Corporate Social Responsibility (CSR) selama ini kerap diterjemahkan hanya sebagai pemberian sumbangan atau pembangunan fasilitas bagi warga yang memerlukan. Banyak orang menilai CSR hanya menjadi “beban baru” bagi perusahaan padahal sebenarnya CSR mendatangkan keuntungan secara tidak langsung bagi perusahaan. CSR bisa menjadi investasi perusahaan yang menjadi nilai lebih dari perusahaan-perusahaan lainnya.

Untuk mempelajari bagaimana CSR memberi efek positif bagi perusahaan, kita perlu meniru Swedia. Swedia menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan CSR di mana empat perusahaan asal Swedia (H&M, Holmen, Fabege, dan Scania) berhasil masuk daftar 100 perusahaan paling bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan di dunia. Bahkan di Swedia diadakan ajang pemilihan CSR Sweden Ambassador yang tahun lalu dimenangkan oleh Lisa Svenson.
Menurut sebuah survei, konsumen-konsumen di Swedia lebih memilih produk-produk dari perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan. Misalnya, konsumen lebih menyukai produk-produk Unilever karena perusahaan ini turut mendukung kelompok-kelompok usaha mikrofinansial di beberapa negara berkembang. Sebaliknya, konsumen di Swedia cenderung akan menghindari produk dari perusahaan-perusahaan yang “tidak bertanggung jawab”. Misalnya, perusahaan yang mencemari lingkungan atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak di bawah umur.
Saat ini semua perusahaan dituntut untuk memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai perkembangan zaman. Dengan begitu cepatnya pemberitaan di media sosial dan media tradisional, konsumen sudah dididik untuk memperhatikan mata rantai produk dari perusahaan-perusahaan, mulai dari proses produksi dari pemasarannya. Lebih jauh lagi, konsumen bisa menilai sejauh mana kepedulian perusahaan terhadap persoalan-persoalan sosial. Tidak hanya pemberian donasi atau pembangunan sarana sosial, konsumen juga memperhatikan semua aktivitas perusahaan.
Sebagai konsumen yang baik, apakah Anda sudah mempertimbangkan CSR perusahaan sebagai salah satu pertimbangan untuk membeli produknya? Apakah Anda mengetahui perusahaan-perusahaan yang menyediakan nursery room untuk karyawan-karyawan yang sedang menyusui anaknya? Apakah Anda memperhatikan perusahaan-perusahaan yang menyediakan fasilitas olahraga untuk karyawan-karyawannya? CSR tidak hanya donasi sosial, ia seharusnya didasari jiwa sosial yang sebenarnya.






iya, ada benernya juga mas gie, jadi lebih tahu mana perusahaan yang hanya cari keuntungan, mana yang juga memberi manfaat pada masyarakat.
Iya, Mas..
Selain melihat harga dan kualitas produk, kita sebaiknya juga mengetahui yang lebih banyak dari biasanya..
Belom pernah sih memutuskan beli produk karena CSR perusahaannya. Paling banyak ya hanya karena kualitas dan kadang harganya yang bersaing..
Saya sering menggunakan program CSR untuk memutuskan beli. Meski sesekali melirik kualitas. Karena saya juga belajar dari hal ini.
Kualitas memang penting, Mas. Tapi CSR jadi faktor yang menentukan..
Ternyata begitu ya?? saya sering berpikir, dari mana ya perusahaan mendapatkan dana yg lumayan besar untuk aksi sosial? dan ternyata benar bahwa kontribusi sosial akan menaikkan nilai perusahaan di mata konsumen.
Salam.
konsumen mah biasanya gak perduli sama yang begituan gan.. paling mentok yang penting produk terkenal buat gengsi, harga murah, mutu.. Indonesia banget yah.. hehe
Dengan pola CSR yang terprogram dengan baik maka perusahaan dapat menyentuh langsung para masyarakat sebagai motifasi pembangunan mental semangat. Namun, bukan berarti kita harus mengenyampingkan kualitas produk untuk konsumen yang sebagai pengguna produk kita.
Salam kenal pada kunjungan perdana kami Mas, dan
Sukses selalu.
Yak, dana yang disisihkan untuk CSR seharusnya tidak mempengaruhi kualitas produk yang akan dikonsumsi atau dirasakan langsung oleh konsumen..
Di sisi lain ya, selain dari sisi positif adanya CSR ini, ada sisi negatif juga. CSR ini bisa jadi ajang cuci tangan korporat yang memiliki dosa pada masyarakat: misalnya dengan pembuangan limbah pabrik yang cemar atau seperti kasus Mesuji lah itu. Meski memang selalu wajarlah ada dua sisi, baik dan buruk, dari sebuah korporasi, cuma sukarnya masyarakat juga bisa lena dan gampang “memaafkan” cuma karena CSR. Misal saja, kasus lumpur Porong yang coba dibaik-baiki oleh perusahaan Bakrie itu, dengan melakukan “CSR” pada masyarakat dengan harapan, ratusan hektar tanah warga terendam bisa dimaafkan. Sebuah tindakan menyebalkan sebenarnya
sayang konsumen disini tidak menjadikan CSR sebagai salah satu alasan membeli produk sebuah perusahaan… mungkin tingkat kesadaran konsumen masih rendah kali ya… sepert operator telpon aja udah berkali-kali ngibulin konsumenya..
Kombinasi antara kualitas produk dan publikasi CSR sepertinya akan menjadi babak baru bagi perusahaan-perusahaan yang bersaing, Uda..
CSR merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk memberikan manfaat keberadaan mereka bagi masyarakat dunia secara non- ekonomi. dengan itu mereka bisa saling menolong bersama masyarakat sekitar mereka dan negara.
kok engga dikasih linknya ke Lisa Svenson mas?
ini masukan buat abi nih…
perusahaannya teman saya judulnya sih supaya tetap menjaga semua kondisi lingkungan, termasuk lingkungan sosialnya..sayangnya teman saya belum bisa menyediakan ruang menyusui, karena rata0rata yang bekerja tidak sedang menyusui dan tidak menyusui…
kalau olaraga hanya sekedarnya saja..
Ya semoga aja kepedulian mereka gak cuma untuk mendapatkan simpatik para konsumen saja hehe…
Kalau niatnya sih kita serahkan pada masing-masing perusahaan, Mas.
semoga semakin banyak perusahaan2 lain yg mengikuti langkah Unilever
Iya, Mas..
Semoga semakin banyak yang memikirkan konsumennya..
Mas Gie,
Sependapat mas, CSR bukan lagi hanya sekedar donasi dan untuk gagahan saja. CSR sudah menjadi wajib dilaksanakan oleh perusahaan. Kasarannya kalau ambil untuk seharusnya mau keluar modal.
Iya, Mas..
Seharusnya keduanya memang harus diseimbangkan..
kebetulan saya juga kerja di Distributor Unilever..
dan tentu banyak produk2nya yang saya pakai juga..
semoga bukan hanya Unilever saja tapi semakin banyak perusahaan2 yang lain yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial sekitarnya..
Wah ada orang Unilever disini, iya Mbak semoga nantinya semua perusahaan banyak yang berbagi dengan sesama..
masalahnya tidak mudah untuk mengetahui corporate mana yang CSR nya bagus dan mana yang engga? hehe
jadi mengenai faktor csr dalam pemilihan produk ini belum cukup banyak dipertimbangkan orang, terutama di Indonesia kayaknya
Nah, kita sebagai konsumen harus pintar-pintar menilai CSR ini, Mas..
Memang2 mengelola CSR gampang susah, tapi kalau perusahaan meniatkan CSR sbg infaq n sedekah, mudah2an berlaku rumusnya Ust. Yusuf Mansyur
Rumusnya yang mana ya? Aduh saya enggak tahu..
Tapi semoga sedekah membawa berkah ya, Mas..