Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Blogger Harus Waspadai Trigger Finger

Sesuatu yang berlebihan itu biasanya tidak baik. Aktifitas online yang berlebihan akhir-akhir ini menimbulkan โ€œefek sampingโ€ pada mental dan fisik saya. Awalnya hanya rasa ngantuk yang berlebihan karena jadwal tidur malam banyak tersita untuk aktifitas online. Pertama niatnya ya daripada bengong enggak bisa tidur. Bukannya gampang tidur, ternyata online itu seperti candu, susah menghentikannya. Sekarang ada satu keluhan fisik yang saya rasakan, jari-jari saya kadang terasa sakit setelah mengetik terlalu lama. Aktifitas online memang membebaskan gerakan badan namun jari tangan terus bergerak. Dan ketika kerja jari-jari tangan berlebihan, jari-jari tangan saya pun mengeluh.

Di kantor, saya kadang juga mengisi formulir-formulir resmi dengan mesik tik manual. Untungnya beban kerja jari-jari tangan saya sedikit berkurang karena saya menggunakan ponsel layar sentuh. Saya pikir itu lebih memperingan kerja jari tangan saya dibandingkan dengan ponsel dengan keypad konvensional atau keypad qwerty. Bila saya rasa jari-jari tangan saya sudah benar-benar mengeluh, saya biasanya mengistirahatkannya. Dengan relaksasi beberapa waktu, misalnya merendam dengan air hangat, jari-jari tangan saya akan kembali normal untuk diajak online lagi.

Kelelahan jari-jari tangan seperti yang saya alami sangat mungkin terjadi pada para penulis, gitaris, pemanjat tebing, atau gamer. Profesi yang menuntut jari-jari tangan bekerja keras secara ekstrim sangat rentan terhadap kelelahan jari tangan ini. Bila melewati batas kemampuan kerjanya, jari-jari tangan bisa menekuk terus dan tidak bisa diluruskan. Kondisi jari yang kaku ini biasa disebut trigger finger. Secara fisiologis, trigger finger terjadi karena pengapuran tendon otot jari tangan sehingga selubung tendonnya terjepit dan jari tak bisa diluruskan.

Karena faktor usia, orang tua lebih rentan terhadap pengapuran tendon otot jari tangan ini. Karena itu banyak orang tua menyebut gejala trigger finger ini dengan rematik jari tangan. Trigger finger ini biasanya terjadi pada keempat jari selain ibu jari karena kerja ibu jari biasanya lebih ringan dibandingkan jari-jari lain. Namun sekarang ini,
aktifitas online di gadget mobile lebih banyak memperkerjakan jempol. Bila jempol terlalu sering digunakan untuk SMS-an, BBM-an, dan aktifitas mobile online lainnya di ponsel, maka jempol rentan dengan gejala jempol kaku yang biasa disebut trigger thumb.

Jika terjadi trigger finger atau trigger thumb, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter ortopedi. Bila gejala trigger finger grade satu, dokter ortopedi akan melakukan metode splinting di mana jari diluruskan dengan alat splint. Bila gejala trigger finger grade dua, dokter akan memberikan suntikan steroid langsung pada selubung tendon. Untuk mengurangi peradangan, dokter juga akan memberikan obat anti-inflamasi per oral. Bila gejala trigger finger grade tiga, dokter akan melakukan operasi dengan membuat insisi horisontal pada telapak dasar jari. Pembedahan ini akan mengeluarkan cairan yang menyumbat selubung tendon sehingga bisa menghilangkan ketegangan tendon.

Bagi blogger, jari-jari tangan menjadi modal yang cukup penting untuk menulis postingan, blogwalking, dan lain sebagainya. Demi kelancaran aktifitas blogging, blogger sebaiknya memperhatikan beban kerja jari-jari tangan agar terhindar dari trigger finger.

18653 Total Views 2 Views Today
37 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *