Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

AXIS Java Jazz Festival 2011, Hari Pertama

Di antara isu reshuffle kabinet dan konflik PSSI yang tak kunjung usai, puluhan ribu orang dengan damai menyaksikan festival musik jazz terbesar tahun ini. Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011 yang dimulai kemarin langsung menghentak pada hari pertama. Carlos Santana yang dengan susah payah didatangkan ke Indonesia akhirnya menjadi mega bintang pada hari pertama gelaran festival jazz terbesar se-Asia ini.

Santana, Java Jazz 2011

Java Jazz Festival 2011 dimulai dengan penampilan grup jazz Ron King Big Band di Stage C2 Femina Group Hall pada pukul 17.00 WIB. Ron King, pentolan dari grup jazz itu, mendapatkan penghargaan Hall of Fame pada Java Jazz Festival kali ini karena telah berpartisipasi dalam Java Jazz sebanyak lima kali. Ron King Big Band yang pada Java Jazz 2009 mengiringi Slank, tahun ini juga akan mengiringi Gigi pada hari Minggu nanti. Tak mau mengecewakan panitia, Ron King dengan lihai meniup trumpetnya untuk memuaskan penonton. Bersamaan dengan tampilnya Ron King Big Band, dua grup jazz juga tampil di panggung yang berbeda yaitu Kirana Big Band dan Suddenly September.

Banyak sekali musisi jazz yang hadir, sehingga Anda harus menentukan pilihan. Young Boys, Aditya, dan Danjil kemudian tampil di panggung masing-masing. Nama terakhir yang disebut adalah musisi jazz asal Maluku yang sudah berkiprah di Belanda. Penampilan Danjil kali ini banyak menyita perhatian penonton. Dira J. Sugandi yang tampil di Stage A3 BNI Hall pada pukul 18.00 kemudian menghipnotis para penonton dengan tarikan vokalnya. Dira juga menyanyikan tiga lagu Essentially Yours, Still A Friend of Mine, dan Talkin Aloud milik Incognito.

Dira J. Sugandi juga tak lupa berterima kasih pada Incognito yang telah membesarkan namanya menjadi penyanyi kelas dunia. β€œSaya belajar banyak dari tiga lagu Incognito tadi,” ungkap Dira. Bersamaan dengan tampilnya Dira J. Sugandi, di panggung lain pemain harmonika asal Jerman Hendrik Meurkens dan grup jazz instrumental BAUCHKLANG menunjukkan kebolehannya. Setelah itu, Andien tampil dengan grup jazz-nya yang bernama Chamber Jazz bersama Iwan Hasan, Enggar Widodo, dan Mery Kasiman.

Setengah jam setelah Dira J. Sugandi naik panggung, Stage D2 Axis Hall dibuka dengan menampilkan grup Acoustic Alchemy. Meski para personelnya hanya tampil sederhana dengan t-shirt polo, Acoustic Alchemy menampilkan musik yang mengagumkan. Permainan gitar akustik dengan melodi yang menawan yang diiringi keyboard dan drum yang bersatu padu membuat ratusan penonton histeris. Sementara di panggung lain, Notturno feat The Soundscape, Mike’s, Daniel Amat, dan Indro Hardjodikoro memberikan pertunjukan yang berkesan. Minangapentagong dan Karty Rosen Trio juga tampil dalam waktu yang bersamaan.

Semakin malam, pertunjukan semakin ramai namun panitia Java Jazz Festival sepertinya telah belajar dari pengalaman tahun lalu. Menempatkan musisi-musisi kelas atas di jam-jam malam lebih bijaksana untuk mengatasi resiko rush-hour pada hari Jumat malam. Namun pukul 19.00 WIB pertunjukan semakin ramai, hampir semua panggung menampilkan pertunjukan dalam waktu bersamaan. Bagi pecinta musik jazz tentu lebih baik untuk mempunyai 18 nyawa agar bisa menikmati semua panggung. πŸ™‚ Selanjutnya, Glenn Fredly tampil di Stage A2 BNI Hall dengan berbagi kegalauan, β€œCerita di negeri dongeng ini, kalau memang harus diganti itu ketua sepakbola yang nggak mau turun-turun, ya udahlah turun saja. Itu membuat saya galau,” ucapnya.

Setelah bergalau ria, Glenn langsung membawakan lagu Akhir Ceritta Cinta. Tapi belum selesai satu lagu, Glenn curcol lagi. β€œDi negeri dongeng, polisi dan politisi kerja sama. Saya bayar pajak, tapi kemana pajak itu?” curhatnya. Tanpa melanjutkan Akhir Cerita Cinta, Glenn langsung menyanyikan lagu Tega. Glenn juga membawakan lagu Merpati Putih karya almarhum Chrisye namun dengan nuansa Jazz RnB. Setelah itu, Glenn mengajak Lukman Sardi naik panggung untuk membacakan puisi Sajak Sebatang Lisong karya WS Rendra dengan diiringi saxofone. Glenn menutup penampilannya dengan lagu Kembali ke Timur yang membuat ratusan penonton terkesima.

Setelah Glenn, Marcell tampil dengan nuansa etnik. Lagu Firasat dibawakan dengan tempo yang lebih rendah. Band pengiringnya pun ditambah dengan pemain flute dan gendang sehingga nuansanya lebih Melayu. Kemudian rapper Pandji Pragiwaksono naik panggung dan membawakan sebuah lagu. Ketika Pandji sedang asik nge-rap, Marcel membawakan tembang Jawa. Marcell juga membawakan lagu Candu Asmara dengan nuansa yang lebih nge-groove. Ketika Marcell tampil, musisi-musisi lain seperti gitaris Fareed Haque, David Garfield, David Manuhutu, Iwan Abdie, grup KSP, Kilimanjaro, The Groove, Maurice Brown, dan Brian Culbertson juga tampil di panggungnya masing-masing.

Pukul 21.00, bintang Java Jazz tahun ini akhirnya tampil juga. Gitaris Carlos Santana tampil dalam Special Show di Stage D2 Axis Hall. Untuk menonton Special Show di Java Jazz Festival, Anda harus membeli tiket khusus untuk Special Show ini. Fantastisnya, 10.000 tiket Special Show Santana ini telah ludes terjual pada tanggal 2 Maret 2011. Santana yang menolak hadir pada acara kampanye penanaman pohon di Ancol kemarin pagi tampil energik di hadapan penonton yang histeris.

Sebelum Santana tampil, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Dan akhirnya Santana membawakan lagu Black Magic Woman. Lalu disambung dengan lagu Gipsy Queen, Oye Lomowa, Maria Maria, Foo Foo, Corazon Espinado, Jinggo, dan Europe. Tanpa jeda Santana membuat kagum semua penontonnya. Dan akhirnya lagu yang dinantikan, Smooth, dimainkan juga. Setelah hampir satu jam memainkan gitarnya, Santana menutup penampilannya dngan lagu Dame to Amor yang disambut tepuk tangan panjang para penonton.

Ketika penonton Special Show Santana terbuai dengan permainan gitar yang ciamik itu, rocker Andy /rif berduet dengan Rebecca. Sebuah penampilan yang cukup aneh di tengah pesta musik jazz, namun berhasil menarik perhatian para pengunjung. Grup jazz Dwiki Darmawan & Angklung Jazz Ensemble, Ruben Hein, Sondre Lerche, Tjut Nyak Deviana, Glen Dauna feat Farrah Di, Idang Rasjidi, dan Barry Likumahuwa Project pun tampil ketika Santana memeriahkan Special Show itu.

Setelah Santana turun panggung, Roy Hargrove Quinter tampil di Stage D1 TEBS Hall. Tompi, The Nairobi Trio featuring Jonas Julio, dan EndahNRhesa pun tampil di panggungnya masing-masing. EndahNRhesa yang merupakan duo gitar dan bass serta vokal ini menempati Stage Jazz Corner. Menariknya di stage ini, para penonton duduk rapi untuk menikmati penampilan duo yang terkenal karena lagu When You Love Someone itu.

Malam terus beranjak dan Fourplay yang telah ditunggu-tunggu pun tampil. Tepat pukul 23.00 WIB, Fourplay tampil di Stage A3 BNI Hall. Musik smooth jazz yang dimainkan Fourplay memang sangat enak di telinga penonton. Lagu Chant yang dibawakan Fourplay mampu membuat para penonton histeris. Ketika Fourplay tampil, Zap Mama dan Robert Glasper Experimnet pun tampil memukau penontonnya. Belum selesai Fourplay tampil, di panggung utama Stage D2 Axis Hall sudah riuh lagi karena Corinne Bailey Rae akan segera tampil. Gitaris dan sekaligus vokalis asal Inggris itu memang ditunggu-tunggu para remaja dan anak muda. Dalam kunjungan pertamanya ke Jakarta, Colinne Bailey Rae memanjakan penggemarnya dengan lagu-lagunya yaitu antara lain Feel for First Time, Just Like a Star, dan Put Your Records On.

Penampilan penutup hari pertama Java Jazz Festival 2011 antara lain adalah Los Amigos dari India yang membuat para penonton menari, Roberta Gambarani, Nita Aartsen feat Michael Paulo, Indra Aryadi, DJ Lola Alicia, dan penampilan Calvin Jeremy yang sangat cool. Hari pertama saja sungguh mengagumkan, hari kedua tentu akan menjanjikan penampilan musisi-musisi jazz yang lebih seru. Pada hari kedua ini ada dua Special Show, Santana dan George Benson. Selaim itu, ada musisi jazz lokal yang baru akan tampil di hari kedua ini seperti ESQI:EF (Syaharani and the Queenfireworks) dan Maliq & D’Essentials.

Untuk mengikuti Java Jazz Festival memang perlu energi yang cukup. Salah satu tipsnya adalah datang lebih cepat untuk menghindari macet. Selain membuat Anda capek di jalan, Anda tentu akan ketinggalan penampilan musisi jazz favorit Anda. Tapi bila Anda kecapekan di tengah-tengah konser, lebih baik Anda mampiir ke Axis Lounge. Di Axis Lounge, Anda bisa duduk santai di kursi pijat atau sekedar mengecas ponsel. Di Axis Lounge juga disediakan laptop dengan jaringan internet sehingga Anda bisa berselancar di internet. Tetapi jangan lama-lama ya karena musisi-musisi jazz sudah menunggu Anda di panggung. Saatnya ber-Java Jazz!

Ilustrasi dari http://twitter.com/javajazz2011

34 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *