Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Dari Sleep Walking Sampai Sleep Tweeting

Saya hanya sekali seumur hidup melihat orang berjalan dalam kondisi tidur yang biasa disebut sleep walking. Teman saya itu tiba-tiba bangun, berdiri, dan membuka lemari. Keesokan harinya saya tanyakan teman saya itu hendak mengambil apa dari lemari tadi malam. Anehnya, teman saya itu tidak ingat apapun di pagi harinya. Itu satu-satunya pengalaman saya melihat orang sleep walking yang biasanya hanya saya lihat di komik detektif Conan.

Sleep Texting Sleep Tweeting

Sleep Tweeting. Ilustrasi dari ImpactLab.Net

Fenomena sleep walking memang sangat jarang, namun berbeda dengan fenomena sleep talking yang kerap saya temukan. Saya sendiri seorang sleep talker. #pengakuan Berbeda dengan mendengkur atau ngorok, sleep talking adalah perilaku mengigau atau vokalisasi saat sedang tidur. Sleep talking yang juga disebut “somniloquy” bisa berupa perkataan yang jelas dan bisa juga hanya berupa gumaman. Dalam beberapa kasus kerap terjadi gejala sleep talking mengawali fenomena sleep walking.

Perkembangan teknologi ternyata juga menciptakan fenomena baru yang serupa dengan sleep talking dan sleep walking ini. Setelah ponsel “menjamur” dimana-mana, perlahan-lahan fenomena sleep texting muncul. Orang yang dalam keadaan tidur bisa mengetik SMS dan mengirimkannya tanpa sadar. Kerapkali isi pesan singkat tersebut tidak jelas dan bahasanya kacau. Tentunya si penerima pesan bingung karena pesan dari orang yang sedang tidur itu

Fenomena sleep texting perlahan beralih menjadi sleep tweeting. Saking asiknya, timeline Twitter masih ramai sampai tengah malam, bahkan ada saja yang bisa nuit dari malam sampai pagi. Namun sleep tweeting bukan perilaku orang yang suka begadang atau insomnia seperti itu. Sleep tweeting merupakan gejala parasomnia dimana orang bisa melakukan gerakan-gerakan tanpa sadar ketika tidur. Selain membuat orang yang membaca tweet itu bingung, sleep tweeting juga bisa membuat pelakunya bingung setelah menerima “mention” karena merasa tidak nuit apapun tadi malam.

Gejala-gejala tanpa sadar tersebut disebabkan otak masih cukup terjaga untuk berpikir namun sangat terlelap sehingga tidak bisa mengingat apa yang sudah dilakukan. Mulai dari sleep walking sampai sleep tweeting disebabkan adanya beban utang tidur. Kurangnya waktu tidur akan menyebabkan gejala-gejala yang tak disadari. Untuk menghindari sleep texting dan sleep tweeting, sebaiknya Anda juga menjauhkan gadget ketika hendak tidur.

Jika Anda pernah menemukan gejala-gejala gangguan tidur di atas, silahkan sharing di kolom komentar. :)

2 Total Views 2 Views Today
34 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *