Berburu Buku di Kompas Gramedia Fair 2011

Saya ingin membuat sebuah pengakuan. Saya sudah lama tidak membaca buku sampai selesai. Buku terakhir yang saya baca sampai rampung adalah buku “Soe Hok-gie … Sekali Lagi”. Saya membeli buku ini kira-kira setahun yang lalu, ketika saya sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan kuliah saya. Entah kenapa, saya bisa menyelesaikan buku setebal 512 halaman ini meskipun sangat sibuk sekali.

Sebenarnya saya sudah lama mencari-cari buku itu. Ketika itu saya masih di Padang, saya tahu buku itu dirilis dari status Facebook Pak Budiarto Shambazy. Beliau adalah salah satunya konsultan dalam penyusunan buku ini. Ketika itu, saya langsung menelefon toko Gramedia di Padang. Saya tanyakan apakah buku “Soe Hok-gie …Sekali Lagi” sudah ada. Dan saya kecewa berat karena Mas-mas di seberang telefon malah bertanya begini, “Saykoji nulis buku juga ya?”. Saya ulang, “Soe Hok-gie, Mas. Es-O-E Ha-O-Ka Ge-I-E”. Dan saya menutup telefon karena sepertinya Mas-mas Gramedia di sana sedang bengong.

Akhirnya saya langsung telefon penerbitnya di Jakarta, Kepustakaan Populer Gramedia. Dan saya hampir menyerah karena kata Mbak-mbak penerima telefon saya itu memberitahu saya bahwa buku cetakan pertama sudah habis terjual. Padahal saya memesan sehari setelah buku itu dirilis. Untungnya penerbit berencana mencetak ulang buku itu. Akhirnya saya meninggalkan nomor ponsel saya agar nanti bila buku itu telah dicetak ulang, saya langsung bisa membelinya.

Saya sudah hampir lupa dengan buku itu karena kesibukan mengurus skripsi saya. Hampir tidak ada waktu untuk membaca koran, apalagi buku yang tebal-tebal. Bahan bacaan saya waktu itu hanya jurnal penelitian, buku catatan penelitian saya, dan buku-buku referensi yang bertumpuk-tumpuk. Otak saya hampir penuh dengan itu semua. Namun suasana itu pecah karena sebuah panggilan telefon yang masuk ke ponsel saya. Buku “Soe Hok-gie … Sekali Lagi, Cetakan Kedua” telah terbit. Saya langsung ke Toko Buku Gramedia Padang. Senangnya tak terucapkan ketika itu.

Saya melewatkan akhir pekan yang sangat santai ketika itu. Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saya habiskan dengan membaca buku ini. Buku ini tidak semua hasil karya Soe Hok-gie, tetapi merupakan kumpulan tulisan-tulisan sahabat-sahabat Soe Hok-gie dan beberapa orang yang memiliki kaitan dengannya. Pada halaman-halaman awal, buku ini menceritakan tentang perjalanan Soe Hok-gie dan teman-temannya ke Gunung Semeru. Sebuah perjalanan dari Stasiun Gambir yang diakhiri dengan meninggalnya Soe Hok-gie di Puncak Mahameru. Suasana mengharu biru sangat kentara dituliskan oleh Rudy Badil, salah seorang sahabat Soe Hok-gie.

Halaman-halaman berikutnya menampilkan beberapa kisah dari sahabat-sahabat Soe Hok-gie tentang dirinya. Kartini Sjahrir, salah satu gadis yang sangat dekat dengan Soe Hok-gie, menuliskan “Surat Terbuka Ker Buat Gie. Sebuah surat cinta yang sangat manis. Riri Riza, Mira Lesmana, dan Nicholas Saputra juga menuliskan kisahnya tentang pembuatan film “GIE”. Pada bab terakhir, tulisan-tulisan Soe Hok-gie yang pada tahun 1960-an pernah dimuat di koran-koran nasional dimuat kembali di buku ini. Saya sangat menikmati buku ini dan sampai lupa bahwa beberapa minggu lagi saya akan menghadapi ujian sarjana saya.

Buku “Soe Hok-gie … Sekali Lagi” itu adalah buku terakhir yang saya beli dan saya tuntaskan membacanya. Iya, setahun ini hanya satu kumpulan cerpen yang saya beli. Sebuah rekor yang menggelikan bagi saya yang dulu dipanggil guru dan teman saya sebagai “kutu buku”. Saya lalu membenarkan diri dengan alasan bahwa teman-teman saya sudah jarang membaca buku, apalagi membelinya. Saya sekarang hanya membaca di monitor komputer atau layar ponsel saya. Semua berita dan tulisan bisa saya baca di sini, tidak repot dan sangat praktis. Murah adalah salah satu alasan yang utama.

Saya sempat mengira-ngira pengaruh sosial media pada perkembangan buku dan koran. Sekarang semua orang hampir membaca berita dari layar monitor dan sudah wajar kalau penikmat buku atau koran pasti berkurang, pikir saya. Dunia perbukuan sudah dihadang dengan tantangan dunia digital. Meski saya belum mendapatkan data akurat pengaruh tantangan digital itu, saya masih senang ketika melihat pameran buku yang tak pernah sepi. Terakhir pameran buku yang saya kunjungi adalah Indonesia Book Fair di kompleks Gelora Bung Karno. Ketika itu saya hanya membeli buku kumpulan cerpen “Antara Masa Lalu dan Tali Leher” karya AD Donggo.

Hari ini saya mendapatkan informasi bahwa di Senayan diadakan pameran buku lagi. Pameran buku kali ini bertajuk “Kompas Gramedia Fair 2011”. . Seperti pameran buku biasanya, Kompas Gramedia Fair 2011 ini juga ramai pengunjung. Sedikit membangkitkan rasa optimis saya dengan bangkitnya dunia perbukuan di Indonesia. Meskipun permasalahan masih terus menghadang. Pembajakan buku, distribusi buku yang kurang merata, daya beli masyarakat yang renda, minat baca yang rendah, dan dunia digital yang makin berjaya adalah contoh permasalahan-permasalahan itu.

Meski banyak toko buku yang tutup dan penerbit yang gulung tikar, saya mengamati jumlah penulis semakin banyak. Kompas Gramedia pun lalu menjawab tantangan dunia digital dengan meluncurkan Gramedia Online yang sudah menyediakan 60.000 buku dalam format digital. Saya berharap semakin banyak yang peduli dengan berkembangnya dunia perbukuan di Indonesia. Saya merasakan sendiri buku dan tulisan digital memiliki kekuatan yang berbeda.

Pameran buku Kompas Gramedia Fair 2011 dimulai hari ini dan akan ditutup pada hari Minggu tanggal 27 Februari 2011. Pameran buku yang mempunyai tema “Kekuatan Buku” ini dimulai pada pukul 09.00 dan ditutup pada pukul 21.00 WIB. Tinggal empat hari lagi dan saya ingin menyempatkan diri untuk berburu buku di Istora Gelora Bung Karno. Buat teman-teman yang di luar Jakarta, Anda juga bisa datang di Kompas Gramedia Fair 2011 karena acara ini juga dilaksanakan di Surabaya, Semarang, Medan, dan Bandung.

, , Catatan Gie

27 thoughts on “Berburu Buku di Kompas Gramedia Fair 2011

  1. Akhir2 ini memang saya sudah jarang sekali berburu buku,, Saya juga senasib dengan mas Gie nih sedang ngejar gelar sarjana.. namun kayaknya duluan mas Gie tuh pendadarannya…
    Tiap hari dihadapkan pada jurnal2 penelitian ilmiah dan tetek bengeknya… Semangat mas Gie…

  2. alhamdulillah, karena pensiunan, jadi selalu ada saja waktu bagiku utk membaca buku,
    walaupun gak hrs buku terbaru.
    paling gak buku2 yg telah lama dibeli, blm sempat dibaca, akhirnya bisa dibaca dgn khusyu’ hingga tuntas :)
    salam

    • Enak kali lah Bunda ini.
      Punya waktu banyak untuk membaca, terlihat dari postingan-postingan yang ditulis, sangat membantu..
      Terima kasih ya, Bunda..

  3. wah, buku Soe Hok Gie.. Sekali Lagi, saya juga punya itu! sayangnya belum sempat habis dibaca :( karena berbarengan beli buku Seri Bapak Bangsa dari Penerbit Kompas.. penasaran dengan sejarah Tan Malaka :p

  4. saya sering sekali beli buku, tapi malah gak dibaca..
    terakhir beli buku tentang peraturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.. (apa2an tuhhh..)
    mau ke book fair juga, tapi lagi bokek… huaaa…

  5. Terakhir baca buku series The Alchemy yg Necromancer… Cukup 3 jam saja…

    Membaca itu hanya butuh meluangkan waktu kok.. Selama kita ‘sok sibuk’ ya buku numpuk terus gak kebaca… *ngomong sama cermin*

  6. saya belum sempat ke sana, pengennya hari ini, semoga sempat….
    Saya juga terakhir membaca buku benar2 serius tanpa sekedar buka beberapa halaman itu buku Anak Semua Bangsanya Pramoedya Ananta Toer… sy suka buku ini fiksi sejarah menarik banget ;)

  7. I love my family very much. I wish I could see them a little more often than I do. But we understand because we’re a show business family and we all work.

  8. Salam hormat

    Nama saya Anwar Sadat Siregar, saya adalah mahasiswa pasca sarjana di Universitas Sumatera Utara (USU), saat ini saya sedang menyusun thesis dan untuk itu saya memiliki kebutuhan untuk referensi dari buku Markplus.Inc yang berjudul:
    1.Strategi memasarkan daerah di era otonomi
    2.Hermawan Kertajaya on Brand
    3.Positioning – Differentiation – Brand: Memenangkan Persaingan dengan Segitiga Positioning – Differentiation – Brand

    Apakah saya dapat membeli buku-buku tersebut melalui Markplus, sebab saya sudah mencari di seluruh toko Gramedia yang ada di kota Medan ternyata buku-buku tersebut sudah tidak ada lagi, untuk itu saya mohon bantuannya.

    hormat saya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *