Blusukan di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang
Dalam perjalanan wisata ke Kota Malang beberapa hari lalu, saya “tak sengaja” mengunjungi Pasar Burung Kota Malang. Saya tak sengaja menemukan kerumunan dalam perjalanan saya dari Balaikota Malang menuju Toko Oen Malang. Selidik punya selidik, ternyata tempat itu adalah Pasar Burung Kota Malang yang cukup terkenal itu. Dari Balaikota Malang, saya naik motor menelusuri Jalan Majapahit, sekitar 300 meter ke arah Selatan. Setelah melewati Taman Rekreasi Kota (Tareko), Jembatan Majapahit, dan Art Centre Dewan Kesenian Malang, saya menemukan Pasar Burung Kota Malang yang terletak di ruas Jalan Brawijaya.

Saya dan istri mulai blusukan di Pasar Burung dari ujung Jalan Brawijaya. Di ujung Jalan Brawijaya itu terdapat jembatan yang digunakan beberapa pedagang burung untuk menjajakan dagangannya. Tampak sepanjang jembatan dan ruas jalan itu penuh dengan sangkar-sangkar burung. Beberapa pedagang menawarkan dagangannya kepada saya, namun saya hanya meminta izin untuk memotret burung-burung yang ada di dalam sangkar. Awalnya di ujung jalan itu memang hanya burung yang diperjual-belikan, namun setelah beberapa langkah saya melihat beberapa satwa lain juga ada di sangkar-sangkar itu.

Pasar Burung Kota Malang awalnya hanya kumpulan para pedagang burung yang sudah menempati Jalan Brawijaya sejak tahun 1960-an. Karena jumlah pedagang burung semakin meningkat, Pemerintah Kota Malang membangun Pasar Burung pada tahun 1995. Meskipun Pasar Burung memiliki area yang cukup luas, masih banyak pedagang yang tidak kebagian tempat di Pasar Burung. Sehingga mereka kemudian menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Brawijaya. Setiap hari Pasar Burung tidak pernah sepi dan kerap menimbulkan kemacetan di Jalan Brawijaya.

Kawasan di sekitar Pasar Burung ini juga disebut Splendid, maka banyak orang menyebutnya sebagai Pasar Burung “Splendid” Kota Malang. Saya juga baru tahu ternyata kemarin saya masuk ke Pasar Burung melalui Pintu 2 melalui Jalan Majapahit. Jika ingin masuk melalui Pintu 1, seharusnya saya melalui Jalan Kahuripan. Tapi untungnya beberapa langkah dari Pintu 2 terdapat jembatan yang tepat berada di atas Sungai Brantas yang membelah Kota Malang. Tidak hanya di sebelah kanan-kiri jembatan, bahkan para pedagang juga menempatkan dagangannya di pagar jembatan itu.

Setelah blusukan lebih jauh, saya baru tahu bahwa burung bukan satu-satunya satwa yang diperdagangkan di sana, meskipun berbagai jenis burung memang mendominasi. Di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang ini, semua satwa tidak dijual dengan harga pas dan ada tawar-menawar seperti umumnya di pasar tradisional. Di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang ini, beberapa jenis burung yang bisa ditemukan antara lain burung Poksay, burung Hwa Mei, burung Kenari Holland, burung Black Throat, burung Cucakrowo, burung Murai Batu, burung hantu, dan masih banyak lagi. Harga burung-burung tersebut bervariasi sekitar Rp. 50.000,- sampai Rp. 500.000,-. Selain burung, saya juga melihat kucing, ayam hutan, kera, kura-kura, ular, hamster, kelinci, kelelawar, iguana, ikan hias, dan tokek.
Benar kata Paklik saya yang asli Arek Ngalam, “Jalan-jalan ke Malang kurang lengkap kalau belum blusukan ke Pasar Burung Splendid”. Ohya, katanya kalau malam pasar burung ini disulap jadi pasar senggol.
30 Responses to Blusukan di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang
Leave a Reply Cancel reply
Recent Comments
- giewahyudi on Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- giewahyudi on Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- YSalma on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Hanif Mahaldi on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- seno on 4 SMA Termahal di Indonesia
- isnuansa on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- nique on Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Cahya on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- indrijuwono on Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
Recent Posts
- Hubungan Tanpa Status atau Status Tanpa Hubungan?
- Iseng Boleh, Risiko Tanggung Sendiri
- Kacang Pukul Bagansiapiapi dan Enthing-enthing Gepuk Salatiga
- Mencicipi Sop Ayam Pak Min Klaten di Jakarta Barat
- Kompetisi MotoGP Pengaruhi Penjualan Sepeda Motor
- Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe
- Menikmati “Perjalanan ke Atap Dunia” dengan Daniel Mahendra
- USG 4D Dedek Bayi Hasilnya Sungsang
- Nonton Ki Warseno Slenk di HUT Bank DKI Jakarta
Archives
- May 2012 (5)
- April 2012 (13)
- March 2012 (13)
- February 2012 (22)
- January 2012 (22)
- December 2011 (17)
- November 2011 (12)
- October 2011 (21)
- September 2011 (21)
- August 2011 (29)
- July 2011 (31)
- June 2011 (30)
- May 2011 (31)
- April 2011 (30)
- March 2011 (26)
- February 2011 (30)
- January 2011 (31)
- December 2010 (9)
- November 2010 (8)
- October 2010 (4)





Namanya keren, Splendid.. artinya lebih kurang “Luar biasa”…
Oo suwun, Mbah..
Burungmu ora didol to?
Mendengar cerita Mas Gie saya jadi kangen dengan kota Malang yang menyimpan banyak kenangan saya di sana, nih Mas. Saya sebelum pindah dan menetap di Joga pernah kerja di Malang selama 6 tahun. Jadi tahu juga tempat ini. Bahkan manager saya dulu, kayaknya sampai sekarang masih punya lapak burung di Splendid ini.
Dalam rangka apa ini, Mas kok sampai blusukan jalan-jalan ke Malang?
Kemarin itu nemenin istri yang ngidam pengen ke Kota Malang, Pakdhe..
dulu pas dolan ke malang juga pernah kesasar di pasar burung ini dan akhirnya beli ikan! xixix..
Wow…. asyik oy!!!
Coba di sekeliling rumah saya punya banyak burung kek di pasar gitu, rame keknya pagi-pagi dihibur burung-burung cantik
malamnya pasar senggol, isinya makanan? wah meriah dong baunya. hehehehe
kemaren gak sempat mampir ke sini, hiks
Lha nengdi wae?
waduh Saya belum pernah ke Malang. Nama Jalan-nya mambu Majapahit semua ya
waduh.. Kalau di Pontianak rasanya gak ada deh pasar burung beginian ini.. keren juga yak
Jadi inget baritoooo…
wah, dalam rangka apa nih ke malang? *penasaran ajah
. kulinernya ga diposting ya mas? maklum tukang berburu kuliner nih
Pasar senggol itu apa mas?hehe..
Wah malah blusukan kemana2 ini, penggemar burung to? dah koleksi berapa burung mas?hehe
Saya cuma blusukan, blusukan itu kan artinya jalan-jalan tanpa tahu apa yang sedang dicari..
burung satu aja belom cukup? #eh
*dikeplak*
mbokya jalan2nya sama aku jugaaa
Satu burung hanya untuk satu sangkar lho. #eh
Tentu disitu rame banget ya mas…rame suara burung yang menyenangkan untuk didengar.
belum pernah blusukan ke Malang, cuma pernah mampir beberapa kali dan nginep di tempat sodara tp ga sempet mampir wisata sana sini
mantep emang,,heheh
tapi belom pernah si kesana,,paling banter ya di pasar loak saja,hehe
[...] seru. Oke, ayo kita telusuri saja apa yang bisa kita kunjungi dalam satu hari selama di Kota Malang.Pasar Burung SplendidTeman-teman suka dengan keramaian? Di Pasar Burung Splendid, kita bisa menemukan banyak sekali [...]
pengalaman yang bagus mas, kadang memang harus blusukan kalo ke pasar2 seperti ini ato ke pasar tradisional lain.
Unik ya pasar burung ini. Pasti koleksi burungnya mengalahkan kebun binatarang nih
wuih…..potone ojobku karo anakku kejepret….
Mas Aremania,
Wah senengnya Masnya bisa mampir ke blog saya ini.
Ojobne karo kanane yang di foto pertama ya, Mas?
oyi boss….:lol
putu yg mana? wih jadi penasaran ^^
Sepertinya foto yang pertama, yang di depan kandang-kandang burung itu..
Tapi ini lagi nunggu konfirmasi Mas Aremania..
Katanya ada peternak burung cucak rowo dimalang, dimana ya ?
dimana ada penjual cucak rowo di Malang ?