Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

AXIS Java Jazz Festival 2011, Hari Kedua

Gelaran hari kedua Axis Java Jazz Festival 2011 diwarnai dengan hujan yang sempat mengguyur JIExpo Kemayoran Jakarta. Meskipun begitu, ribuan penonton tetap datang berduyun-duyun memadati Pekan Raya Jakarta Kemayoran. Sejak pukul 16.00 WIB pengunjung sudah memadati lokasi dan untuk memanfaatkan waktu yang masih tersisa beberapa pengunjung berfoto dengan poster-poster artis dari luar negeri. Poster-poster Fourplay, Carlos Santana, dan George Benson yang terdapat di dekat pintu masuk menjadi sasaran aksi narsis para pengunjung.

Tepat pukul 17.00 WIB, gelaran hari kedua Axis Java Jazz Festival 2011 dimulai dengan beberapa musisi jazz yang tampil di panggung masing-masing dalam waktu yang bersamaan. Steve Smith & Vital Information feat Vinny Valentino tampil di panggung A2 BNI Hall, Nial Djuliarsi : The Jazz Soul of Ismail Marzuki tampil di panggung C1 First Media Hall, Rafi & The Beat tampil di panggung Masima Front Stage, dan Spero tampil di panggung Kementerian Pariwisata Stage 1. Selain itu, di panggung JavaJazz Stage juga ditampilkan AXIS Road to Java Jazz Special Project.

Di panggung AXIS Road to Java Jazz Special Project ini ditampilkan tiga finalis yaitu band Holiday dari Yogyakarta, East Project dari Bandung, dan D’Friends dari Makassar. Holiday menghibur penonton dengan membawakan lagu Keong Racun. Bahkan band Holiday mendapatkan kejutan karena Maurice Brown ikut bergabung dengan mereka. Seperempat jam kemudian, Oele Pattiselano memukau penonton di panggung Semeru Garuda Hall. Gugus Blues Shelter pun tampil di panggung Jazz Corner.

Baru setengah jam gelaran hari kedua Axis Java Jazz Festival 2011 dimulai, penonton di panggung utama D2 Axis Hall langsung disajikan dengan Special Show George Benson. Musisi legendaris yang sudah bisa menciptakan single berjudul She Makes Me Mad paad usia sepuluh tahun ini berhasil memukau ribuan penonton dengan lagu-lagu yang romantis dalam penampilan bertajuk George Benson Tribute to Nat King Cole itu. Bersamaan dengan tampilnya George Benson di panggung Special Show, gitaris dan vokalis asal Norwegia Sondre Lerche kembali menghibur pengunjung Axis Java Jazz Festival 2011. Setelah semalam memukau dengan tampilan sederhana dan permainan gitar akustik yang luar biasa. Sondre Lerche kembali membuat para penonton bernyanyi bersama di panggung B1 BNI Hall.

C-Man yang digawangi Erucakra Mahameru ini tampil di The Stones Stage pada pukul 18.15 WIB. Penampilan C-Man pada Axis Java Jazz 2011 memang masih baru ini namun hasil karya komposer jazz modern Erucakra ini telah menembus tangga lagu Apple iTunes. Lagu-lagu andalannya antara lain Aranti’s Code, Navrian, dan The Consultant. Selain itu dalam kesempatan tadi malam, C-Man juga membawakan lagu The Dude karya Quincy Jones. Hebatnya lagi, C-Man menggabungkan lagunya yang berjudul Cicak dengan lagu Come Together milik The Beatles. Penampilan perdana C-Man mampu membuktikan bahwa musisi jazz Indonesia tidak kalah dibandingkan musisi asing.

Sementara C-Man menampilkan kebolehannya, di panggung A1 BNI Hall grup asal Australia, Bauchklang, tampil membawakan lagu Rhythm of Time. Tampil dengan formasi yang minimalis namun musik Bauchklang tampil mengagumkan. Bahkan Bauchklang tampil atraktif dengan menarik dua penonton untuk naik ke atas panggung. Grup Simak Dialog juga tampil di panggung C2 Femina Group Hall dalam waktu yang bersamaan. Gelaran Java Jazz sendiri sangat berkesan bagi Riza Arshad yang mendapatkan penghargaan The Most Dedicated Indonesian Artist/Group. Penghargaan yang diserahkan oleh EQ Humania ini dikarenakan Riza dianggap peduli pada perkembangan musik jazz di Indonesia. Sementara itu Soulvibe juga tampil di panggung A3 BNI Hall.

Beberapa saat kemudian, Robert Glasper Experiment tampil di panggung D1 TEBS Hall. Sementara itu, East Mania feat Kai Eckhardt juga memukau penonton di panggung B2 Hall Kementerian Perdagangan dan Four on The Floor tampil di Jazz Corner. Di panggung JavaJazz Stage, musisi lokal Jopie Item tampil dan ketika itu di BROMO 2 Music Clinic Room, Bob James sedang memberikan piano clinic dan Vinny Valentino memberikan guitar clinic.

Pada gelaran Axis Java Jazz Festival kali ini, beberapa musisi melakukan penghormatan pada almarhum Elfa Seciora. Titi Dj, Hady Yunus, Yovie Widyanto, Andien, Elfa’s Singer, dan Elfa’s Jazz Youth menggelar penampilan bertajuk “Elfa Seciora and His Legacy Lives On” pada pukul 20.00 WIB. Penampilan mereka di panggung utama D2 Axis Hall itu mendapat sambutan hangat dari para penonton yang juga mengagumi sosok Elfa Seciora. Bersamaan dengan acara tribute untuk Elfa Seciora, di panggung lain Chuck Loeb, Jose James, Rhoda Scott, Shadow Puppet Quartet, Drew, dan Sr Mandril sedang menunjukkan kepiawaiannya masing-masing. Dua musisi Indonesia juga tampil dalam waktu bersamaan, Ello dan Danjil. Danjil yang pada hari pertama tampil terlalu cepat pada pukul 17.30 WIB, tadi malam cukup leluasa menarik perhatian penonton.

Di panggung A3 BNI Hall, grup jazz asal Inggris, Acoustic Alchemy, tampil kembali setelah menghibur penonton pada penampilan di hari pertama. Grup musik beraliran instrumental smooth jazz ini membawakan sepuluh lagu di antaranya Jamaica Heartbreak, Playing for Time, dan Overnight Sleep. Permainan duet gitaris Grek Carmichael dan Miles Gilderdale yang dipadukan dengan permainan bass Julian Crampton dan drum Greg Grainger menghasilkan musik jazz yang berkesan ringan fi telinga, namun memiliki karakter yang kuat.

Grup jazz LLW (Lesmana Likumahuwa Winarta) juga tampil di panggung A1 BNI Hall pada pukul 20.45 WIB. Grup jazz yang digawangi oleh Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, dan Sandy Winatra ini tak perlu lagi diragukan kualitas musikalitasnya. Lewat aksinya yang membawakan lagu lama berjudul Bulan di Atas Usia. Grup LLW juga membawakan laguu baru mereka yang diciptakan untuk mengenang para musisi jazz terdahulu. “Sebab kita nggak akan ada di sini tanpa mereka, ada Didi Patirani, Jack Lesmana, Boby Chan, Benny Likumahuwa,” ujar Indra Lesmana. Lagu tribute itu dibawakan bersama DJ Cream dan rapper Kyriz Boogiemen. Penonton pun semakin terhibur karena Dira J. Sugandi juga ikut bergabung dengan grup LLW.

Bersamaan dengan tampilnya grup LLW, musisi jazz yang selalu tampil di Axis Java Jazz Festival, Andien, berhasil memukau penonton di C2 Femina Group Hall. Kali ini, Andien sedikit berpenampilan bebeda dari biasanya. Bila biasanya Andien tampil dengan gaun berpotongan mini, kali ini Andien tampil dengan gaya maskulin. Andien menjelaskan bahwa tema penampilannya kali ini adalah “Andien : The B Sides”. Bukan tanpa sengaja, Andien malam ini membawakan lagunya yang terdapat di side B dari album-albumnya. Andien membuka penampilannya di depan sekitar 2.000 penonton dengan lagu Meniti Pelangi. Kemudian Andien melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu Kirana, Pulang, Gemintang, Keraguan, Tentang Aku, dan diakhiri dengan single terakhirnya, Moving On. Meskipun sempat beberapa kali ada sound yang mengganggu, penghayatan Andien pada semua lagu memang patut diacungi jempol.

Setelah Andien, kini giliran musisi jazz Syaharani yang tampil bersama grup jazz-nya, ESQI:EF. Syaharani kerap mengajak penonton untuk ‘sing a long’ di panggung B2 Hall Kementerian Perdagangan. Sementara di panggung lainnya, George Duke All Stars, Joey DeFrancesco, dan The Jongens Jazz Quartet tampil di hadapan para pengunjung.

Di panggung D2 Axis Hall, Special Show kembali menampilkan Santana. Santana yang pada hari pertama sudah menjadi maha bintang, semalam kembali menunjukkan kedahsyatannya. Sementara Santana tampil, di panggung A2 BNI Hall tampil Jamie Lidell. Maurice Brown yang sebelumnya memberi kejutan pada penampilan band Holiday akhirnya bisa menyapa para penontonnya di panggung B1 Nokia Hall. Sementara itu di panggung C1 First Media Hall tampil Ruben Hein dan di JavaJazz Stage tampil Manna Band.

Malam kian larut dan semakin banyak artis lokal yang tampil. Indra Aziz Experiment tampil di The Stones Stage. Tohpati Bertiga yang sangat ditunggu-tunggu akhirnya bisa menyapa penonton di panggung C2 Femina Group Hall. Grup Husbands and Wives yang beranggotakan pasangan EndahnRhesa dan pasangan Otti Jamalus-Yance Manusama menunjukkan kemesraan dalam bermusiknya di panggung Medco Lawu 1 Hall. Husbands and Wives membawakan lagu Sunshine. Sementara Dwiki Darmawan & Angklung Jazz Ensemble tampil di panggung Kementerian Pariwisata Stage 1 dan Pitoelas Big Band tampil di panggung JavaJazz Stage.

Gelaran hari kedua Axis Java Jazz Festival 2011 semalam ditutup dengan penampilan Roy Hargrove Quintet di panggung C1 First Media Hall, Juan de Marcos & The Afro Cuban All Stars di panggung D1 TEBS Hall, The Nairobi Trio feat Jonas Julio di OSO Stage 2, dan grup jazz lokal Maliq & D’Essentials yang membawakan lagu Menari di panggung A2 BNI Hall. Di hari kedua ini, semakin banyak musisi yang ditampilkan dan para pengunjung semakin galau untuk memilih penampilan di panggung yang mana, tapi secara keseluruhan penampilan semua artis membuat penonton enggan beranjak dari depan panggung dan terus menunggu musisi jazz selanjutnya.

11 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *