Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Habis “Hari Bebas BBM Bersubsidi”, Terbitlah “Car Freemium Day”

Rencana pemerintah untuk mencanangkan Hari Tanpa BBM Bersubsidi berkali-kali dibatalkan. Saya yang sudah siap-siap untuk menyambut hari Minggu, 2 Desember 2012, kembali kecewa. Meskipun Hari Bebas BBM Bersubsidi dibatalkan, saya melihat hampir semua SPBU memasang pengumuman “MAAF PREMIUM HABIS”. Kelangkaan solar dan premium terjadi di seluruh Indonesia. Jika prediksi Pertamina benar, kuota BBM Bersubsidi yang sudah dipatok pemerintah akan habis pada 19 Desember 2012. Bahkan, stok BBM Bersubsidi di Jakarta akan habis besok, 30 November 2012. Jangankan besok, hari ini saja susah menemukan SPBU yang tidak memasang pengumuman “MAAF PREMIUM HABIS”.

Car Freemium Day Hari Bebas BBM Bersubsidi

Mau enggak mau ya harus beli Pertamax yang harganya sungguh aduhai, daripada motor “kehabisan darah”. Tadi malam saya muter-muter nyari premium ke beberapa SPBU di sekitaran Kebayoran, kebetulan bensin motor saya sudah nyaris habis. Semua SPBU yang saya singgahi sudah kehabisan premium. Sialnya, di SPBU ke empat motor saya mogok tepat setelah memasuki antrian pendek Pertamax. Baiklah, mungkin ini sudah ditakdirkan untuk pakai Pertamax. Isi Rp. 20.000,- kok tanki motor belum sampai setengahnya. Hahahaa. Baru terasa mahalnya Pertamax, pantas saja mobil-mobil orang kaya juga rela ngantri premium. Lha wong ngirit dua kali lipat.

Saya jadi kasihan sama para tukang ojek, kalau pakai Pertamax begini ya bisa kepotong uang setorannya. Saya enggak tahu sih apa ongkos ojek naik atau masih normal. Rasa-rasanya kelangkaan BBM Bersubsidi ini sama seperti naiknya harga BBM yang kerap bikin rusuh. Hampir sama dengan kasus di Kutai Barat beberapa waktu lalu, antrian dan kelangkaan BBM akan berujung konflik. Pemerintah menjadikan kasus Kutai Barat sebagai salah satu alasan pembatalan Hari Bebas BBM Bersubsidi. Masyarakat belum siap untuk penghematan BBM Bersubsidi, kata pemerintah. Padahal sosialisasi yang kurang optimal membuat masyarakat resah.

Tadi pagi ketika berangkat ke kantor, saya mampir di tempat penjualan bensin eceran di bawah Jembatan Semanggi. Saya tanya berapa seliternya, “Rp. 5.000,-, Mas,” kata si penjual yang sedang melayani antrian 5 motor di belakang saya. Bagi saya, itu bagaikan sumber air di tengah gurun pasir. Harga Pertamax Rp. 9.800,- per liter, harga bensin eceran di dekat rumah bervariasi dari Rp. 6.000,- sampai Rp. 8.000,-. Jadi, si penjual bensin di bawah di bawah Jembatan Semanggi ini memang ‘baik banget’. Meskipun saya jadi curiga kalau bensin yang dijualnya adalah bensin oplosan.

Pemerintah sedang melobi dewan untuk penambahan kuota BBM Bersubsidi sebesar 1,227 Juta KL. Kalau lobi ini gagal itu artinya semua SPBU akan tutup sampai tahun baru. Serem! Selain itu, pemerintah juga menggagas program baru untuk menggantikan Hari Bebas BBM Bersubsidi yang sudah gagal. Program penghematan BBM Bersubsidi ini mengadaptasi program Car Free Day yang sudah berhasil diselenggarakan di beberapa kota. Namanya pun mirip, “Car Freemium Day” atau Hari Kendaraan Bebas BBM Bersubsidi. Seperti Car Free Day, program “Car Freemium Day” akan diselenggarkan setiap hari Minggu di mana mobil-mobil pribadi tidak boleh diisi BBM Bersubsidi di hari tersebut.

Sama seperti program Car Free Day yang awalnya kurang populer, program “Car Freemium Day” memang tergantung dari masyarakat sendiri. Kalau mobil-mobil pribadi mau puasa BBM Bersubsidi setiap hari Minggu, kayaknya enggak perlu panik di akhir tahun kayak begini nih.

4085 Total Views 2 Views Today
19 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *