About Gie

Setidaknya dua hal ini membuat saya susah untuk menulis tentang diri saya sendiri. Pertama, saya pasti kecewa kalau saya hanya menulis beberapa kalimat dalam halaman ini, karena terlalu banyak yang ingin saya tulis. Kedua, saya tidak akan bisa menulis tentang diri saya secara obyektif. Kadang saya menilai saya terlalu kurang dan kadang juga terlalu lebih.

Gie Wahyudi

Karena itu, saya hanya ingin menceritakan peristiwa yang mempengaruhi sebagian besar hidup saya dan tak menutup harapan, mungkin mempengaruhi hidup orang-orang lain. Saya ingat, sebelum saya memutuskan untuk berhenti menulis beberapa tahun yang lalu, ada satu hal tertinggal dalam sebuah perbincangan otak saya dengan hati saya. Ketika itu otak saya berkata, “Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini, melakukan kritik-kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi.”

“Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa yang sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong orang yang kurang beruntung, namun kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian,” otak saya terus berucap.

Saya tahu mengapa otak saya berkata begitu. Saya menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan ikut turun ke jalan. Ibu saya sering gelisah dan seolah ingin berkata, “Untuk apa semuanya ini? Hanya mencari musuh saja, tidak mendapat uang.” Karena saya takut dengan perkataan Ibu, saya mundur dan mengesampingkan kegelisahan dalam hati. Saya mematikan hati saya dan mematahkan ujung pena saya. Saya lalu memutuskan untuk menjadi seorang penakut dan pendiam. Meski saya tidak percaya kebenaran cerita Malin Kundang, saya tetap hormat pada apapun perkataan Ibu.

Seorang teman saya datang dan berkata, “Aku tahu kamu menganggap kamu seperti seorang Soe Hok-gie yang kau kenal dari buku berdebu itu. Jauh sebelum Riri Riza memperkenalkannya kembali kepada Indonesia lewat filmnya. Hok-gie seorang pejuang yang sendirian. Ketika Hok-gie meninggal di kawah Mahameru pun hanya seorang sahabatnya yang menemani, Herman Lantang.”

Saya tetap mendengarkan teman saya berkata, “Hok-gie tak pernah bermimpi karangan-karangannya yang ditulis di kamar temaram penuh nyamuk itu akan dibaca penduduk di kaki gunung Semeru. Tapi mereka mengenalnya melalui karangannya. Apa kamu ingin berjuang sendiri seperti Hok-gie?”

Begitulah pertanyaan akhir dari seorang teman saya itu. Teman saya itu tidak lain adalah hati saya sendiri. Pertanyaan yang sulit dan sampai sekarang belum saya jawab. Dan beberapa waktu yang lalu saya putuskan untuk mulai menulis lagi, setelah berpuluh-puluh purnama saya hanya membaca. Menulis adalah salah satu warisan Hok-gie yang saya terima dan saya akan mengemban ini dengan setia.

Hok-gie tak pernah membayangkan tulisannya dikenang dan kisah hidupnya difilmkan setelah lebih dari 30 tahun kematiannya. Begitu juga saya, saya hanya menulis apa yang menjadi kegundahan hati saya. Bila kebaikan yang saya tulis semoga bisa disebarkan dan bila keburukan yang saya tulis mohon diperbaiki.

Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah..

(Mandalawangi. 19 Juli 1966. Soe Hok-gie)

226 Comments

      1. eleh ternyata saya udah mampir to kesini xixi..lagi mencari cari siapa sosok dibalik giewahyudi.com 😀

  1. Tadi udah numpang lewat, terus numpang baca, terus numpang komen lagi. Makasih sudah berkunjung sebelumnya… Wah bagus nih lanjutin terus ya… Dan teruslah berkarya, mas!…

    😀

    1. Iya, tadi saya kira cuma mau lewat saja.
      Iya sama-sama ya, Mas. *salaman*
      Mari berkarya bersama untuk negeri tercinta. 🙂

  2. Halo, Mas Gie… Makasih udah menyempatkan diri berkunjung ke blog saya…
    Ah, Alun-alun Mandalawangi ya? Saya pernah sekali ke sana, waktu naik ke Pangrango… Malah sempet nangis di situ gara-gara kecapekan, hihihi… (anak manja koq dibawa naek gunung)… Tapi tempatnya memang unik dan indah… Puncak Pangrangp-nya juga megah banget…
    Ke Semeru belom sempat, tadinya mw tahun kemaren, tapi belom jodoh ternyata 🙂

    Salam kenal! ^_^

  3. Saya tahu Soe Hok Gie adalah seorang pemuda pejuang idealisme, yang meningal pada usia muda di puncak Semeru, tetapi saya belum pernah membaca buku atau biografinya. Dari membaca posting-posting di blog ini semoga saya akan menangkap spirit seorang Soe Hok Gie …

    salam

  4. tes tes…???

    tok tok tok… (pintu diketok) asalamualaikum…!!!

    hhmmmm…!!! (tengok kanan kiri)

    “assalamualikummm????” wah orangnya lagi pergi kerja kali ya (grendengan)

    { 2menit kemudian nulis pesan singkat & ditaro dibawah pintu masuk }
    isinya begini :

    “hay… ane tau dari twitter… tau alamat ini juga dari twitter… tulisanya kerenn-kerenn… :)”

    “btw ane pangil ente apa nih..? mas, om, pak, bang, agan, apa gie aja nih..?”

    “salam kenal ya… salam semangat dan sukses buat GIE”

    wassalamualaikum…!!! (ngeloyor pergi)

    1. Iya, sahabat dari Twitter @giewahyudi sudah ada yang mampir ke sini..
      Tempat yangg lebih luas dari sekedar 140 karakter, semoga bisa digunakan untuk membangun karakter.. 🙂

  5. tadinya hanya numpang lewat, karena ada tulisan tentang indonesia mengajar,, tapi penasaran juga, akhirnya buka “about me”-nya yang ternyata keren.. jadinya pengen ninggalin jejak deh,, hehehe..
    salam kenal yah mas..

  6. It is appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I have read this post and if I could I want to suggest you few interesting things or advice. Maybe you could write next articles referring to this article. I desire to read even more things about it!

  7. dalam menjalankan misi “blogpacker” uda mengunjungi mas Gie…
    tulisannya bagus2..
    oya, sebelum pulang uda ada wasiat nih..
    jangan lupa berkunjung ke blog uda..

  8. kirain kembarannya soe hok gie (hehehe)

    punya ebooknya catatan seorang demonstran yang enak dibaca gak pak?
    saya download di beberapa tempat hasilnya jelek banget, halamannya ada yang kebalik-balik jadi susah dibaca

  9. setelah beberapa komentar ditinggalkan di halaman mimpipribumi, tidak pantas rasanya jika saya tidak meninggalkan jejak di halaman ini.

    kebetulan juga kita sama-sama menggunakan sebutan yang nyaris sama Giy dan Giey.

    terakhir, salam kenal dan selamat berkarya

  10. Wahh…

    mas ini sangat bermotivasi banget dalam berkehidupan aku haruz belajar banyak nich ama mass hehee..
    Ough iyach link mass udah aku pasang di sini..

    Salam kenal yach mass..

  11. Wow!! About Me yang bagus.. 😀 muduah2an tetap bisa menyajikan tulisan-tulisan yang orisinil dan bermanfaat 🙂

    Salam kenal ya

  12. Suka sekali aku dengan kutipan Soe Hoe-Gie itu:
    Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah..

    Alangkah benar. Namun aku pun setuju dengan kalimat Pramoedya Ananta Toer dalam roman Rumah Kaca, bahwa:
    Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.

  13. Eh busyet dah, baru liat aboutmu, keren banget… luar biasa… salut… *ah jadi speechless gini* Pokoknya luar biasa…. *standing applause*

    *wah jadi tau dulu aktivitis kampus nih 🙂 *

  14. Keren!. saya ga kenal Gie, kenal hanya lewat film saja. Setelah baca blog ini, rasany pengen sih baca bukunya gie

  15. salam kenal…

    buat juragan sekalian..adakah yang bisa bantu saya??

    saya mau daftar di idblognetwork, tapi diminta email referral..dan sampai saat ini saya belum dapat email referral dari teman-teman blogger.

    adakah yang bisa bantu saya?? please…:)

    terimakasih sebelumnya

  16. percakapan yang menarik antara otak dan hati, semoga otak juga membantu memudahkan Anda mengaliri kata dalam blog ini, hehehehe.

  17. Wah… jadi tambah semangat nulis juga setelah baca ini, (baru belajar)

    Tulisannya bagus2 dan jadi membuat saya berfikir…

    salam kenal mas Gie

  18. wew.. 🙂 saya juga sering bergulat dengan pikiran sendiri. Kadang memang teman yang paling mengerti ya cuma kita sendiri. hehehe

    Salam kenal.. 🙂

  19. Salam kenal…terimakasih sdh mampir ke blog saya…gantian saya mampir ke blog tetangga….hehe…keren blognya, tulisannya simpel, tapi dalam, cukup jeli dan teliti menulis mngenai bnyk hal yang kadang terlewat dari pikiran.

    Tetap menulis, menulis blog adalah mengungkapkan diri sendiri, yang semoga bermanfaat buat banyak orang di sekitar kita

    Salam 🙂

  20. Salam kenal dari Blogger Addict mas Gie
    sy baru tau klo mas Gie suaminya mbak Isnuansa

    Asyik jg ya klo pasutri sama2 blogger

    Pikiran iseng sy muncul nih
    Pasutri yang sama2 blogger saat mau tidur bisa buat kesepakatan tuk berkompetisi.

    Contohnya begini :

    “Sayang kita buat tulisan ttg optimasi blog yok, siapa yang tulisannya paling menarik bagi pengunjung dialah pemenangnya, dan siapa yg kalah harus nyuci pakaian selama 3 kali hari minggu”

    hehehe.. kayaknya asyik tuh!

  21. giewahyudi, memang kadang kita marah kiri kanan mengeritik, mencela, bahkan meradang atas kondisi bangsa seperti saat ini. tapi ternyata hidup tak cukup begitu, masih banyak garapan lain yang lebih penting dari pada hanya sekedar mencela yang kadang tidak menghasilkan apa-apa

  22. mengapa mundur menulis kritik di koran bahkan aksi kejalan?
    bukan kah soe hok gie tidak seperti itu

    salam kenal mas.
    kunjungan perdana dan terkesima dengan tulisan2 mas gie 😀

  23. Wah saya ketemu orang hebat nih,,
    salam kenal mas, dari blogger kemarin sore,, semoga mau memberi bimbingan dan ilmunya hehe,,

  24. Melakukan sesuatu untuk membantu memudahkan hidup banyak orang lain dengan cara yang baik merupakan suatu hal yang sangat mulia. Dan menulis adalah salah satu caranya. Sukses selalu dengan cita-cita mulianya Mas Gie..

  25. Oh saya baru membaca tentang dirimu Mas Gie..Terharu. Semoga proses banting setir dalam membantu orang lain, dampaknya lebih besar dengan kembali menulis sesuatu tapi tidak lewat kritik. Aku termasuk yang tak percaya bahwa kritik bisa membangun, Mas. Semoga selalu Allah selalu mempertemukanmu jalan-jalan yang lebih terang dalam membantu orang lain ya.
    Salam

  26. tepat mas… hidup itu penuh tantangan, yang perlu ditaklukan dengan beragam cara. kita cuma berharap bisa bermanfaat. yang pasti harus dihadapi…

  27. Setuju dengan tulisan tadi. Rasanya hanya “Menulis” yang jadi warisan Gie untuk generasi kita. Tapi sayang, keberaniannya rasanya masih jauh diangan.

  28. Adminnya baik nih, rata-rata coment dibalas.. saya suka gaya adminnya 😀
    sebelumnya permisi nih, numpang mampir sebentar, baca2 hasil karya agan..
    kalo berkenan mampir juga ke blog saya..

  29. saya juga sempat merasakan kegelisahan seperti yang mas Gie rasakan. Saat menuliskan kritik, atau pun mengungkap sisi yang mengecewakan terhadap sesuatu hal, saya rasakan seperti kurang bisa melakukan hal itu. Jadinya seperti ghibah ( membicarakan keburukan orang lain ) meskipun keburukan orang itu sudah menjadi rahasia umum.
    lalu pernah saya membaca sebuah pesan dalam tulisan blog apa saya lupa. Sebaiknya kita menuliskan sesuatu itu jangan hanya memblowup sisi negatif sebuah objek tulisan. Mengapa kita tidak memandangnya dari sebuah sisi positif yang akhirnya bisa menyerap energi positif untuk dapat berubah lebih baikl.

    tapi sulit juga ya prakteknya.
    salam mas Gie, sukses selalu

  30. Salam kenal, blog nya simple dan navigasinya mudah 😀
    Kekhawatiran itu hampir dimiliki semua penulis kalo mereka menulis sisi negatif saja, tapi menurut saya kalo kita menulis dengan cata yang objective tentu saja tulisan kita menjadi sesuatu yang dapat memberikan informasi penting pada orang lain.

  31. Salam kenal abang.. assalamualaikum ya…
    terima kasih sudah berkunjung ke blog asmie 😀

    hidup itu penuh cerita, it’s ok jika harus menerima kritik, but it’s ok juga klo kita bisa berpikir kritis akan suatu hal asal tidak menyalahi aturan dan perasaan orang lain…

    #nyambung gak ya? heee…#

  32. Cita-cita yang mulia, semoga dimudahkan. Menurut saya kritik itu tetap akan menyakitkan meskipun dengan cara yang lembut sekalipun, hehehe.

  33. Benar mas, berat sekali kalau kita harus bertindak sesuai dengan idealnya.. Beratnya sebanding dengan kita berani tutup mata kalau seandainya kita harus jauh dari idealnya. Tidak hanya dalam hal tulis menulis, dalam praktek lain menjalani kehidupan lainnya juga begitu 🙂

  34. setuju, membela apa yang kita yakini yang terkadang tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang merupakan tantangan terlebih menghadapi kekuatan yang jauh lebih berkuasa

  35. Salam kenal ya Mas… 🙂

    Makasih udah berkunjung. Tulisan tentang about me-nya kereenn.. 🙂

    Aku juga suka Gie… baca buku tentang dirinya bikin merinding… salut dengan perjuangannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *