Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

Chikungunya Tak Ada Obatnya

Kemarin Office Boy di kantor saya tiba-tiba badannya demam, mukanya memerah, dan sendi-sendinya terasa sakit. Tak berapa lama, temannya mengantarkannya berobat ke dokter di dekat kantor. Hasilnya, dokter menyimpulkan penyakit Chikungunya. Obrolan saya dan teman-teman kantor pun tertuju pada sopir Pak Bos yang juga terkena Chikungunya seminggu yang lalu. Kami pun mulai panik, apa iya di dalam kantor ada nyamuk Aedes aegypti?

Penyakit Chikungunya disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti, spesies yang juga menyebarkan penyakit Demam Berdarah. Chikungunya juga menimbulkan gejala yang mirip dengan gejala Demam Berdarah, yaitu antara lain demam tinggi, nyeri pada sendi, dan ruam merah. Namun ruam pada Demam Berdarah memiliki warna merah yang terang dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Kemarin saya melihat di tangan bagian dalam OB di kantor saya itu ada ruam-ruam putih.

Meskipun sama-sama disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti, ternyata virus yang disebarkan berbeda. Virus penyebab Chikungunya adalah jenis alphavirus, namun virus ini ternyata tidak mematikan. Nama Chikungunya berasal dari Bahasa Makonde atau Swahili yang artinya “melengkung ke atas”. Istilah itu didasarkan pada posisi tubuh membungkuk yang merupakan salah satu gejala Chikungunya. Hal ini dikarenakan Chikungunya menyerang persendian dan tulang, terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki, dan tangan, makanya penyakit Chikungunya juga biasa disebut penyakit flu tulang atau demam tulang.

Seperti penyakit yang disebabkan oleh virus lainnya, tidak tersedia obat untuk penyakit demam Chikungunya ini. Meskipun masuk penyakit Self Limiting Disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, Chikungunya sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Demam sebenarnya tidak terlalu menggangu, tetapi rasa nyeri yang menyerang persendian terasa sangat menyiksa. Biasanya rasa nyeri pada persendian akan semakin terasa pada siang hari dan ketika penderita berjalan kaki. Demam biasanya akan hilang dalam lima hari namun rasa nyeri pada persendian masih dirasakan dalam hitungan minggu. Selain itu, penderita juga mengalami fotofobhia ringan yang menyebabkan pandangan sedikit kabur.

Karena tidak ada obat yang bisa menghentikan gejala Chikungunya, dokter biasanya hanya memberikan obat untuk mengurangi gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh. Paracetamol biasa diberikan untuk menurunkan demam dan Aspirin digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada persendian. Dalam beberapa kasus, Aspirin tidak efektif dalam mengurangi rasa nyeri sehingga digunakan Ibuprofen, Naproxen, atau obat-obat NSAID lainnya. Selain itu, penderita Chikungunya diberikan multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Selain itu, penderita Chikungunya harus banyak istirahat karena pekerjaan yang berat akan semakin memperparah rasa nyeri pada persendian itu.

Chikungunya marak di musim hujan dan bahkan kerap terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Chikungunya. Tak ada salahnya untuk kembali ke cara 3M, yaitu Menguras Bak Air, Menutup Tempat Penampungan Air, dan Mengubur Barang Bekas. Memang 3M itu cara lama, namun sangat bermanfaat untuk mencegah Chikungunya.

Ilustrasi dari http://altroconsumo.it/

67 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *