Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Blusukan di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang

Dalam perjalanan wisata ke Kota Malang beberapa hari lalu, saya “tak sengaja” mengunjungi Pasar Burung Kota Malang. Saya tak sengaja menemukan kerumunan dalam perjalanan saya dari Balaikota Malang menuju Toko Oen Malang. Selidik punya selidik, ternyata tempat itu adalah Pasar Burung Kota Malang yang cukup terkenal itu. Dari Balaikota Malang, saya naik motor menelusuri Jalan Majapahit, sekitar 300 meter ke arah Selatan. Setelah melewati Taman Rekreasi Kota (Tareko), Jembatan Majapahit, dan Art Centre Dewan Kesenian Malang, saya menemukan Pasar Burung Kota Malang yang terletak di ruas Jalan Brawijaya.

Pasar Burung Splendid Kota Malang

Saya dan istri mulai blusukan di Pasar Burung dari ujung Jalan Brawijaya. Di ujung Jalan Brawijaya itu terdapat jembatan yang digunakan beberapa pedagang burung untuk menjajakan dagangannya. Tampak sepanjang jembatan dan ruas jalan itu penuh dengan sangkar-sangkar burung. Beberapa pedagang menawarkan dagangannya kepada saya, namun saya hanya meminta izin untuk memotret burung-burung yang ada di dalam sangkar. Awalnya di ujung jalan itu memang hanya burung yang diperjual-belikan, namun setelah beberapa langkah saya melihat beberapa satwa lain juga ada di sangkar-sangkar itu.

Pasar Burung Splendid Kota Malang

Pasar Burung Kota Malang awalnya hanya kumpulan para pedagang burung yang sudah menempati Jalan Brawijaya sejak tahun 1960-an. Karena jumlah pedagang burung semakin meningkat, Pemerintah Kota Malang membangun Pasar Burung pada tahun 1995. Meskipun Pasar Burung memiliki area yang cukup luas, masih banyak pedagang yang tidak kebagian tempat di Pasar Burung. Sehingga mereka kemudian menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Brawijaya. Setiap hari Pasar Burung tidak pernah sepi dan kerap menimbulkan kemacetan di Jalan Brawijaya.

Pasar Burung Splendid Kota Malang

Kawasan di sekitar Pasar Burung ini juga disebut Splendid, maka banyak orang menyebutnya sebagai Pasar Burung “Splendid” Kota Malang. Saya juga baru tahu ternyata kemarin saya masuk ke Pasar Burung melalui Pintu 2 melalui Jalan Majapahit. Jika ingin masuk melalui Pintu 1, seharusnya saya melalui Jalan Kahuripan. Tapi untungnya beberapa langkah dari Pintu 2 terdapat jembatan yang tepat berada di atas Sungai Brantas yang membelah Kota Malang. Tidak hanya di sebelah kanan-kiri jembatan, bahkan para pedagang juga menempatkan dagangannya di pagar jembatan itu.

Pasar Burung Splendid Kota Malang

Setelah blusukan lebih jauh, saya baru tahu bahwa burung bukan satu-satunya satwa yang diperdagangkan di sana, meskipun berbagai jenis burung memang mendominasi. Di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang ini, semua satwa tidak dijual dengan harga pas dan ada tawar-menawar seperti umumnya di pasar tradisional. Di Pasar Burung “Splendid” Kota Malang ini, beberapa jenis burung yang bisa ditemukan antara lain burung Poksay, burung Hwa Mei, burung Kenari Holland, burung Black Throat, burung Cucakrowo, burung Murai Batu, burung hantu, dan masih banyak lagi. Harga burung-burung tersebut bervariasi sekitar Rp. 50.000,- sampai Rp. 500.000,-. Selain burung, saya juga melihat kucing, ayam hutan, kera, kura-kura, ular, hamster, kelinci, kelelawar, iguana, ikan hias, dan tokek.

Benar kata Paklik saya yang asli Arek Ngalam, “Jalan-jalan ke Malang kurang lengkap kalau belum blusukan ke Pasar Burung Splendid”. Ohya, katanya kalau malam pasar burung ini disulap jadi pasar senggol. 🙂

Kalau jalan-jalan ke Malang, jangan lupa mampir ke Pasar Burung Splendid ya.

23890 Total Views 2 Views Today
40 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *