Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Dari Dewi SRI Sampai Partai SRI

Dulu saya sempat mendengar tentang Dewi Sri, dewi padi atau dewi kesuburan yang membawa kemakmuran bagi penduduk Jawa yang kebanyakan adalah seorang petani. Konon, Dewi Sri yang menentukan keberhasilan panen mereka. Kisah tentang Dewi Sri begitu panjang. Ringkasnya, setelah dimakamkan Dewi Sri mendatangkan keberuntungan bagi banyak orang. Dari kuburannya banyak tumbuh tanaman dan sejak saat itu tanah Jawa menjadi tanah yang sangat subur. Karena itu, seluruh umat manusia di Pulau Jawa memuliakan Dewi Sri yang telah berkorban demi ketersediaan pangan bagi manusia. Dalam penggambarannya, Dewi Sri dilukiskan sebagai gadis muda yang cantik, layaknya perempuan di usia puncak kewanitaan dan kesuburannya. Wajah Dewi Sri begitu putih dengan mata tipis menghadap ke bawah dengan raut wajah yang anggun dan tenang. Sampai sekarang, banyak petani yang percaya bahwa paceklik yang kerap mendatangi mereka adalah nihilnya Dewi Sri di ladang sawah mereka.

Di tahun 1950-an, tokoh heroik seperti Dewi Sri pun datang dalam komik-komik di Indonesia. R.A. Kosasih menciptakan karakter heroik pertama di Indonesia yang dinamakan Sri Asih. Kemunculan Sri Asih sepertinya menjadi jawaban atas minimnya tokoh kepahlawanan dalam komik Indonesia. Hingga R.A. Kosasih berhasil menciptakan tokoh pahlawan asli Indonesia, Sri Asih ini meskipun berkemben namun bisa terbang, bisa menggandakan diri, bisa memperbesar tubuhnya, dan mempunyai kekuatan super. Dalam serial Sri Asih, diceritakan seorang gadis lugu bernama Nani yang akan menjadi seorang perempuan super bila mengucapkan kata sakti “Dewi Asih”. Beginilah salah satu potongan kisah dari komik Sri Asih, “Karena ayahnya sakit keras di Semarang Sri Asih tak sempat pergi. Ia hanya mengantar ibunya ke stasiun. Setelah kereta berangkat, Sri Asih mendengar bisikan, kereta akan meledak, karena dipasang dinamit oleh para bandit. Sri Asih lalu menggunakan jimatnya. Ia berubah dan melesat gesit..”

Hari ini, ada lagi sosok Sri yang tampil bak seorang pahlawan bagi sekelompok orang. Sri Mulyani Indrawati, mantan menteri keuangan yang “harus diungsikan sejenak” setelah kasus Bank Century meledak ini, kembali lagi dan langsung membuat riuh dunia perpolitikan kita. Orang-orang yang bersimpati kepada Sri Mulyani, seperti Todung Mulya Lubis, Fikri Jufri, dan Arbi Sanit, membentuk partai yang bernama Partai SRI (Serikat Rakyat Indonesia). Tanpa basa-basi, partai yang diketuai D. Taufan ini langsung menargetkan Sri Mulyani sebagai calon presiden dalam Pemilu 2014. Yang cukup aneh adalah lambang Partai SRI ini, tapi konon lambang sapu lidi di bendera Partai SRI ini bermakna sebai tujuan partai ini untuk membersihkan Indonesia.

Pertanyaan saya selanjutnya adalah apakah Sri Sultan Hamengkubuwono X akan bergabung dengan partai yang juga menggunakan nama depannya ini? #abaikan

6365 Total Views 2 Views Today
32 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *