Berpuisilah dari Dalam Rahim Ibumu

Sejak jejak pertamamu dalam rahim ibumu
Aku membacamu selayaknya puisi
Puisi yang sedang dirangkai dalam rahim sang penyair

Seperti seorang penyair yang menjaga kata demi kata
Seperti itu pula yang dilakukan ibumu untuk merawatmu
Pembaca puisi berusaha menangkap pesan dalam rangkaian kata
Begitu pula yang kucoba artikan saat mendengar setiap detak kecilmu

Tubuhmu pun serupa tubuh puisi
Tubuh yang masih berselimut rahasia
Aku dan ibumu selalu sabar menunggu kejutan dari tubuh mungilmu
Meraba-raba kata seolah mengelus lembut pipimu

Kadang puisi mengandung misteri
Setelah kata-kata tercipta, penyairnya sendiri kadang bingung dengan apa yang sudah dituliskannya
Tak jarang puisi mengundang tanda tanya bagi pembacanya
Dan juga menghadirkan kekaguman yang tak terbayangkan sebelumnya

Seperti pembaca puisi yang menghormati para penyair dengan meresapi karyanya, aku dan ibumu meresapi ini sebagaimana kami menghargai kehidupan ini

Puisi Gie

27 thoughts on “Berpuisilah dari Dalam Rahim Ibumu

  1. puisi yang penuh misteri, mendebarkan yang menyenangkan, bukan begitu ayah? selamat menikmati kata perkata ya.
    saya juga merindukan seperti ibunya, “menjaga kata demi kata”

    jadi jodohku piye tuiipppps??! :) )

  2. Puisi tentang lantunan do’a, tentang kerinduan, tentang senyum yang tersemat dalam rahim, saat cahaya mata melihat dunia dan menghayati lantunan puisi para penyair.. :)

  3. Wow..puisi yang indah dari seorang penyair skaligus ayah. Salam kenal dari saya mas, saya tahu dari twitter. Klo berkenan maen ke blog sederhana saya mas, matur suwun… :D

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *