Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

AXIS Java Jazz Festival 2011, Hari Terakhir

JIExpo Kemayoran, Jakarta
Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011

Semeru Garuda Hall. 14.45-15.45 WIB

Memulai gelaran hari terakhir Java Jazz Festival 2011 ini, vokalis jazz Roberta Gambarani tampil dengan musisi jazz lainnya. Ada Maurice Brown (trumpet), Abraham Laboriel (bassis), Walfredo Reyes Jr (drummer), dan Brian Simpson (pianis). Kelima musisi jazz kelas dunia ini tampil memukau sekitar dua ribuan penonton yang memenuhi Semeru Garuda Hall selama sekitar satu jam. Vokal Roberta Gambarani yang sangat nge-jazz sesekali ditingkahi dengan lengkingan nada trumpet Maurice dan menghasilkan nuansa jazz kelas dunia.

Roberta Gambarani, Java Jazz 2011

Masing-masing musisi jazz itu kemudian menampilkan aksi solo dan sangat terlihat talenta masing-masing. Tidak hanya tepuk tangan, penonton beberapa kali melakukan standing applaus. Hebatnya penampilan Gambarani Cs sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya karena bos Java Jazz Festival, Peter F Gontha datang menyaksikan penampilan mereka. Bahkan beberapa kali, Peter F. Gontha mengabadikan penampilan mereka dengan kameranya. “Ini merupakan kesempatan yang langka untuk mempertemukan mereka dalam satu panggung dan melakukan jams session. Sebagai musisi kelas dunia, masing-masing mampu melakukan dialog di atas panggung melalui musik, musik jazz,” ujar Peter Gontha.

B2 Nokia Hall. 16.30-17.30 WIB

Perjalanan mengharukan dijalani oleh band Drew di ajang Java Jazz Festival ini. Band yang belum pernah merilis album ini, baik di jalur indie maupun di label mainstream, pada Java Jazz Festival 2008 hanya tampil di atas lantai, kemudian pada Java Jazz Festival 2009 mereka tampil di lobi, dan akhirnya pada Java Jazz Festival tahun ini mereka mendapatkan jatah panggung. Band kecil yang digawangi oleh Sashi pada vokal, Aji pada gitar, Shanda pada bass, dan Putra pada drum ini tampil memukau penonton. Pada penampilannya itu, Drew menyuguhkan lagu-lagu ciptaan mereka antara lain Radio dan Unromantic. Drew juga tampil dengan Bayu Risa dengan membawakan hits Percayalah.

Semeru Garuda Hall. 16.45-17.45 WIB

Musisi jazz senior, Bubi Chen, tampil memukau pengunjung yang memadati Semeru Garuda Hall. Meski mengaku sudah tidak terlalu jelas melihat not balok, Bubi Chen masih piawai memainkan tuts piano. Penonton sangat menunggu-nunggu penampilan musisi gaek kelahiran 9 Februari 1938 ini, bahkan sampai takjub. Tak urung penonton terbawa suasana yang terlalu serius, namun kemudian Bubi Chen yang sudah belajar piano secara otodidak sejak tahun 1943 ini memecahkan keheningan dengan misalnya berujar, “Mana tepuk tangannya?” Penonton yang masih serius terlihat sekali terlambat bertepuk tangan. Dalam penampilannya tersebut, Bubi Chen mengiringi vokalis Amanda Sheira. Lagu Body and Soul dibawakan dengan permainan piano yang luar biasa.

Lebih atraktif lagi pada lagu ketiga, I Have A Dream, Sheira mengundang dua dancer ke panggung untuk mengiringi penampilannya. Lagu-lagu berikutnya dibawakan dengan nuansa pop, itulah yang ditanyakan beberapa temannya ketika Bubi Chen akhir-akhir ini malah berpaling ke musik pop. Karena itu juga, Bubi Chen membentuk grup Bubi Chen Plays Pop! Bubi Chen dengan pelan-pelan berkata, “Musik di dalam ini bukan hanya jazz, tapi banyak warna musik lainnya dan saya bangga sekali.” Bubi Chen kemudian melanjutkan, “Musik jazz Indonesia makin kaya warnanya. Saya sendiri bangga sebagai musisi jazz. apalagi sekarang melihat musisi muda penuh talenta, membawa musisi jazz dengan kreatif”. Tak jarang di sela-sela permainan pianonya, Bubi Chen mengangkat jempol tangannya untuk rekan-rekan mudanya di Bubi Chen Plays Pop!

D2 Axis Hall. 17.45-18.45 WIB

Fariz RM tampil di Axis Java Jazz Festival tanpa melewatkan dua lagu yang sudah identik dengan nama Fariz RM, yaitu lagu Barcelona dan Sakura. Untuk memuaskan para penontonnya, Fariz RM langsung membawakan dua lagu itu secara medley. Penonton dengan sendirinya menjadi paduan suara dadakan yang ikut menyanyikan dua lagu yang terkenal di era 1980-an itu. Fariz RM kemudian membawakan lagu-lagu andalannya seperti Susi Beleo, Saat Terindah, Belenggu, Fenomena, dan diakhiri dengan lagu Melangkah ke Seberang. Dalam penampilannya tersebut, Fariz RM diiringi oleh Barry Likumahuwa dan Erwin Gutawa.

A2 BNI Hall. 20.00-21.00 WIB

Seperti yang sudah saya bayangkan sebelumnya, GIGI akan menyuguhkan penampilan yang mengagumkan di Axis Java Jazz Festival 2011 ini. Seperti biasa, sang vokalis Armand Maulana, tampil energik meskipun sedang berkolaborasi dengan grup jazz Ron King Big Band. “Akhirnya GIGI bisa manggung di Java Jazz,” begitu ucap Armand Maulana di sela-sela penampilannya. Meskipun GIGI sudah mengirimkan aransemen untuk dipelajari Ron King pada awal Januari lalu, mereka baru berlatih dengan Ron King Big Band secara langsung pagi harinya sebelum tampil. Meskipun begitu, GIGI tampil dengan luar biasa.

Konsep Rockabilly yang GIGI punya dan konsep Big Band milik Ron King bisa berpadu dengan sempurna. Empat layar disediakan untuk memuaskan semua pengunjung yang menyaksikan kolaborasi band pop-rock GIGI bersama para komposer dan peniup handal itu. Selama satu jam, GIGI membawakan delapan lagu mereka dengan diiringi instrumental jazz ala Ron King Big Band. Lagu-lagu itu antara lain Ya Ya Ya, Terbang, Nakal, Melayang, 11 Januari, dan Bumi Meringis. Armand Maulana sempat berujar, “Semoga jazz panjang umur”, yang disambut dengan sorak sorai penonton.

D2 Axis Hall. 20.15-21.15 WIB

George Benson menjadi bintang pada malam terakhir penyelenggaraan Axis Java Jazz Festival 2011. Muncul dengan memakai jas ungu dan kaos hitam, George Benson langsung melemparkan senyumnya kepada penonton yang memenuhi D2 Axis Hall. Pria berkulit hitam ini kadang menunjukkan goyangannya yang khas, bahkan sesekali pria kelahiran 22 Maret 1943 ini menjentikkan jarinya. George Benson memilihkan lagu-lagu yang banyak dipesan penonton yang didominasi oleh orang-orang tua itu. Lagu-lagu romantis seperti In Your Eyes, Moon Light, dan Nothing Gonna Change My Love for You. Lagu-lagu romantis yang terkenal sejak tahun 1980-an itu membuat para penonton kembali kepada kenangan di masa lampau.

Selain lihai berolah vokal, George Benson juga piawai memainkan gitar Ibanez GB10 berwarna kuning telur yang selalu menemani aksi panggungnya itu. Selain karena musikalitasnya yang tinggi, penonton juga terkagum dengan aksinya yang atraktif meskipun umurnya sudah hampir berkepala tujuh. Semangat itu yang menyebar ke seluruh panggung, penonton selalu berteriak histeris ketika lagu-lagu George Benson tersebut selesai dinyanyikan. Selain itu, George Benson juga berbagi cerita tentang karir dan makna dari lagu yang diciptakannya. Salah satunya adalah lagu Greatest Love of All yang menjadi biopic Muhammad Ali. Dalam penampilannya selama satu jam, George Benson berhasil memukau seluruh penonton.

Dji Sam Soe Jazz Corner. 21.30-22.15 WIB

Java Jive menutup gelaran Axis Java Jazz Festival 2011 dengan delapan lagu terbaiknya. Meski nama Java Jive hilang timbul, akhirnya mereka bisa menyapa para penggemarnya di Java Jazz kali ini. Tepat pada pukul 22.26 WIB, lagu Kau yang Terindah dilantunkan sebagai lagu pembuka. Ruangan Dji Sam Soe Jazz Corner yang tidak terlalu luas ini dipenuhi oleh 500-an penonton, padahal di luar masih ada ratusan penonton yang ingin masuk. Band asal bandung ini kemudian melanjutkan dengan lagu Cantik tapi Menyakitkan dan semua penonton ikut bernyanyi.

Meskipun sudah lama menghilang, tidak ada perubahan berarti dalam formasi dan musik Java Jive, kecuali penampilan mereka yang lebih dewasa. Celana pendek yang dulu sering dipakai tidak lagi terlihat di panggung semalam. Sang vokalis, Dani, menggunakan kemeja ungu muda dan jas hitam, sedangkan Fatur tampil lebih segar dengan kemeja oranye dan celana putih. Lagu-lagu seperti Menikahlah Denganku, Gadis Malam, dan Gerangan Cinta membuat semua penonton ikut bernyanyi bersama Java Jive. Bahkan di lagu terakhir, para penonton yang sebelumnya hanya duduk manis kemudian ikut berjoget bersama.

Sampai jumpa di Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2012
JIExpo Kemayoran, Jakarta 2, 3, dan 4 Maret 2012

19 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *