Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Bebas Kertas di Tahun 2013

Setiap hari saya hampir tidak bisa lepas dari penggunaan kertas. Ketika sekolah dulu, saya selalu menghabiskan buku untuk catatan atau tugas. Saat kuliah, penggunaan kertas lebih banyak lagi karena fotokopian bahan kuliah begitu banyak. Sekarang saya menggunakan kertas lebih banyak lagi, terutama di kantor. Untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, saya menggunakan ratusan lembar kertas untuk korespondensi dan administrasi setiap hari kerja. Di luar itu, saya menggunakan kertas untuk berbagai keperluan seperti struk ATM, struk belanja, dan tiket.

Adakalanya saya merasa bersalah karena menggunakan kertas terlalu banyak karena para pembalak hutan menghancurkan hutan seluas lapangan bola setiap sepuluh detik untuk memenuhi tingginya kebutuhan kertas. Perlahan-lahan saya mulai mengurangi penggunaan kertas, misalnya, dengan mem-print menggunakan kertas bekas atau dengan tidak mencetak struk ATM. Saya sih membayangkan suatu saat nanti penggunaan kertas bisa dikurangi seminimal mungkin. Anak sekolah membuat catatan, mengerjakan tugas, dan ujian dengan kertas digital. Orang kantoran membuat invoice, laporan, dan arsip dalam kertas digital. Begitulah impian saya.

Saya juga membayangkan suatu saat ada koran atau majalah Indonesia yang menghentikan edisi cetaknya. Seperti Majalah Newsweek yang sekarang sudah tidak ada edisi cetaknya dan hanya mengandalkan edisi online-nya. Digitalisasi media cetak sepertinya tinggal menunggu waktu. Buku, majalah, koran, dan brosur kini sudah bisa didapatkan dalam bentuk digital. Jika setiap orang mengurangi penggunaan kertas, kita bisa menyelamatkan hutan Indonesia yang menyumbang 2,5 persen dari seluruh kebutuhan kertas dunia. Selain itu, gerakan paperless ini juga bisa menghemat uang dan waktu tanpa perlu repot merawat printer atau merapikan kertas-kertas yang berserakan.

4933 Total Views 4 Views Today
26 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *