Belajarlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif ke Klaten

Saya bangga menjadi orang Klaten meskipun sudah separuh usia saya habiskan di perantauan. Selain memiliki putra-putra daerah yang menjadi tokoh nasional, Klaten kini juga pantas berbangga setelah mendapatkan penghargaan tingkat internasional dan nasional dalam angka kesuksesan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif. Data Susenas 2010 menunjukkan bahwa hanya 33,6 persen bayi di Indonesia yang mendapatkan ASI Ekslusif. Rendahnya kesadaran pemberian ASI Eksklusif tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten.

Dedek Diana Wahyudi

Sejak tahun 2007, Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten mulai menetapkan peraturan dan melaksanakan program peningkatan cakupan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif. Klaten menjadi kabupaten pertama yang memiliki payung hukum khusus untuk program tersebut di atas setelah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) No. 7 tahun 2008 tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif. Perda Kabupaten Klaten No. 7 tahun 2008 ini memberikan perlindungan untuk ibu dan bayi. Dengan peraturan daerah ini, Pemda Klaten ingin memberikan prioritas yaitu antara lain tersedianya ruang laktasi di kantor pemerintahan/swasta.

Program ini mencakup semua pelayanan kesehatan, yaitu antara lain rumah sakit, puskemas, dan poskesdes. Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dilakukan di semua lini pelayanan kesehatan masyarakat untuk menjamin bayi mendapatkan haknya. Setiap pelayanan kesehatan tersebut juga menyediakan klinik laktasi di mana konseling diberikan pada setiap ibu hamil dan menyusui. Pemda Klaten juga mewajibkan puskesmas untuk bebas dari susu formula. Sebagai bentuk penghargaan, Pemda Klaten juga menetapkan empat Kecamatan Sayang Bayi, yaitu Kecamatan Karangdowo, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Jatinom, dan Kecamatan Prambanan.

Setelah melaksanakan program tersebut, Kabupaten Klaten berhasil meraih angka kecukupan ASI Eksklusif tertinggi se-Indonesia. Data FKI-UGM tahun 2010 menunjukkan cakupan ASI Eksklusif di Klaten mencapai angka 76 persen, padahal data tahun 2007 hanya mencapai angka 22,7 persen. Selain itu, data FK-UGM bulan Juni 2010 menunjukkan angka 87,17 persen ibu yang melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Angka capaian IMD tersebut naik drastis karena pada tahun 2008 hanya mencapai angka 53,50 persen. Berkat capaian-capaian tersebut, Pemda Klaten mendapatkan penghargaan dari UNICEF pada 12 November 2009. UNICEF menilai Kabupaten Klaten telah berhasil menjalankan program IMD dan ASI Eksklusif.

Di tingkat nasional, Kabupaten Klaten juga beberapa kali mendapatkan penghargaan, salah satunya adalah Tanda Penghargaan Bidang Kesehatan khusus dalam peningkatan pemberitan ASI Eksklusif dari Menteri Kesehatan tahun 2010. Tahun 2012 ini, Kabupaten Klaten juga menjadi sorotan dalam acara Pekan ASI Sedunia 2012 di Balai Kartini tanggal 19 September 2012. Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, menjadikan Kabupaten Klaten sebagai salah satu contoh nyata komitmen pemerintah daerah untuk memaksimalkan program Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif. Menurut Nafsiah Mboi, apa yang sudah dilakukan di Kabupaten Klaten kini diadopsi di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Sebagai orang Klaten, saya dan istri termotivasi untuk memberikan ASI Eksklusif untuk Dedek Diana selama enam bulan penuh, bahkan sampai umur 24 bulan. Semoga dengan pemberian ASI Eksklusif ini, Dedek Diana akan selalu tumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sehat. Amin.

, , , Health Gie

20 thoughts on “Belajarlah Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif ke Klaten

  1. luar biasa klaten. selamat ya!
    IMD ini memang masih banyak yg belum aware…ditambah lagi gempuran susu formula ke rumah2 sakit atau rumah bersalin, di mana ketika bayi baru lahir, suster (yg sudah disponsori oleh perusahaan susu) akan menganjurkan susu formula ketimbang membantu si ibu memberikan IMD ke bayi…
    mudah2an ke depannya semakin banyak yg aware dan melakukan IMD.
    :)

  2. Jadi ingat, kemarin berbalas mention di twitter sama DV tentang orang Klaten. Dia bilang, Klaten adalah penghasil orang-orang paten… Hahaha.. benar-benar sebuah narsisme yang patut diacungi jempol.. :D

    Semoga dedek Diana bisa menikmati ASI hingga 2 tahun ya Gie..
    Kami sudah melihat dan merasakan sendiri bagaimana dampak dari pemberian ASI yang lengkap hingga usia 2 tahun tersebut. Sungguh, itu adalah anugerah Tuhan yang tiada tara. Manfaatnya bagi pertumbuhan anak-anak sungguh luar biasa..

  3. Belajar dari saya, anak pertama, yang mendapat ASI selama dua tahun (menurut cerita nyokap), sementara adik-adik saya tidak mencapai dua tahun, kayaknya salah satu faktor tidak penuhnya ASI diberikan adalah tingkat kepadatan kegiatan sang ibu, dan kalo udah begini giliran si bapak yang kudu ditotok karena mbiarin si ibu kerja juga –a

  4. Tapi klo setetes air selain ASI itu gak termasuk ASIX kan menurut juknis dan juklak menkes.. yg jadi perhatian aku adalah banyaknya rumah sakit dan BPS (bidan praktek swasta) yg gak pake tanya ke ibunya langsung nyosor aja ngasih susu kaleng.. gagal deh tuh ASIX..

    Soal IMD apa lagi.. banyak yg setelah lahir anak dimandikan bukannua diletakkan ke perut sang ibu.. aaahh.. emang perlu perda deh.. klo pontianak sedang godok perda IMD dan ASIX seh.. mudah2an waktu suatu hari nanti klo melahirkan.. aku gak perlu buat surat perintah sama perawat dan bidan di rumah sakit untuk gak ngasih susu kaleng pas anak lahir.. hmm..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *