yang dipenuhi persawahan hijau dengan sistem terasering. Sawah hijau yang berundak-undak tentu akan mendamaikan mata dan hati.

Di tengah suasana alam yang damai itu, tepatnya di Banjar Bangsing, Desa Batungsel Kelod, terdapat sebuah penangkaran hewan langka. Istimewanya, penangkaran hewan langka ini dikelola secara pribadi oleh I Ketut Karnita. Bukan seperti kebun binatang yang dikelola pemerintah, penangkaran hewan langka seluas 80 hektar ini dikelola sepenuhnya oleh I Ketut Karnita. Semua hewan langka yang dipeliharanya tidak pernah dikomersialkan, I Ketut Karnita hanya ingin memelihara dan menyelamatkannya dari kepunahan.

Keinginan I Ketut Karnita untuk memelihara hewan-hewan langka bermulai ketika ayah empat anak ini melihat seekor rusa bunting yang dimakan seekor ular piton di kaki Gunung Batukaru. Ketika itu, I Ketut Karnita berpikir seekor ular piton memakan hewan seperti rusa sekali dalam tiga bulan dan rusa hanya bisa beranak satu dalam setahun. Bila hal itu dibiarkan, populasi hewan-hewan langka itu akan cepat punah. Akhirnya I Ketut Karnita membawa pulang ular piton itu agar tidak memakan hewan-hewan langka yang lain, meskipun tiga bulan kemudian ular piton itu mati.

Tahun 1991, kakek dari lima cucu ini memulai membangun penangkarannya sendiri. Awalnya, I Ketut Karnita hanya memiliki sepasang rusa, satu kijang pejantan, dan dua kijang betina. Sembari memelihara kelima ekor hewan langka itu, I Ketut Karnita juga mengurus legalitas izin penangkaran hewan langka di Balai Konservasi Sumber Daya Alama Dirjen Kehutanan dan Perkebunan setempat. Setelah mendapatkan izin penangkaran, I Ketut Karnita harus melaporkan kondisi hewan-hewan tersebut seiap bulannya.

Perjuangan I Ketut Karnita tidak mudah karena biaya operasional penangkaran itu tidak sedikit. Untuk membiayai penangkarannya itu, I Ketut Karnita bekerja sebagai petugas derek mobil. Untuk makan sehari-hari hewan-hewan langka itu, I Ketut Karnita mengandalkan buah-buah dari kebunnya. Untungnya, bila kekurangan makanan, tetangganya menawarkan buah-buahnya untuk makanan hewan-hewan langka tersebut. Sekarang biaya operasional penangkarannya semakin besar karena jumlah hewannya semakin banyak. Jika dihitung, biaya operasional rata-rata adalah Rp. 300.000 per hari.

Sekarang penangkaran milik I Ketut Karnita memelihara 12 rusa, 10 lutung, 7 kijang, dan 4 ular piton. Selain itu, I Ketut Karnita juga memelihara burung langka seperti Kakaktua Bayan dan Elang Bondol. Di penangkaran yang dipenuhi dengan pepohonan kayu dan pepohonan buah itu juga terdapat kura-kura, kelinci, itik, biawak, beruang, dan lebah madu. Menurut I Ketut Karnita yang sekarang sudah berusia 63 tahun ini, jumlah hewan langka yang ia pelihara sebenarnya jauh lebih banyak dari yang sekarang. Sayangnya dalam adat Bali, hewan-hewan tersebut digunakan sebagai hewan caru (korban) untuk upacara adat.

I Ketut Karnita benar-benar tidak mengkomersialkan penangkarannya itu. Bahkan, siapapun boleh berkunjung ke β€œkebun binatang”-nya itu tanpa harus membayar apapun. Atas jasa I Ketut Karnita yang telah menyelamatkan populasi hewan-hewan langka tersebut, pemerintah telah beberapa kali memberikan apresiasi. Pada tahun 1998, I Ketut Karnita mendapatkan penghargaan Pecinta Lingkungan Tingkat Tabanan. I Ketut Karnita juga mendapatkan penghargaan Pecinta Puspa Tingkat Bali pada tahun berikutnya. Tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid memberikan penghargaan Perintis Lingkungan Nasional kepada I Ketut Karnita.

Jalan-jalan ke Bali bisa diselingi dengan mengunjungi penangkaran hewan langka milik I Ketut Karnita ini. Anda bisa menyaksikan secara langsung hasil perjuangan I Ketut Karnita. Tanpa dipungut biaya apapun, Anda bisa menyaksikan hewan-hewan langka sembari menikmati kebun bunga dan kebun buah yang indah.

4172 Total Views 2 Views Today
29 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *