Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Christopher Soghoian, Blogger Pembongkar Skandal Facebook

Jika orang bertanya tentang teknologi telepon via internet, jawaban yang paling benar adalah Skype. Dengan 124 juta pengguna Skype di seluruh dunia, bahkan 8,1 juta di antaranya adalah pengguna berbayar, banyak pihak yang ingin mengakuisisi perusahaan yang didirikan pada tahun 2003 ini. Bulan Januari 2011, Skype mencatat rekor dengan 29.527.474 penggunanya yang online secara serempak. Akhir-akhir ini, Skype menjadi rebutan tiga perusahaan besar yaitu Microsoft, Google, dan Facebook. Namun Skype akhirnya diakuisisi oleh Microsoft dengan nilai 8,5 juta USD.

Dengan nilai akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Microsoft itu, Google dan Facebook pun harus gigit jari. Mimpi Google dan Facebook untuk mengintegrasikan teknologinya dengan teknologi Skype pupus sudah. Belum tuntas kekecewaan Google dan Facebook karena gagal mengakuisisi Skype, keduanya sekarang sedang terlibat dalam konflik yang sengit. Meski terlihat damai, ternyata menurut sebuah laporan, Facebook telah melancarkan black-campaign kepada Google. Skandal ini dibongkar oleh seorang blogger bernama Christopher Soghoian.

Bukan hanya menjadi seorang blogger, Christopher Soghoian juga seorang peneliti dan aktifis. Namanya mulai terkenal pada 26 Oktober 2006, ketika itu Christopher Soghoian menciptakan sebuah situs yang bisa membuat dokumen boarding-pass palsu untuk penerbangan Northwest Airlines. Karena situs yang diciptakan oleh Christopher Soghoian itu, orang bisa mengubah dokumen penerbangan sesuai nama, nomor penerbangan, dan kota tujuan yang diinginkan.

Ketika itu Christopher Soghoian menjadi kontroversi karena mengancam keamanan Amerika Serikat. Situs ini digunakan oleh seseorang untuk membuat dokumen untuk Osama bin Laden, meskipun akhirnya digagalkan. Situs milik Christopher Soghoian berumur tidak sampai tiga hari karena pada tanggal 28 Oktober 2006, agen-agen FBI menyerbu rumahnya dan menyita semua komputernya. Meskipun ditahan dan diperiksa, akhirnya Christopher Soghoian dibebaskan.

Meskipun kasus itu cukup mengancamnya, Christopher Soghoian tidak berhenti. Christopher Soghoian kemudian menjadi aktifis keamanan internet. Bulan Juni 2009, Christopher Soghoian mengirimkan surat terbuka kepada Google. Surat yang juga ditandatangani oleh 37 ahli keamanan dan privasi internet lainnya itu meminta Google untuk melindungi privasi penggunanya dengan mengaktifkan enkripsi SSL. Akhirnya Google mengabulkan permintaan Christopher Soghoian itu.

Setengah tahun kemudian, Christopher Soghoian merilis rekaman audio yang berisi laporan kemungkinan pelanggaran hak privasi. Dalam rekaman itu, perusahaan Sprint Nextel menerima 8 juta permintaan informasi pelanggan GPS oleh pihak keamanan nasional. Masih di bulan Desember 2009, Christopher Soghoian merilis surat tim pengacara Yahoo!. Surat itu memuat jumlah biaya perusahaan yang digunakan untuk kegiatan survei yang diminta oleh pemerintah. Tim pengacara Yahoo! menilai jumlah biaya itu sangat memalukan dan meruntuhkan reputasi perusahaan bila diungkapkan ke publik.

Karena sepak terjang Christopher Soghoian dalam masalah keamanan dan privasi itu, sebuah perusahaan public relation ingin β€œmemanfaatkannya”. John Mercurio dari perusahaan Burson Marsteller mengirim email kepada Christopher Soghoian. Email itu berisi sebuah permintaan agar Christopher Soghoian menulis black-campaign tentang keamanan Google. Tidak setuju dengan upaya black-campaign itu, Christopher Soghoian kemudian merilis email panjang dari John Mercurio itu. Dalam email itu, Christopher Soghoian bertanya siapa yang berada di balik black-campaign itu meski John Mercurio tak menjawab.

Awalnya tuduhan tertuju pada saingan Google, Apple Inc atau Microsoft. Namun dugaan itu meleset, karena ternyata Facebook yang berada di balik upaya menjelekkan Google itu. Dugaan itu didasarkan bahwa perusahaan public relation yang disewa Facebook adalah Burson Marsteller. Upaya Facebook diduga karena Facebook mulai gerah dengan Google yang mulai menggunakan data pengguna Facebook untuk menciptakan jejaring sosial ala Google.

Persaingan perusahaan teknologi sepertinya akan terus berlanjut. Apakah Facebook akan turun pamor setelah skandal ini? Dan apakah Mark Zuckerberg kesal dengan Chtistopher Soghoian yang menguak sisi gelap Facebook?

6325 Total Views 2 Views Today
54 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *