Global Adult Tobacco Survey (GATS)

Saya yang sudah enam tahun lebih berhenti merokok pun terkejut dengan hasil data Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2011. Data survei yang dirilis pada 11 September 2012 itu merupakan hasil kerjasama WHO dan Kementerian Kesehatan RI. Survei tersebut dilaksanakan secara langsung kepada 8.994 responden di seluruh Indonesia, dengan total 8.305 wawancara yang berhasil dan tingkat respon sebanyak 94,3 persen. Survei yang juga melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) ini bisa menjelaskan seberapa jauh efek rokok dalam keseharian orang Indonesia.

Global Adult Tobacco Survey (GATS)

Hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2011 ini cukup mencengangkan karena Indonesia menempati peringkat pertama di antara 16 negara yang disurvei dengan tingkat prevalensi perokok aktif tertinggi yaitu 67,4 persen untuk laki-laki dan 4,5 persen untuk perempuan. Itu artinya, sekitar 36,1 persen atau 60 juta penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Mari kita bandingkan dengan Thailand, misalnya, yang hanya memiliki total 24 persen atau sekitar 13 juta perokok aktif. Rasanya, kita sudah menjadi bangsa yang perokok.

Hasil data survei GATS tersebut juga mengungkap bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara dengan prevalensi perokok aktif laki-laki di atas 50 persen. Angka tersebut bisa semakin memprihatinkan karena efek yang bisa dirasakan pada perokok-perokok pasif. Karena tingginya jumlah perokok aktif maka semakin banyak perokok pasif yang merasakan dampak dari asap rokok tersebut. Data survei GATS 2011 menunjukkan 51,3 persen orang terpapar asap rokok di ruang kerja, 78,4 persen orang terpapar asap rokok di rumah, dan 85,4 persen orang yang terpapar asap rokok di restoran.

Dari ketiga persentase tersebut, ternyata orang terpapar asap rokok di rumah memiliki jumlah yang terbanyak, yaitu mencapai angka 133,3 juta orang. Perokok aktif yang merokok di rumah bisa membahayakan pasangan, anak, dan anggota keluarga lainnya. Tampaknya sepele namun asap rokok yang dihasilkan di rumah bisa dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Untungnya, saat ini sudah cukup banyak perempuan yang menjadikan perilaku merokok sebagai salah satu kriteria untuk memilih pasangan.

Kalau sekarang kamu masih menjadi jomblo yang merokok, berhenti merokok mungkin bisa menjadi jalan untuk menemukan pasanganmu. :)

Health Gie

23 thoughts on “Global Adult Tobacco Survey (GATS)

  1. Mengerikan ya. Bangsa kita akan tetap punya prestasi yg menakjubkan dalam hal keterjajahannya akibat rokok seandainya kita tidak melaksanakan langkah nyata dan segera untuk mencegahnya lebih parah.

    Met pagi Mas Wahyu, lah lamo ndak main kamari… :mrgreen:

  2. Bener!! wahai para jomblo.. berhentilah merokok.. karena pas aku nyari pacar dulu gak mau tuh yg perokok.. aku yg dirumah bebas asap roko.. dikantor kesehatan yg mengeluarkan perda ttg rokok.. gak mau dong setelah 24 tahun hidup ‘bersih’ akhirnya terkotori sama pacar yg merokok :P

  3. sangat memprihatinkan, Indonesia benar-benar strategis dalam penjualan rokok. bahkan perusahaan rokok pun ngak tinggal diam mereka menjadi sponsor suatu acara, membuat konser dan pada saat itulah mereka mempromosikan rokoknya. mereka bukan hanya menarik orang dewasa akan hal ini bahkan “anak muda”. setiap warung terdapat iklan rokok, di depan sekolah pun ada orang jual rokok semua ini harus ditanggulangi dengan kesadaran elemen-elemen masyarakat dalam hal ini.

  4. Pingback: GERANK dot com | Blog | Ulasan hasil GATS di mata blogger..

  5. hehe…tak heran raja kaya #1 di kita pengusaha rokok, tak heran industri rokok kita dibeli asing mahal, tak heran rokok putih asing merek terkenal ikut2an produksi kretek, tak heran banyak peminat ke bisnis ‘narkoba’ legal ini (untung kecil faktor pengali gede), …kalau saya berhenti merokok data statistik perlu dikoreksi lagi ya, tenaga kerja berkurang dan menganggur?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *