Berbagi Terang dengan Lampu Philips LED MyVision

Selain menginginkan teknologi yang terus berkembang, saya juga menginginkan teknologi yang ramah lingkungan. Bagi saya, semakin canggih teknologi seharusnya bisa semakin ramah lingkungan. Akhir-akhir ini teknologi ramah lingkungan terus diciptakan untuk menjaga kelestarian bumi ini. Saya selalu menaruh rasa hormat kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki corporate social responsibility khusus di bidang pelestarian lingkungan. Sebagai perusahaan produsen lighting nomor wahid di dunia, Philips menyadari penggunaan sumber daya listrik bisa ditekan dengan penciptaan produk-produk yang hemat energi.

Berbagi Terang dengan Lampu Philips LED MyVision

Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA), 20 persen dari total konsumsi listrik dunia berasal dari pengunaan lampu (lighting). Penciptaan produk lampu hemat energi menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi penggunaan sumber daya listrik. Sejak didirikan pada tahun 1891, Philips selalu mengembangkan teknologi untuk menciptakan produk-produk berkualitas tinggi dan hemat energi. Philips pertama kali menjual produknya di Indonesia pada tahun 1894 dan baru mendirikan pabrik di Surabaya pada tahun 1940. Berbekal sejarah panjang itu, Philips kini terus berinovasi untuk menciptakan produk hemat energi dan ramah lingkungan.

Sejak ditemukan pada tahun 1962, lampu LED (light-emitting diode) selalu dikembangkan karena memiliki beberapa keunggulan dibanding lampu pijar biasa. Bagian utama lampu LED ini adalah solid-state chip berukuran kecil yang bisa mengubah listrik menjadi cahaya. Philips terus mengembangkan teknologi lampu LED agar memiliki tingkat efisiensi yang maksimal. Sejak dua dekade terakhir, Philips memimpin kampanye konversi dari lampu pijar ke lampu hemat energi. Pada tanggal 3 Agustus 2011, Philips meraih penghargaan L Prize ® yang diselenggarakan U.S. Department of Energy (DOE). Penghargaan tersebut diraih lampu Philips LED setelah melalui field testing, laboratory testing, dan product testing selama 18 bulan.

PT. Philips Indonesia memperkenalkan produk Philips LED MyVision sejak dua tahun lalu dan langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat. Selain itu, visi Philips sejalan dengan program hemat energi yang dicanangkan pemerintah. Berdasarkan data PLN, konsumsi listrik rumah tangga mencapai 39 persen dari total konsumsi listrik seluruh Indonesia. Dengan mengganti lampu pijar dengan lampu Philips LED MyVision, penghematan energi yang dilakukan bisa mencapai 80 persen. Jika dibandingkan dengan lampu pijar biasa, Philips LED MyVision memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dalam mengubah listrik menjadi cahaya. Misalnya, lampu Philips LED MyVision 9 watt memiliki daya terang yang sama dengan lampu pijar biasa 60 watt.

Untuk menghitung penghematan yang bisa Anda lakukan dengan lampu Philips LED MyVision, silahkan menggunakan Philips LED Calculator. Perhitungan penghematan ini didasarkan pada kemampuan lampu Philips LED MyVision yang bisa bertahan selama 15 tahun, perkiraan rata-rata lampu dinyalakan selama 2,7 jam sehari, dan tarif listrik di Indonesia sebesar Rp. 900,- per kwh. Jika saya mengganti satu lampu pijar biasa dengan satu lampu Philips LED MyVision, saya bisa menghemat Rp. 626.100, dan juga mengurangi emisi gas CO2 sebanyak 4.815 kg per tahun. Jika yang diganti adalah lampu pijar CFLi, penggunaan lampu Philips LED MyVision bisa menghemat Rp. 435.600,-. Jika semakin banyak jumlah lampu pijar yang kita ganti semakin banyak pula uang yang kita hemat.

Selanjutnya, saya bisa menggunakan Philips LED Calculator untuk menghitung penghematan yang bisa saya lakukan di rumah. Lampu di rumah saya berjumlah enam buah dan jika saya menukarnya dengan lampu Philips LED MyVision, saya bisa menghemat Rp. 174.240,- per tahun. Philips LED Calculator juga bisa menghitung penghematan yang bisa dilakukan dalam skala nasional. Jika setiap rumah di Indonesia yang berjumlah 53 juta unit menggunakan satu lampu Philips LED MyVision saja, kita bisa menghemat listrik sebesar 159 juta kwh. Selain bisa menghemat penggunaan listrik, lampu Philips LED MyVision juga aman bagi keluarga Anda karena tidak mengandung merkuri. Lampu Philips LED MyVision juga diminati karena memiliki penampilan yang menarik sehingga mendukung estetika interior rumah Anda.

Philips melalui akun resmi Facebook-nya “Philips Berbagi Terang” saat ini sedang mengundang orang-orang yang peduli lingkungan untuk mendukung aksi penghematan energi. Melalui aplikasi Facebook “Philips LED MyVision”, Anda bisa menguji wawasan kepedulian lingkungan dengan menjawab tiga pertanyaan dalam tiga menit. Semakin cepat menjawab maka semakin tinggi skor yang Anda peroleh. Setiap bulan, Philips akan memilih enam pemenang yang akan memperoleh lampu Philips LED MyVision dan goodie bag menarik. Di akhir periode kuis, satu pemenang utama dengan testimonial terbaik akan memperoleh televisi Philips 32” LCD. Ayo ikutan. Semoga menang ya.

Bumi Gie

14 thoughts on “Berbagi Terang dengan Lampu Philips LED MyVision

  1. Waaahh, jadi inget, kemarin waktu Bapaknya Dedek Diana ketemu Om @Jonru, Dedek Diana dikasih hadiah satu buah Lampu Philips LED.

    Kapan ya nanti dipasang di kamar? ;-)

  2. Betul ada garansinya Mas?
    Saya kemarin beli Philips LED Myvision, di Hyper***, setelah saya pasang nyala, kira-kira 30 menit tiba-tiba mati.
    saya coba pindah ke tempat lain tetap mati.

    Bagaimana cara claimnya ya?
    Terus Claimnya kemana ya?
    Mengingat lampu LED Myvision tidak menyertakan kartu garansi / informasi garansi di label seperti merk lain.
    Mohon infonya

    Terima kasih

  3. kalo phillips led myvision, dibandingin dengan lampu tornado phillips ato phillips esensial, kira2 setara 9w myvision setara dgn tornado brp watt & essensial brp watt? trims

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *