Dari Jalur Busway Sampai Jalur Pejalan Kaki

Sebenarnya masing-masing alat transportasi memiliki jalurnya sendiri-sendiri. Namun kadang terjadi kesalahan penggunaan jalur tersebut. Misalnya dua kereta api yang sama-sama menggunakan satu jalur berlawanan arah yang tentunya berakhir dengan kecelakaan maut. Kesalahan penggunaan jalur pesawat terbang dan kapal laut juga bisa menyebabkan kecelakaan serupa. Kecelakaan sepeda motor, mobil, atau bus di jalanan kerap terjadi karena kesalahan penggunaan jalur ini.

Jalur Sepeda Jalur Pejalan Kaki

Di jalanan Jakarta, semua jalur alat transportasi sudah diatur sedemikian rupa. Di jalanan protokol, seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, mobil mempunyai jalur sendiri di lajur kanan. Sepeda motor dan mobil bisa menggunakan lajur kiri. Sejak pertama kali diperkenalkan, busway Transjakarta memiliki jalur sendiri yang disterilkan. Sejak bulan Mei tahun lalu, para pengguna sepeda juga dibuatkan jalur khusus sepeda di sepanjang jalur Blok M – Taman Ayodya.

Namun jalur-jalur tersebut tak selalu dipatuhi para pengguna jalan. Mungkin karena jumlah kendaraan yang sudah terlalu banyak dan mungkin juga karena perilaku pengguna jalan yang kurang tertib. Lihat saja sudah berapa kali pengguna sepeda motor yang “bunuh diri” di jalur busway. Meski (katanya) sudah disterilkan dan sudah banyak memakan korban, namun tidak jarang sepeda motor, mobil, bahkan bus masuk jalur busway.

Jalur sepeda Blok M – Taman Ayodya yang belum genap setahun tak kalah miris. Jalur yang dibangun untuk memberi tempat bagi para pengguna sepeda itu banyak disalah gunakan. Jalur sepanjang 1,5 kilometer itu tak hanya digunakan oleh para pesepeda tapi juga dilewati sepeda motor, mobil, dan bajaj. Tidak hanya diserobot kendataan lain, jalur sepeda ini bahkan digunakan sebagai lahan parkir dan tempat ngetem para sopir bajaj.

Yang tak kalah menyedihkannya adalah jalur para pejalan kaki. Para pejalan kaki seharusnya bisa nyaman berjalan di trotoar karena memang trotoar diciptakan untuk mereka. Namun sepeda motor tak segan-segan naik ke trotoar bila jalanan macet. Para pejalan kaki bisa saja terancam meski berjalan di jalurnya sendiri. Hal itulah yang terjadi pada 12 orang yang baru selesai berolahraga di Monas hari ini. Dalam perjalanan pulangnya, sebuah mobil tiba-tiba naik trotoar dan menghantam mereka. Sembilan nyawa tak terselamatkan seketika.

, , Jakarta Gie

33 thoughts on “Dari Jalur Busway Sampai Jalur Pejalan Kaki

  1. Berjalanlah pada jalurnya. Nasehat sederhana yang susah dilakukan, entah ada saja alasannya. Termasuk kalau lagi naik sepeda motor dan takut telat sampai kantor. Bukan begitu? :p

  2. Sumpah, ya.. Kesal rasanya kalau saya lagi jalan kaki di trotoar, yang mana itu adalah khusus pejalan kaki, tau2 di klaksonin sama pengguna motor yang ingin lewat dan terburu2. Itu kan haknya pejalan kaki, seharusnya dia sadar! *emosi*

  3. lukisan di jalannya sudah bagus, tapi fungsinya apa banyaaak yang gak paham, apa orang tanah aer sedemikian bodohnya ya? di semarang juga sudah banyak gambar gituan, namun sepertibiasa, nyaris ndak ada guna…

  4. Waduh 12 nyawa orang melayang sia2 gara2 orang yang lewat gak sesuai jalurnya mas? sekenceng apa itu mobil melaju di trotoarnya kok bisa tragis gitu? Apa mungkin sopirnya memang kurang waras?

  5. kejadian kemaren Minggu itu bener-bener bikin ngilu mas. selain kejadiannya yang bener2 serem, lokasi kejadian itu deket sekali dengan kantor saya dan beberapa waktu lalu saya itungannya lumayan sering lewat halte TKP itu. :(
    semoga kita semua semakin sadar diri dan selalu waspada lah ya…

  6. salam kenal mas,
    saya tertarik dengan pemikiran mas ttg transportasi di Ibukota ini.
    memang seperti kurang ter-manage. lebih buruk dari kurang klo menurut saya.
    coba kita berkaca pada 3 tetangga kita, Singapore, KL dan Bangkok. semua sudah jauh lebih baik dari Jakarta, Indonesia.
    saya sendiri sudah merasakan betapa aman dan nyamannya transportasi mereka.
    saya sendiri kmrn sebelum masuk kantor, ada temen cerita, di dekat PLN Bulungan (daerah Blok M) ada kecelakaan, dan yang mengagetkan itu yg ditabrak adalah motor yang sudah berada di jalan yg benar, yaitu saat lampu hijau dia jalan, tp ada mobil nerobos.
    wow… pdhl dah bener tp tetep ditabrak.
    jika kita tengok dari kebijakan pemerintah tentang transportasi jg tidak jelas. master plan tidak dijalankan. jakarta MRT hanya pameran di Jakarta Fair.
    penggunaan mobil dan motor juga tidak dibatasi.
    angkutan umumm seperti kopaja dsb gila2an mengemudinya di jalan. dan hal ini aparat seperti dah biasa. hukum dalam transportasi is payable…
    astaga,,, bgmn kota ini sbg ibukota akan maju, jika yang dikejar adalah politik pencitraan, ga presidennya ga gubernurnya…
    well, hope with this scratch of pen we can change the world mas,
    keep writing…

  7. Hmmm…. Gak mau komentar serius ttg Tragedi Tugu Tani itu ya. Terlalu tragis n menguras emosi. Tapi ttg serobot2an jalur busway itu, hmm…. Apalagi penyebrang jalan yg melintasi jalan raya dan ketabrak di jalur busway…. Antara kasian juga, tapi kok ya bodoh juga ya?

    Ada guyonan ala 9gag nih:

    Kamu = naik busway.
    Aku = naik mercy. Like a boss.

    Aku = naik busway.
    Kamu = naik sepeda dijalur busway. Like a bus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *