Tekno Gie

Heboh dengan Software FinFisher

Nama Indonesia lagi-lagi di-mention dalam sebuah jurnal internasional. Kali ini, Indonesia masuk dalam salah satu dari 25 negara yang ketahuan menggunakan software khusus untuk memata-matai pengguna internet. Hasil penelitian yang berjudul “You Only Click Twice: FinFisher’s Global Proliferation” ini dirilis oleh Citizen Lab, sebuah lembaga penelitian dari Universitas Toronto yang berfokus pada dunia digital, keamanan global, dan hak asasi manusia. Citizen Lab merancang penelitian ini dengan menggambarkan hasil scan internet global untuk menemukan server komando yang menggunakan software FinFisher.

Citizen Lab menampilkan hasil penelitian itu dalam sebuah peta dunia dengan warna yang berbeda-beda sesuai jumlah server yang terdeteksi menggunakan software FinFisher. Warna biru jika tidak ditemukan, warna hijau jika tidak ada respon, warna kuning muda jika ada 1 server, warna kuning jika ada 2 server, warna kuning tua jika ada 3 server, warna merah muda jika ada 4 server, warna merah jika ada 5 server, dan warna merah tua jika ada 6 server. Dari 25 negara yang ketahuan menggunakan software FinFisher, Indonesia menempati peringkat dua dengan 5 server, hanya kalah dari Amerika Serikat dengan 6 server.

Citizen Lab merilis 5 server Indonesia itu lengkap dengan nama dan IP address-nya. Hasilnya, 2 server milik PT Telkom, 1 server milik PT Matrixnet Global, dan 2 server Biznet ISP ketahuan menggunakan software FinFisher. Setelah laporan Citizen Lab ini dirilis beberapa hari lalu, orang-orang mulai riuh membicarakan keamanan data mereka di internet. Hal ini bukan tanpa alasan karena PT Telkom dan Biznet ISP merupakan dua ISP besar di Indonesia, sehingga orang mulai merasa kerahasiaannya di internet mulai terganggu. Setiap orang tentu tidak ingin email-email pribadi mereka diintip oleh orang lain. Hal ini tentu akan berbahaya bila ada aksi mata-mata pada dokumen-dokumen penting perusahaan orang.

Setelah laporan Citizen Lab itu dirilis, nama software FinFisher langsung mencuat. FinFisher merupakan software pengintai yang dikembangkan Gamma International, sebuah perusahaan pembuat software berbasis di Munich, Jerman. Software pengintai ini sebenarnya digunakan terbatas oleh penegak hukum untuk melacak tindak kriminal di internet. Namun laporan Citizen Lab tersebut memperlihatkan bahwa FinFisher bisa digunakan bebas. Siapapun yang bisa menggunakan software pengintai ini akan bisa mengambil semua data orang, mulai dari mengambil screenshot layar komputer orang sampai merekam obrolan Skype. Bahkan, FinFisher bisa digunakan untuk merekam semua input data seperti setiap ketikan keyboard.

PT Telkom dan Biznet ISP telah melakukan klarifikasi atas laporan Citizen Lab ini bahwa mereka tidak menggunakan FinFisher. Bisa saja, ada orang iseng yang menanamkan software itu ke server mereka. Tapi itu masih perlu pembuktian lebih lanjut. Menurut saya, selama digunakan untuk kepentingan penegak hukum sih tidak masalah tapi kalau sampai untuk persaingan bisnis ya jangan. Menurut kamu, gimana?

2493 Total Views 2 Views Today

19 Comments

  1. Waah koq bisa digunakan bebas ya .. serem banget.
    Btw, mas Gie .. saya nyari blognya dari blog saya (abis ngomen pake nama Gie Wahyudi) tapi ngelinknya ke blog mbak Isnuansa .. akhirnya saya dapat blognya ini dari blog mbak Is 😀

    Oya, saya ini emak2 loh, bukan emas2 😀

  2. ia ni jadi was was pake internet 😀 tp klo namanya blogger ya pasti ttp harus internetan dan smoga aja 2 isp itu benar2 gak menanam software finfisher

  3. kalau kerahasiaan itu diperjual belikan bisa sangat membahayakan namun saya berharap bila memang PT telkom menggunakan software finfisher semoga tidak untuk hal buruk ..

  4. Pakai peramban yang agak ketat sedikit mungkin bisa. Tapi yang bermasalah tentunya data-data penting, seperti transaksi online, tentu saja ini akan membuat banyak orang kelabakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *