Sejak jejak pertamamu dalam rahim ibumu
Aku membacamu selayaknya puisi
Puisi yang sedang dirangkai dalam rahim sang penyair
Seperti seorang penyair yang menjaga kata demi kata
Seperti itu pula yang dilakukan ibumu untuk merawatmu
Pembaca puisi berusaha menangkap pesan dalam rangkaian kata
Begitu pula yang kucoba artikan saat mendengar setiap detak kecilmu
Tubuhmu pun serupa tubuh puisi
Tubuh yang masih berselimut rahasia
Aku dan ibumu selalu sabar menunggu kejutan dari tubuh mungilmu
Meraba-raba kata seolah mengelus lembut pipimu
Kadang puisi mengandung misteri
Setelah kata-kata tercipta, penyairnya sendiri kadang bingung dengan apa yang sudah dituliskannya
Tak jarang puisi mengundang tanda tanya bagi pembacanya
Dan juga menghadirkan kekaguman yang tak terbayangkan sebelumnya
Seperti pembaca puisi yang menghormati para penyair dengan meresapi karyanya, aku dan ibumu meresapi ini sebagaimana kami menghargai kehidupan ini




kayaknya mau jadi bapak nih ya… puisi keren banget nih.. semoga nanti kalau yang di tunggu sudah keluar bisa baca ya.. puisi dari orang tuanya..
Ya kalau bisa sudah diajarin baca dari sekarang.
Aaakkkk.. Dede Apliiikaaa…
Keren puisinya!!!
Btw, due date-nya kapan nih??
Kalau itu bisa ditunggu sampai tanggal kelahiran ya, Mas..
Sehat2 di kandungan Ibunda, Dedek…
semoga puisi itu terangkai dengan sempurna, indah bagi dirinya sendiri, indah bagi yang membaca, dan indah bagi siapa saja..
Bahkan tubuh kita adalah puisi, puisi Tuhan.
Ya, kita juga rangkaian dari kata-kata..
puisi yang penuh misteri, mendebarkan yang menyenangkan, bukan begitu ayah? selamat menikmati kata perkata ya.
saya juga merindukan seperti ibunya, “menjaga kata demi kata”
jadi jodohku piye tuiipppps??!
)
Jangan galau, Uni..
Jadilah seorang Milanistri dulu.
sedang menanti kehadiran putra tercinta ya mas?
Puisi tentang lantunan do’a, tentang kerinduan, tentang senyum yang tersemat dalam rahim, saat cahaya mata melihat dunia dan menghayati lantunan puisi para penyair..
Komentar ini paling puitis deh.
… dan puisi ini pun mengandung misteri
Kayaknya bang gie alah indak saba jo anaknyo goh yo. .
Semoga anaknya nanti manis seperti puisi diatas
| anyway, lah bara bulan bang?
Alah limo bulan, Uda..
Mohon doanya ya..
Aaahhh puisi ayah untuk anak mengalahkan puisi cinta manapun yak
calon ayah ya kang Gie
bagus tulisannya…makasih ya udah share
Manisnya….
Sedang berbalas puisi dengan yunior di rahim bundanya ya, Salam tuk Jeng Nunik, sehat bunda dan buah hatinya.
Iya, sedang tanya jawab. Terima kasih, salamnya sudah disampaikan..
bagus puisinya brow..seepp…..>>>
siiip dah !!
pokoknya top markotop…
^_^
siiiip deh !!
top markotop…
^_^
Wow..puisi yang indah dari seorang penyair skaligus ayah. Salam kenal dari saya mas, saya tahu dari twitter. Klo berkenan maen ke blog sederhana saya mas, matur suwun…