Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Buah Lokal Vs Buah Impor

Tiap kali berbelanja ke supermarket, minimarket, atau pasar tradisional, saya selalu memberi perhatian kepada buah-buah yang tertata rapi di keranjang-keranjang buah yang tertata rapi. Selain untuk memberi asupan nutrisi bagi kandungan istri saya, buah-buahan memang terlihat menggiurkan dan menggugah selera. Uniknya, buah-buahan khas Indonesia selalu bergantian mengisi stok di pasar buah. Musim Durian Palembang sepertinya sudah mulai habis, namun Duku Palembang sudah mulai memenuhi keranjang-keranjang buah di pasar modern dan di pasar tradisional.

Buah Lokal vs Buah Impor

Meski buah-buahan lokal sudah banyak, ternyata jumlah buah-buahan impor yang menyerbu pasar Indonesia jauh lebih banyak. Buah-buahan impor ada di mana-mana, tidak hanya di supermarket premium di ibukota tapi juga sudah tersedia di pasar-pasar tradisional di tingkat kecamatan. Dibanding buah lokal, buah impor memiliki tampilan yang lebih cantik sehingga banyak diminati masyarakat Indonesia. Jumlah nilai buah impor yang masuk ke Indonesia tahun lalu mencapai angka USD 700 juta. Bisa dibayangkan betapa buah-buahan impor itu membanjiri pasar-pasar Indonesia.

Saat ini produsen minuman sari buah di Indonesia lebih memilih buah impor karena standarisasi yang baik dan kontinuitas pasokan yang terjamin. Buah-buahan impor diminati tidak hanya memasuki ranah konsumsi, namun di Bali buah-buahan impor sudah memasuki ranah ritual. Sebagian masyarakat di Bali lebih meminati buah impor untuk bahan sajen dalam upacara. Secara tidak langsung buah impor menunjukkan kelas sosial seseorang. Bahkan ada sebagai orang menilai doanya akan lebih sampai jika menggunakan buah impor. Kadang sulit bagi saya untuk mempercayai pengaruh buah impor yang sudah sejauh seperti itu.

29 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *