Cuti Melahirkan yang Lebih Lama
Selama hampir setahun saya bekerja di kantor saya ini, saya sudah menemukan dua teman kantor saya yang minta cuti melahirkan. Saya tidak ingat berapa lama tepatnya, tapi saya kira kurang lebih dua bulan. Saya kasihan sama teman-teman saya itu. Untuk minta cuti melahirkan saja susahnya minta ampun. Teman saya itu katanya melahirkan setelah pulang kerja. Untungnya tidak melahirkan di jalan. Saya juga miris kalau lihat ibu-bu yang sudah hamil tua tapi masih harus bekerja.
Akhir-akhir ini sebuah kampanye internasional bernama One Million Campaign menggalakkan sebuah gerakan yang mendukung ibu-ibu yang bekerja untuk mempunyai lebih banyak waktu untuk menyusui bayinya. Kampanye ini menyoroti beban yang dipikul para ibu-ibu yang baru saja melahirkan dan harus menyusui bayinya namun harus kembali bekerja. Belum lagi permasalahan bagaimana ibu-ibu itu harus menjamin pengasuhan bayinya selama ia harus kembali bekerja.
Di Indonesia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengedukasi para ibu-ibu hamil dan yang sudah melahirkan bahkan bagi mereka yang belum menikah untuk menyuarakan hak mereka untuk menikmati masa menyusui bayinya, khususnya ASI eksklusif selama enam bulan. Salah satu kendala para ibu tidak memberikan ASI eksklusif selama enam bulan adalah karena mereka harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan yang hanya dua sampai tiga bulan tergantung kebijakan kantor/perusahaan tempatnya bekerja.
Umumnya memang cuti melahirkan yang diberikan oleh instansi pemerintah dan swasta adalah tiga bulan. Namun ada sedikit perusahaan Indonesia yang memberikan waktu cuti melahirkan lebih lama dari itu. Salah satunya adalah PT. Sari Husada yang beberapa waktu lalu mengumumkan kebijakan baru yang memberikan cuti melahirkan selama empat bulan. Meski belum memenuhi kaidah pemberian ASI eksklusif, PT. Sari Husada berusaha memulai gerakan untuk membantu para ibu untuk memiliki waktu menyusui lebih lama.
Tidak hanya memberikan waktu cuti melahirkan yang lebih lama, PT. Sari Husada juga memberi perlakuan istimewa bagi karyawan yang kembali bekerja pasca cuti melahirkan. PT. Sari Husada Jakarta memberikan layanan antar ASI gratis ke rumah karyawati yang sudah kembali bekerja. Sementara PT. Sari Husada di luar Jakarta memberikan izin bagi karyawati untuk membawa bayinya untuk disusui pada saat jam kerja. Inisiatif dari PT. Sari Husada yang sangat mulia ini sebaiknya diikuti oleh instansi lain, baik instansi pemerintah maupun swasta. Demi masa depan anak-anak bangsa.
Ilustrasi dari http://seputarkita.com/
95 Responses to Cuti Melahirkan yang Lebih Lama
Leave a Reply Cancel reply
Recent Comments
- giewahyudi on Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- giewahyudi on Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- YSalma on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Hanif Mahaldi on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- seno on 4 SMA Termahal di Indonesia
- isnuansa on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- nique on Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Cahya on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- indrijuwono on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
Recent Posts
- Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- Kacang Pukul Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk Salatiga
- Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Kompetisi MotoGP Pengaruhi Penjualan Sepeda Motor
- Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- Menikmati “Perjalanan ke Atap Dunia” dengan Daniel Mahendra
- USG 4D Dedek Bayi Hasilnya Sungsang
- Nonton Ki Warseno Slenk di HUT Bank DKI Jakarta
Archives
- May 2012 (5)
- April 2012 (13)
- March 2012 (13)
- February 2012 (22)
- January 2012 (22)
- December 2011 (17)
- November 2011 (12)
- October 2011 (21)
- September 2011 (21)
- August 2011 (29)
- July 2011 (31)
- June 2011 (30)
- May 2011 (31)
- April 2011 (30)
- March 2011 (26)
- February 2011 (30)
- January 2011 (31)
- December 2010 (9)
- November 2010 (8)
- October 2010 (4)





Ngomong2 soal cuti hamil, saya dulu cuma cuti selama 40 hari lho, soalnya cuti lama2 gak enak juga dan kasian teman kerja yang gantiin kerjaan kita, soal ASI, bisa kita bekal pompa ASI dan pulang kerja bisa dikasihkan ke anak, ASI bisa dibekukan selama kerja di kulkas kantor.
Menurut saya lebih baik diberikan secara langsung.
>>mbak anny.. kok sebentar sekali mbak..?
sukses terus yaa..
Iya, harus diperpanjang sepertinya..
huhuhuhu..
begitulah, di Indonesia kesejahteraan para ibu utamanya yang bekerja kadang memang belum sepenuhnya diperhatikan.
dianggap terlalu mementingkan keluarga daripada pekerjaan..
kasihan sih, karena beban mereka sebenarnya tidak lebih ringan daripada kaum pria..kadang malah lebih berat karena selain bekerja juga masih harus bertanggungjawab terhadap keluarga dan rumah tangga
Huhuhuu..
Daeng ini sayang istri pasti..
Semoga nanti si Bos mau ngasih saya cuti hamil 6 bulan. *maruk*
Kalaupun cuti hanya dikasih 2 bulan (rekan di atas), sebaiknya sih ya dikasih paling tidak dua minggu sebelum melahirkan.
Kasihan kalau hamil tua dan bekerja penuh waktu.
Iya ya, nanti cuti 6 bulan aja ya..
Janji?
di kantor sy cuti melahirkan termasuk tertib, 3 bulan: 1 bulan sebelum melahirkan & 2 bulan setelah melahirkan.
Tentang ASI eksklusif selama 6 bulan, tidak jadi masalah untk teman2 sy yg kembali bekerja setelah cuti 3 bulan karna ASI bisa diberikan melalui ASIP (ASI Perah) yg disimpan di frezer. Ibu bisa kembali bekerja & bayi bisa tetap mendapat ASI eksklusif.
Sy pikir, ASIP adalah solusi terbaik. Dan bukankah selalu ada resiko dari setiap pilihan, termasuk pilihan menjadi wanita karir.
Inilah efek wanita karir..
Entah kenapa saya lebih suka enam bulan full ibu menyusui agar anak-anaknya sehat dan pintar..
semoga bisa menjadi perhatian yang punya perusahaan….
Om Iyan kan punya perusahaan juga..
kalau di tempat saya bekerja cuma 3 bulan sama seperti yang lainnya
Yang standar ya? Semoga semakin diberi fasilitas bagi ibu yang menyusui..
Temannya sampean melahirkan setelah pulang kerja? Wew, miris bacanya;
Iya, Masbro..
Di Jakarta yang seperti itu banyak lho..
Wew.. selama sayah kerja blm pernah ambil cuti, klo ijin sehari2 seh pernah..
Iki maksute opo? *duuuhhh
Semoga di perusahaan saya bekerja juga menerapkannya, jadi pas saya hamil nanti, bisa cuti melahirkan yang lamaaaaaaaaaaa
Tapi melahirkannya jangan lama-lama lho, Mbak..
Kasihan suaminya kelamaan nunggunya..
Klo gak salah di kantor saya di kasih 3 bulan.. nah klo yang masih bekerja sampe-sampe ngelahirin di jalan sih itu yang bahasa,.. kasian juga gak..
Miris kan? Sebaiknya perlu dievaluasi..
ciiieeeee,
gie perhatian baaangeeeett ama temen kantornyaaaa.
Ciieeeeee. . . .
*appaaa siiiiihh*
ho oh.. bintang ngisruh deeehh
Iya Mbak Ais, bintangnya Silet sudah mengacau nih..
Aduh ada yang berbakat jadi tukang silet nih.. :p
Mungkin yang punya perusahaan ga pernah mencoba gimana rasanya melahirkan atau belum punya istri atau yang paling parah dia sendiri lahir bukan dari rahim seorang ibu.
Wallahualam….
Kalau bos ya pasti punya sejuta fasilitas untuk melahirkan, mau cuti setahun juga bisa kan?
*esmosi
kaget liat judul artikel kali ini, “Apppah, Mas Gie Wahyudi Perempuan?
Bacalah.. *jangan hanya judulnya* :p
“Umumnya memang cuti melahirkan yang diberikan oleh instansi pemerintah dan swasta adalah tiga bulan.”
salah.
baik di UU Kepegawaian (utk PNS) dan UU Tenaga Kerja (Pegawai/ Buruh Swasta).
Cuti melahirkan telah dijamin selama 4 bulan. 2 bulan menjelang dan 2 bulan sesudah.
Pd aturan PKB Perusahaan, jika bertentangan dengannya bs digugat.
dan di perush2 yg kutahu, semuanya 4 bulan.
Kalau untuk ASI Eksklusif, bisa saja dengan ASI Dalam Botol, jd, tak ada masalah sepertinya…..
Kenyataanya di lapangan beda, Mas..
Wah..saya gak tau menahu soal cuti hamil, soalnya masih kuliah dan belum kerja, jadi gak tau rentan waktu untuk cuti hamil
Andai aja cuti hamilnya 1 tahun, oke tuh, hihihihi…
Itu cuti atau resign ya?
saya setuju banget kalo cuti melahirkan bisa lebih lama, karena bayi yang baru lahir bth perawatan extra, begitu juga dengan ibu yang melahirkan
Suami sayang istri..
ah semoga di Indonesia bisa lebih lama lg cuti melahirkannya..saya pernah denger ada satu negara di benua eropa klo ga salah,mereka memberikan cuti bersalin selama lebih 6 bulan,tetep membayar gaji dan perusahaannya tidak ambil pusing jika mereka merugi..*ngiriii..seandainyaaa….
Iya di Eropa memang umumnya sampai 6 bulan..
Kita yang masih ketimuran kok malah ngoyo ya?
waw….melahirkan sepulang kerja…dan susah untuk mengurus cuti hamil….parah dong ya….seharusnya semua perusahaan mempunyai standar yang baik seperti PT. Sari Husada….
nice share…
salam
Semoga perusahaan lain mempertimbangkan ini..
Melahurkan sepulang kerja. Oh…
Tentang istilah, bener kok cuti melahirkan. Kok masih ada yang bilang cuti hamil ya? Bisa-bisa sembilan bulan.
Iya, untung enggak salah ya, Paman..
Kalau hamil muda ya enggak usah dihitung, kelamaan nanti..
Wah kalau terlalu lama bisa sepi deh orderan
Tapi aku lebih mendukung untuk ibu-ibunya lebih lama lagi berada di rumah atau setidaknya bekerja saja sendiri di rumah.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Bekerja sendiri di rumah? Itu solusi jitu..
hehehe menimbang-nimbang masa cuti yg cuma 3 bulan itulah maka teman saya tahan-tahan gak ambil cuti sampai waktu melahirkan. dan bener kejadian: pagi hari masih meeting dengan client, lepas jam 12 siang dia sudah melahirkan. wakakakakakak
Wah nama anaknya bisa jadi Mitingningsih itu, Opa..
*jihaaaa..
Wah, bagus sekali gerakan yang diprakarsai PT Sari Husada. Patut ditiru oleh perusahaan-peusahaan lain tuh …
Gerakan ibu menyusui memang sedang ramai dikampanyekan sekarang ini.
Btw, saya salut Gie menulis ini. Terimakasih ya …
Iya semoga hal serupa dicontoh oleh banyak perusahaan lainnya..
Kabar baik, alhamdulillah…
Semoga jika kelak nanti sya menikah (insya Allah) dan istri memilih meniti karir, istri saya dapat kebijakan itu, syukur bisa lebih lama kalau perlu.
Amin.
Calon suami sayang istri.
Ayo Mbak-mbak silahkan dipilih..
hebat PT sari Husada.. bisa mengerti dan mengakomodir kebutuhan seperti ini bagi para karyawannya
Semoga semakin menyebar semangatnya..
setuju banget!!!….cuti ngelahirin, nyekolahin, sama ….
Cuti honeymoon (lagi dan lagi)
Umumnya ibu hamil lebih suka ambil cuti dekat dengan waktu melahirkan, agar bisa punya waktu lebih lama mengurus bayi dan menyusui. Kalau memang tak bisa cuti panjang, mungkin bisa dikasih ijin untuk pulang cepat atau diberi waktu dan tempat dan fasilitas khusus untuk memerah dan menyimpan ASI.
Semoga perusahaan-perusahaan memperhatikan hal semacam ini..
Hmm, baru kemarin ketahuan satu karyawan hamil, emang berat juga mengijinkan karyawan cuti hamil dan menyusui 6bulan. Wlo pun cuti tanpa gaji lho, soalnya dalam 6bulan itu kan kudu cari penggantinya, nah klo udah 6bulan, dia mau masuk lagi, terus penggantinya diapain coba? Dilema
Tapi berhubung usaha bukan perusahaan besar, boleh dong tidak mengikuti peraturan itu xixixi *mencari pembenaran*
Besar kecil bukan alasan. Eh!
hahahaha …. bolehlah sekali2 mencari pembenaran weks … emang anggota de pe er doang yang boleh
Kok sampai ke deeper? *pulang aja ah
wah, saya jadi tau ni mengenai cuti mencuti hamil…
makasih lho infonya,,,
Melahirkna spulang kerja??? *kaget…
Kasian juga ya ibu sama bayinya kalau masa cutinya cuma sedikit..
Kasihan anak-anak Indonesia kurang diperhatikan..
wah, betul jg tuh… ibu2 emang idealnya punya waktu lebih lama untuk cuti melahirkan…
thanks ya sharingnya
Menyusui bayi itu lebih lama lebih baik..
Mksh untuk tulisan ini, aku share link-nya di Fb, ya… Saya juga ni ibu menyusui, jadi merasakan. Tapi, bukan sambil kerja, tapi sambil kuliah heheh
Wow, kuliah tapi sudah punya baby..
So kyutt..
dulu, di kantor tempat saya kerja ini, cuti melahirkan itu 3 bulan, terserah diambil berapa-berapa hari sebelum dan sesudah tanggal perkiraan, pokoknya 3 bulan.
tp pernah ada kasus ibu2 yg melahirkan di tengah2 kerja gara2 dia sengaja ambil mepet ke tanggal perkiraan biar punya waktu lebih lama untuk menyusui. sejak saat itu, sekarang harus diambil 1,5 bulan sebelum dan sesudah tanggal perkiraan.
Duh kok melahirkan pas kerja, serem kan..
Dan memang itu aturannya,cuti melahirkan itu 3 bulan bro,jd tidak salah deh kl anda melaksanakan sendri tugas dari rekan anda yang sedang cuti.
Alasan menyusui secara ideal selama 6 bulan enggak dipertimbangkan ya?
tulisan indah tentang cuti hamil..
aku dulu cuti hamil 3 bln
jatah dari setiap perusahaan kan emang segitu yah..
Sari Husada sudah memulai memberikan cuti melahirkan yang lebih lama..
keren banget tuh PT. Sari Husada. mudah mudahan di ikutin ama semua perusahaan lainnya.
Perusahaan punya Mas juga ya..
Pengennya pas menyusui begitu udah ga kerja lg mas Gie, jd full time mother pasti seru kan ya
Ibu yang baik, 6 bulan minimal ya Mbak..
ah Sari Husada ya? jadi inget mama..
temen saya siang masih praktikum, besok pagi melahirkan dan paginya lagi sudah praktikum
Mama kerja di Sari Husada ya?
Wah kalau itu gimana rasanya ya, *nangis
setuju!
setidaknya kantor tuh punya ruangan khusus yang steril buat para ibu buat cadangan susu buat anaknya. jadi setidaknya wlapun masuk kantor cepet, mereka punya cadangan asi banyak buat bayinya
Itu alternatif terakhir, fasilitas minimal yang harus disediakan perusahaan..
yah, sudah sewajarnya seorang anak dapet ibu yang cuti melahirkannya lama mas
Tapi belum wajar bagi perusahaan-perusahaan tertentu lho..
Bagus sekali usulnya …
Lha didunia sana kan juga sudah berkembang usulan agar para bapak juga diberi cuti saat istri melahirkan …
Om Iksa ini emansipasi pria deh..
Insya Allah…amin…
untuk generasi yg lebih baik, smg pemerintah tergerak dalam hal ini.
PAUD sudah…melahirkan gratis sudah….tinggal soal fasilitas n kesempatan menyusui yg belom
Kita berdoa bersama ya gie…
Iya, Mbak..
Saya selalu mendukung dan mendoakan..
ada wacana jadi 6 bulan kok, tapi ya blom tau kapan aplikasinya, namanya aja wacana
Harapan itu selalu ada, Bunda..
Enak yah jadi wanita, dapet cuti melahirkan juga. hahaha.. jadi pengen melahirkan deh. *plaaak..
yo asal nggak kebablasen aja cutinya nggak masalah, secara kalo cuti kan produktivitas di kantor berkurang, tapi kantor harus tetap menggaji kan..
Itu harus dibicarakan, apakah ada penyesuaian-penyesuaian lainnya..
Menabjubkan…
thanks info nya ya
Hheheee..
*takjub
wah istri saya nanti bagaimana ya
apa boleh bayinya dibawa ke sekolah xixi
Istrinya Bu Guru ya, Kang?
Sebaiknya dibawa Kang, masa’ Kang Ian yang momong mulu..
istri saya 3 thn lalu melahirkan di tempat kerja,pulang-pulang eheheheh bawa bayi