Apakah Kita Harus Menjiplak Mobil Cina?

Saya masih ingat ketika motor-motor Cina mulai memasuki pasar Indonesia. Ketika itu banyak orang yang ragu dengan kualitas motor Cina, namun pasar Indonesia yang begitu dinamis dengan mudah menerima motor-motor jiplakan motor Jepang itu. Beberapa tahun belakangan, yang marak adalah ponsel-ponsel Cina yang terang-terangan menjiplak merek-merek ternama, misalnya Blackberry dan iPhone. Akhir-akhir ini, mobil Cina pun sudah masuk ke pasar Indonesia. Beberapa merek mobil Cina yang sudah masuk ke pasar Indonesia antara lain Chery, Foton, Geely, dan Great Wall.

Cina memang sedang tumbuh menjadi raksasa industri dunia. Salah satu penyebabnya adalah keleluasaan para produsen di Cina untuk “menjiplak” produk lain. Hampir semua merek terkenal di dunia ini pasti ada jiplakannya di Cina. Cina memang negara yang kurang memperhatikan hak kekayaan intelektual. Meskipun beberapa kali perusahaan Cina harus membayar ganti rugi atas kasus pelanggaran hak cipta, misalnya kasus Starbucks, Cina tak pernah berhenti melakukan plagiarisme massal. Pemerintah Cina meyakini bahwa meniru bukanlah kesalahan, namun proses menuju kesuksesan.

Noble China Vs Smart Daimler
Mobil Shuanghuan Noble (Gambar Atas) Hasil Jiplakan dari Mobil Daimler's Smart (Gambar Bawah)

Cina akhirnya kena batunya juga. Pada pergelaran Frankfurt Motor Show 2011, sebuah produk Cina “diusir” dari perhelatan pameran otomotif terbesar di dunia tersebut. Perusahaan otomotif raksasa Jerman, Daimler, mengajukan nota keberatan atas ditampilkannya mobil Noble yang diproduksi China Outomobile Deutchland. Daimler mengklaim mobil Noble tersebut melanggar hak cipta atas mobil Daimler’s Smart. Akhirnya panitia Frankfrut Motor Show 2011 memulangkan micro car itu ke Cina. Di Eropa, hak cipta begitu dijunjung tinggi dan menjiplak menjadi hal yang tabu.

Lain di Eropa, lain pula di Cina. Di Negeri Tirai Bambu itu, menciptakan plagiat mobil merek dunia tidaklah haram hukumnya. Lihat saja, produsen mobil Yema Auto yang sering ketahuan menjiplak mobil-mobil terkenal. Yema Auto telah merilis Yema F16 yang menjiplak Audi A4 Avant, Yema E Series yang menjiplak Infiniti EX Crossover, dan Yema T Suv yang menjiplak Volkswagen Tiguan. Semua produk Yema Auto adalah hasil plagiarisme karena secara kasat mata semua produknya bisa dibilang sangat mirip dengan merek lain dan hanya dibedakan dengan logonya saja. Anehnya, Yema Auto tak malu-malu memamerkan hasil-hasil jiplakannya itu, misalnya pada pameran Chengdu Auto Show 2011.

Satu lagi produsen otomotif Cina, Build Your Dreams (biasa disingkat BYD), pernah melakukan plagiarisme yang kasar pada mobil Marcedes-Benz CLK. Mobil Jerman itu secara terang-terangan dijiplak ke dalam produk BYD yang diberi nama BYD S8. BYD menjadi bulan-bulanan para penggiat hak kekayaan intelektual sedunia ketika itu. Anehnya setelah kejadian itu, BYD justru bisa menjalin kerja sama dengan Daimler Marcedes-Benz untuk memproduksi mobil listrik. Mungkin memang seperti itu filosofi yang dianut para plagiat dari Cina itu. Lebih baik meniru sambil mengembangkan diri untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kita harus menjiplak mobil Cina? #eh

Catatan Gie

30 thoughts on “Apakah Kita Harus Menjiplak Mobil Cina?

  1. “Lebih baik meniru sambil mengembangkan diri untuk menghasilkan sesuatu yang baru”

    Memang pernytaan itu tidak sepenuhnya salah kalau menurut saya. Sebab dalam menciptakan sesuatu memang perlu inspirasi dari pihak lain. Namun jika menjiplak seluruhnya, hmmm saya tidak setuju

  2. faktor harus “meniru” ato tidak itu banyak fakornya memang. ada kebijakan, budaya, ketersediaan SDM, SCM dan seterusnya. ujung pangkalnya adalah masalah “strategi / manajemen strategi”. klo sy secara pribadi kurang suka dengan pandangan yg terlalu idealis harus seperti apa awaly, “meniru” atau membuat sendiri. karena ya itu tadi, itu masalah “strategi”,cara yg lbh baik menilai ya tetapkan tujuan akhir sebagai goal utk menilai “strategi” yg digunakan tepat atau tidk,asal juga memperhatikan pertimbnagan waktu dlm menilai. kebijakan benar saat ini belum tentu benar saat nanti/kelak

  3. Membuat barang yang “mirip” secara fisik saja kurang bagus menurut saya. Soalnya yang saya tahu, secara kualitas jauh dibanding dengan yang aslinya.

    Barang “KW” itu kan?

  4. hm…. gimana ya, susah sih, saya pernah baca artikel tentang produk cina, ternyata mereka seperti itu karena kebijakan negara yang tidak mau tergantung dengan negara lain. Dengan begitu mereka tidak perlu impor. Mereka menggunakan produk yang mereka bikin sendiri. Dan ga cuma mobil, motor, atau hape, Facebook dan twitter juga ada versi cinanya lho

  5. hehe, mungkin asumsinya yang penting laku, toh tujuan mereka juga nyari uang buat jangka pendek, kalau desain sendiri kan orientasinya jangka panjang bangeeet!

  6. Sekarang ini saya agak jarang menemukan motor-motor cina (mocin) yg dulu sempet booming, berkeliaran di jalan-jalan raya. Sesekali sih menemukan satu dua motor, tapi hampir semuanya udah bobrok dan tampak buruk :D

  7. Cina tak pernah berhenti melakukan plagiarisme massal. Pemerintah Cina meyakini bahwa meniru bukanlah kesalahan, namun proses menuju kesuksesan.<—- hahaha … apakah negeri layak ikut meniru juga?

    konon, kualitas produknya diragukan. jika ada rusak dikit mendingan beli baru daripada memperbaiki karena ongkosnya hampir sama

    • Dan sayangnya bangsa kita ‘cukup doyan’ dengan produk mereka.

      Sekedar informasi, kontes menulis Endorsement for Abi Sabila masih digelar sampai tanggal 4 November 2011. Ditunggu partisipasinya dan terima kasih sebelumnya.

  8. hahaha.. sampai sekarang aku gak pernah beli barang buatan cina. gak ada bagus2nya kualitasnya sama sekali. Lagian kan malu kalau pake barang jiplakan :P

  9. Yoi. Kalau kata temanku yang dari Cina, memang menjiplak itu dilakukan karena itulah cara tercepat supaya industri mereka “maju”. Kalau harus mulai dari nol dan invent sendiri, kan butuh waktu dan proses yang lebih lama. Katanya industri disana begitu sih berpikirnya, hmmmm

  10. Ada benernya juga sih menjiplak, ngga perlu jauh2. Soal blogging yang menjiplak semakin lama juga semakin mahir dan mampu meninggalkan jiplakannya. Dan mungkin hasilnya bisa lebih baik. Mari galakkan plagiarism :P

  11. Hmmmmm menurut saya, kalo mendesain chasis-nya (apa sih istilahnya untuk menyebut rangka luar?) sebaiknya jangan niru. Di Indonesia kan banyak orang lulusan DKV atau desain produk, masa’ ngedesain body mobil aja musti ngejipkan sama persis. :mrgreen:

    Nah, kalo soal dalemannya, entah itu furnitur mobil, jok, dasbor, sampe rancangan mesin, menurut saya baru kita tiru. Tapi tirunya jangan 100%, kita tetep harus mendesain rancangan yang mirip, tapi kalo bisa tingkat efisiensinya lebih dari yang aslinya. :D

    Semisal bagian mesin tuh. Rancang dong mesin yang efektivitas dan efisiensi BBM-nya 150% lebih baik dari mesin BMW. :lol:

  12. lah masak kita menjiplak mibil cina yang jiplakan mobil jepang or eropa, apa jadinya ntar aa gie… lagian napa juga harus njiplak, klo banyak anak negeri ini yang pinter disain, masalahnya kita nggak di dukung pemenrintah untuk membuat sesuatu, itu yang paling penting…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *