Kemarin saya menemani istri yang sedang ingin mengunjungi Bobo Fair 2012. Festival anak-anak yang diadakan di Jakarta Convention Center ini mengambil tema “Journey to the World”. Di dalam arena pameran, pengunjung pameran bisa melihat delapan World Miniature 3 dimensi, yaitu antara lain Candi Borobudur, Piramida, Opera House, Menara Eiffel, Coloseum, Patung Liberty, Big Ben, dan Igloo. Anak-anak tampak memenuhi semua stand dan juga memenuhi arena lomba, mulai dari Lomba Princess Look Alike sampai Lomba Kids Boyband and Girlband. Meskipun semua stand menarik, saya paling terkesan dengan stand yang menampilkan karya anak-anak berkebutuhan khusus.

Di ajang Bobo Fair ini, anak-anak berkebutuhan khusus menunjukkan prestasi mereka dalam bidang olahraga, seni, dan kebudayaan. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam kunjungannya ke Bobo Fair menyampaikan kepeduliannya kepada anak berkebutuhan khusus agar terus berkarya sesuai minat dan bakatnya. Beberapa hasil lukisan yang dipajang di stand itu membuat saya terkagum-kagum. Lukisannya malah lebih bagus dari anak-anak lain, begitu pikir saya. Ketika saya melihat karya foto anak berkebutuhan khusus, saya bahkan berpikir, “foto ini lebih bagus dari foto saya”.
Lima karya foto yang dipajang adalah hasil jepretan seorang anak berkebutuhan khusus bernama Audrey Demitry Elaine. Meskipun memiliki keterbatasan, mahasiswi Universitas Pelita Harapan ini memiliki passion dalam dunia fotografi. Audrey yang kini mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual ini tertarik dengan dunia fotografi karena baginya fotografi merupakan media ekspresi yang menarik. “Karena selalu ada seribu cerita di balik sebuah foto,” ucap gadis 21 tahun ini. Selain bisa menangkap momen-momen berharga, bagi Audrey, fotografi bisa menjadi karya seni dengan konsep dan interpretasi yang berbeda bagi setiap orang. Audrey ingin setiap orang menginterpretasikan karya-karyanya dengan cara yang berbeda-beda.
Mari menginterpretasi karya foto Audrey Demitry Elaine. Mari mengapresiasi karya anak-anak berkebutuhan khusus lainnya..




Melihat sekilas saja, saya juga membatin hal yang sama: “Foto ini jauh lebih bagus dari pada foto-foto hasil jepretan suami saya.”
HAHAHA…
Sih masa’ sih?
emang suaminya bisa moto ya mba? huehehe.. jangan disamakan akh.. hehe
Apa maksudnya ini?
Ga tau deh, mau ngomong apalagi. TAKJUB. GILA. KEREN. Sangat sangat menginspirasi.
Emejing!
fotonya bagus bagu gan…
bagus sekali hasil jepretan mereka. hiks.. padahal saya juga sudah pernah belajar photographi tapi masih saja begitu-begitu doang.;
Teruslah dan selalu belajar, Mas..
Fotografi itu keseharian kita..
keren ya, yang berkebutuhan khusus saja bisa menghasilkan karya yang bagus gini..
btw, tampilan blog mulai kapan mas gantinya?
Iya, Mbak. Saya malu jadinya..
Sudah ganti theme sejak pertengahan bulan Juni lalu, Mbak..
Tuhan memang maha adil memberi setiap manusia kelebihan masing-masing
waduh lupa lagi nih kesini…. minggu lalu berhasil diingatkan festival flora dan fauna.. sekarang lupa yang bobo fair… hiks…..
Sepertinya perlu dikasih reminder, Mas.
Mungkin Alloh menguji mereka dengan kekurangan sekaligus menganugrahi mereka dengan keunggulan yang lain mas
Iya, Mas. Tuhan juga menciptakan malaikat khusus untuk mereka, yaitu orangtuanya..
Ya ampun keren-keren yah. Jauh dari hasil jepretan saya.
Ah Deny merendah deh..
Salah satu pendukung kualitas gambarnya adalah resolusi camera yang digunakan. Tapi salut Om, hasilnya seperti wallpaper kelas atas.
Inget kalimat fotografer terkenal itu ya, “Kamera terbaik adalah kamera yang kamu miliki sekarang”
Bukti bahwa anak itu ciptaan Tuhan yg paling sempurna mas
Bagaimanapun kondisinya.
Sepengetahuan saya, anak SN itu dari ‘cluster’ otaknya hanya sedikit bahkan satu macam saja yg rusak. Ada banyak cluster lain yang normal. Nah, orang tua atau guru bisa masuk di tempat yang normal tersebut sehingga mereka bisa berkembang jauh lebih baik.
Banyak contohnya, anak SN justru mempunyai keahlian yang lebih bagus ketimbang mereka yang normal
wow … keren ya foto fotonya
Wah, keren banget ya…
Jadi malu aku nek moto hasilnya gitu gitu doang hihihi
Hhhehe, sama-sama malu kayak saya.
keren foto2 nya sob. Hasil jeperetan saya aja masih kalah. Harus tetap di beri semangat biar ilmu fotografinya terus berkembang.
Salut!!
Apalagi sama mereka-mereka yang memang bekerja keras dan sungguh niat dengan apa yang ia sukai itu…
perlu hal khusus dan pembelajaran yang khusus dan extra pula…Dan pengajar nya pun harus memiliki kesabaran tinggi
Tos dulu om, saya juga belum tentu bisa bikin jepretan sebagus itu -_-
waduh keren banget tuh fotonya mas Gie. saya malah nggak bisa ngimbangin
Terkadang mereka yang punya kekurangan secara jasmani cenderung punya kelebihan yang tidak dimiliki orang normal pada umunya
.
keren2 ya fotonya
Fotografi….. aku suka tapi aku tidak mengerti. #nahloh
ABK itu konon emang punya sensitivitas lebih tinggi termasuk dalam bidang seni. Tuhan memang Maha Adil ya
aku kirain anak berkebutuhan khususnya beneran anak-anak (6-12 tahun) gitu mas..
Jadi termotivasi untuk mengambil foto2 yang bagus.
Intinya kekurangan bukan halangan,
Anak2 berkebutuhan khusus memang bukan anak-anak biasa sih, itu sebabnya yang mereka hasilkan pun biasanya luar biasa.
Ah hasil fotonya memang keren banget.
wah ternyata giewahyudi.com uda ganti template. uda lama ga main kesini. btw, load blognya agak lama mas. apa karna visitorsnya jutaan ya..
Wah, foto2nya bagus…
fotonya bagus-bagus y…:)