Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

Berburu Bule di Java Jazz Festival 2011

Seorang bule pengunjung Java Jazz Festival 2011 berkomentar begini, “The Mecca of Jazz is not only North Sea Jazz Festival.” Selama ini, pecinta musik jazz menganggap North Sea Jazz Festival yang diadakan di Belanda adalah kiblatnya festival jazz dunia. Musisi jazz belum lengkap rukun jazz-nya bila belum tampil di North Sea Jazz Festival. Namun Indonesia kini menyusul, berkat kegigihan Peter F Gontha kini nama Java Jazz Festival sudah mendunia. Saya sudah membuktikannya dengan beberapa hasil tangkapan kamera saya ini.

Bule, Java Jazz 2011
Ini adalah bule pertama yang saya temui di Java Jazz Festival 2011, tepat di gerbang pintu masuk utama JIExpo Kemayoran. Selain pada tampilannya yang santai, saya fokus pada kameranya. 🙂

Bule, Java Jazz 2011
Bule kedua yang tertangkap kamera saya ini sedang berbincang-bincang dengan crew Axis Java Jazz Festival di depan D2 Axis Hall, tempat George Benson menggelar special show pada malam harinya.

Bule, Java Jazz 2011
Saya duduk berjarak satu kursi dari bule berkacamata yang sedang menantikan penampilan Roberta Gambarani di Semeru Garuda Hall, Lantai 6 Gedung JIExpo Kemayoran.

Bule, Java Jazz 2011
Di depan Java Jazz Stage yang berada tepat setelah pintu masuk, seorang bule bertopi sedang sibuk melihat peta dan jadwal penampilan di hari terakhir Java Jazz Festival, sementara rekannya sedang asik mengobrol sambil menikmati Magnum. *ngiler*

Bule, Java Jazz 2011
Saya berjalan di belakang Opa Brad sambil mengincar cewek bule yang tinggi semampai ini, namun ketika saya mengangkat kamera mbak-mbak bule ini malah memalingkan muka.

Bule, Java Jazz 2011
Mas-mas bule ini tinggi banget, memiliki muka mirip Cesc Fabregas, dan ketemu dengan saya beberapa kali di panggung yang berbeda. Salah satunya di foto ini, mas white-blue ini sedang menikmati penampilan George Duke Electric.

Bule, Java Jazz 2011
Sebenarnya saya beberapa kali memotret bule ini, tetapi hasilnya selalu kurang memuaskan. Tapi bule yang berdiri cukup dekat dengan panggung George Duke Electric ini sangat pengertian. Bila saya sedang mengincar wajahnya, dia selalu menoleh dan senyum.

Bule, Java Jazz 2011
Bule sebelah kiri sepertinya dari Asia Timur dan sebelahnya lagi dari Eropa. Dan entah kenapa keempat aktor dalam foto ini sama-sama sedakep dan tak bergeming ketika saya potret.

Bule, Java Jazz 2011
Bapak-bapak bule ini sedang bersama istri dan anaknya yang sepertinya orang Indonesia. Sekarang makin banyak yang suka sama bule. *lho* Foto keluarga ini diambil dengan latar belakang grup jazz asal India, Los Amigos, yang sedang tampil.

Bule, Java Jazz 2011
Kali ini dengan formasi yang terbalik, mas-mas asli Indonesia ini sedang berdiri santai bersama sang pacar dengan latar belakang layar besar yang menampilkan salah satu personil Los Amigos yang sedang memainkan alat musik perkusinya.

Bule, Java Jazz 2011
Nah, yang satu ini adalah foto tentang persahabatan lintas negara. Mas-mas berkaos putih sedang menemani sahabat bulenya yang plontos seperti PFG. Mereka tampak bahagia bila dilihat dari senyumnya. Eh!

Bule, Java Jazz 2011
Bule berkumis memang sangat jarang ditemui, tetapi di Java Jazz Festival saya beruntung. Saya hampir menabrak bule berkacamata hitam yang sedang bersama dengan kekasihnya ini, tetapi bule ini tidak marah dan malah tersenyum.

Bule, Java Jazz 2011
Dua pasang bule ini sedang berbincang untuk memutuskan memonton di panggung mana. Namun mbak-mbak bule berkacamata hitam ini sungguh baik hati, tanpa diberi aba-aba langsung tersenyum ketika saya mengangkat kamera. Terima kasih senyum manisnya yes!
Bule, Java Jazz 2011
Sepertinya bule yang satu ini capek juga berdesak-desakan di dalam D1 Axis Hall, "secara" yang tampil Fourplay. Bule ini bersandar di dinding yang dibalut poster besar George Benson. Untungnya, bule ini tidak kejatuhan saksofone besar itu. 😆

Bule, Java Jazz 2011
Sepertinya bule ini sudah bingung karena hampir semua penampilan telah selesai, di foto ini mereka sedang muter-muter di stand-stand yang masih ramai dikunjungi penonton. Semoga pulangnya juga enggak muter-muter ya. 🙂

Bule, Java Jazz 2011
Bule yang tampil nyentrik ini sedang menggandeng pacarnya, tetapi sang pacar yang tampil "pinky" terlihat malu ketika saya potret. Beda sama bulenya yang narsis, mungkin dikira saya wartawan infotainment. 🙁

Bule, Java Jazz 2011
Pasangan bule asal India ini sedang menikmati vokal Sandhy Sandoro di stand Nokia. Meski semua panggung sudah tutup layar, Sandhy Sandoro tetap tampil di stand Nokia untuk menghibur penggemarnya. Bule India ini fans Sandhy Sandoro juga kali ya?

Sekarang sudah terbukti bahwa Java Jazz Festival tidak hanya mendatangkan musisi jazz dari luar negeri, tapi juga menarik perhatian para pecinta musik jazz dari seluruh dunia. Java Jazz Festival juga bisa menjadi salah satu alternatif wisata musik di Indonesia. Satu lagi, karena keberadaan bule-bule itu saya merasa seolah sedang menyaksikan festival jazz di luar negeri.

58 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *