Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Generasi Muda Harus Menemukan Indonesia-nya Sendiri

Rasanya ingin mengunjungi tempat-tempat baru di seluruh Indonesia karena setiap daerahnya memiliki kekayaan nilai budaya yang unik. Ternyata Indonesia tidak hanya punya angklung, batik, dan segala warisan seni budaya dari nenek moyang kita. Hal-hal sederhana seperti warung kopi atau keramahtamahan penduduknya juga merupakan kekayaan budaya yang tidak bisa ditemukan di negara lain.

Dengan semangat melestarikan nilai-nilai adiluhung itu, kini pemuda-pemudi Indonesia mencari cara sendiri untuk menunjukkan kecintaannya pada ibu pertiwi. Ada yang dengan seni grafiti, seni lukis, seni tari, dan bahkan ada yang melestarikan budaya dengan teknologi digital. Selain lebih modern, teknologi digital semakin mempermudah pemuda-pemudi Indonesia menyalurkan kreativitasnya.

Danone Aqua Temukan Indonesiamu
Mendengar informasi pameran 40 karya seniman muda Indonesia, saya langsung menuju The Energy Building di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Begitu sampai, saya langsung melihat 40 karya yang sedang dipamerkan. Selain artistik dan unik, karya-karya itu juga menceritakan Indonesia dengan cara masing-masing. Salah satu yang paling menarik adalah Jendela ke Masa Jaya karya Daniel Timbul, seniman asal Klaten.

Hari itu, 28 November 2013, adalah hari pertama pameran 40 karya seniman muda Indonesia. Semua karya yang merekam perjalanan Indonesia dari tahun 1973 hingga 2013 itu dipamerkan selama dua hari sebelum dilakukan pelelangan pada tanggal 30 November 2013 di Pelelangan Shidarta. Seluruh hasil pelelangan 40 karya itu akan didonasikan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Danone Aqua Temukan Indonesiamu

Setelah puas menikmati karya seniman muda yang keren-keren itu, saya lalu memasuki Soehanna Hall yang berdekatan dengan lokasi pameran. Di dalam hall sudah ada grup akustik yang membawakan lagu-lagu tradisional. Penampilan empat seniman perempuan ini menjadi pembuka dimulainya acara konferensi pers program “Temukan Indonesiamu” dari Danone AQUA yang dimulai dari tanggal 24 April 2013.

Program “Temukan Indonesiamu” menantang pemuda-pemudi Indonesia untuk menemukan kembali kekayaan Indonesia yang belum tereksplor melalui karya fotografi dan ilustrasi. Sampai ditutup tanggal 17 Juni 2013, sudah terkumpul 7.444 karya fotografi dan ilustrasi. Banyaknya karya yang masuk sempat membuat tiga juri (Febby Intan, Farah Wardani, dan Timur Angin) bingung memutuskan karya yang terbaik.

Danone Aqua Temukan Indonesiamu

Dipandu oleh Ronal, acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan salah satu juri “Temukan Indonesiamu”, Febby Intan, yang ternyata juga brand director Danone AQUA. Menurut Febby Intan, program “Temukan Indonesiamu” merupakan pertama kali diadakan tahun ini yang bertepatan dengan ulang tahun ke-40 Danone Aqua. Pihaknya selalu mendukung sesuatu untuk kebaikan hidup orang Indonesia.

Kedua juri lainnya kemudian ikut bergabung dengan Febby Intan. Farah Wardani memandang program ini tidak hanya memiliki arti mendalam bagi generasi muda kreatif tapi juga bagi masyarakat luas. Sebagai juri kategori fotografi, Timur Angin mengutarakan kekagumannya pada semua karya yang masuk. Meskipun banyak karya yang bagus, tapi ketiga juri berusaha mencari karya yang paling Indonesia.

Danone Aqua Temukan Indonesiamu

Setelah melalui penjurian yang ketat akhirnya ilustrasi berjudul “Kaki Lima Khas Indonesia” karya Eko Nurcahyo dan foto berjudul “Kerupuk Khas Indonesia” karya Arik Apriliyanto keluar sebagai pemenang utama. Kedua karya tersebut terlihat sederhana tapi memberikan sejuta makna. Ilustrasi karya Eko Nurcahyo yang menggambarkan berbagai pedagang kaki lima mulai dari pecel lele sampai sate padang.

Sama halnya dengan foto karya Arik Apriliyanto yang memperlihatkan sepeda yang bertumpuk-tumpuk kerupuk di Pasar Kranggan, Jogja. Bagi Timur Angin, foto kerupuk itu membawa kita melihat kesederhanaan, keanekaragaman, sekaligus keindahan yang sering kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Keindahan sederhana seperti ini yang tidak bisa ditemukan oleh banyak orang Indonesia.

Danone Aqua Temukan Indonesiamu

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya terbaik itu, Danone AQUA menciptakan desain label botol 600 ml edisi khusus dengan ilustrasi karya Eko Nurcahyo. Desain label botol edisi khusus ini hanya diproduksi sebanyak 1 juta saja dan hanya akan tersedia di convenient store mulai 4 Desember 2013. Sedangkan foto karya Arik Apriliyanto akan dipajang di 21 titik billboard di seluruh Indonesia selama bulan Desember 2013.

Dalam kesempatan itu juga hadir Sapta Nirwandar selaku Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memberikan dukungan penuh pada program “Temukan Indonesiamu”. Program yang bermaksud membangkitkan rasa cinta tanah air pada generasi muda ini diharapkan juga menginspirasi masyarakat luas untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Danone Aqua Temukan Indonesiamu

Selain pelelangan 40 karya seniman muda Indonesia dan kompetisi ilustrasi/fotografi, program “Temukan Indonesiamu” juga diisi dengan peluncuran “Buku Sakti”. Di dalam Buku Sakti ini ada cerita tentang enam seniman kontemporer Indonesia yang mengikuti ajang “Le Bienalle di Venecia”. Stand seniman Indonesia dalam pameran seni rupa kontemporer tertua, terbesar, dan paling bergengsi ini menjadi yang paling favorit.

Setelah acara program “Temukan Indonesiamu” ditutup secara resmi, saya langsung menikmati berbagai kuliner nusantara yang dihidangkan. Ada empal gentong, siomay Bandung, mie kocok, nasi campur Bali, asinan, es cendol, dan masih banyak lagi. Tidak lama setelah mendengarkan begitu banyak kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, saya langsung bisa merasakan keanekaragaman dan kelezatan kuliner tanah air.

Jadi enggak sabar nunggu program “Temukan Indonesiamu” untuk tahun depan..

8812 Total Views 4 Views Today
24 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *