Setidaknya dua hal ini membuat saya susah untuk menulis tentang diri saya sendiri. Pertama, saya pasti kecewa kalau saya hanya menulis beberapa kalimat dalam halaman ini, karena terlalu banyak yang ingin saya tulis. Kedua, saya tidak akan bisa menulis tentang diri saya secara obyektif. Kadang saya menilai saya terlalu kurang dan kadang juga terlalu lebih.

Karena itu, saya hanya ingin menceritakan peristiwa yang mempengaruhi sebagian besar hidup saya dan tak menutup harapan, mungkin mempengaruhi hidup orang-orang lain. Saya ingat, sebelum saya memutuskan untuk berhenti menulis beberapa tahun yang lalu, ada satu hal tertinggal dalam sebuah perbincangan otak saya dengan hati saya. Ketika itu otak saya berkata, “Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini, melakukan kritik-kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi.”
“Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa yang sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong orang yang kurang beruntung, namun kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian,” otak saya terus berucap.
Saya tahu mengapa otak saya berkata begitu. Saya menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan ikut turun ke jalan. Ibu saya sering gelisah dan seolah ingin berkata, “Untuk apa semuanya ini? Hanya mencari musuh saja, tidak mendapat uang.” Karena saya takut dengan perkataan Ibu, saya mundur dan mengesampingkan kegelisahan dalam hati. Saya mematikan hati saya dan mematahkan ujung pena saya. Saya lalu memutuskan untuk menjadi seorang penakut dan pendiam. Meski saya tidak percaya kebenaran cerita Malin Kundang, saya tetap hormat pada apapun perkataan Ibu.
Seorang teman saya datang dan berkata, “Aku tahu kamu menganggap kamu seperti seorang Soe Hok-gie yang kau kenal dari buku berdebu itu. Jauh sebelum Riri Riza memperkenalkannya kembali kepada Indonesia lewat filmnya. Hok-gie seorang pejuang yang sendirian. Ketika Hok-gie meninggal di kawah Mahameru pun hanya seorang sahabatnya yang menemani, Herman Lantang.”
Saya tetap mendengarkan teman saya berkata, “Hok-gie tak pernah bermimpi karangan-karangannya yang ditulis di kamar temaram penuh nyamuk itu akan dibaca penduduk di kaki gunung Semeru. Tapi mereka mengenalnya melalui karangannya. Apa kamu ingin berjuang sendiri seperti Hok-gie?”
Begitulah pertanyaan akhir dari seorang teman saya itu. Teman saya itu tidak lain adalah hati saya sendiri. Pertanyaan yang sulit dan sampai sekarang belum saya jawab. Dan beberapa waktu yang lalu saya putuskan untuk mulai menulis lagi, setelah berpuluh-puluh purnama saya hanya membaca. Menulis adalah salah satu warisan Hok-gie yang saya terima dan saya akan mengemban ini dengan setia.
Hok-gie tak pernah membayangkan tulisannya dikenang dan kisah hidupnya difilmkan setelah lebih dari 30 tahun kematiannya. Begitu juga saya, saya hanya menulis apa yang menjadi kegundahan hati saya. Bila kebaikan yang saya tulis semoga bisa disebarkan dan bila keburukan yang saya tulis mohon diperbaiki.
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah..
(Mandalawangi. 19 Juli 1966. Soe Hok-gie)

Assalamu’alaykum Mas Wahyu…
long time no see…
got a blog huh…? Keep up with that..
Waalaikumsalam, Uda Yori.
Aduh maaf, kolom about belum diisi eh malah sudah ditinggali jejak-jejak katamu..
Sip! lets blogging well!
btw, link mas Wahyu sudah terpasang
busett.. si mas ikut postaday2011.
Nggak kuat, cuma sanggup postaweek ajah
makasih y atas kunjungannya
Terima kasih juga ya, Mas.
eleh ternyata saya udah mampir to kesini xixi..lagi mencari cari siapa sosok dibalik giewahyudi.com
Kunjungan balik
Masih belum diisi ya, sama dengan saya punya
Iya, Mas Ann.
Membuat halaman About ini susahnya minta ampun..
Masih dalam proses koks sebenarnya..
makasih untuk kunjungannya juga mas,,
Iya, Mbak.
Terima kasih kembali, jangan sungkan untuk kembali,
numpang lewat nih mas.
Silahkan, Mas.
Sekali-kali mampir lebih lama ya, saya bikinin teh lho.
sip…lanjutkan…sodara..!!
Kalau di Indonesia lanjutkan, di Mesir cukup!
Mari silahkan njereng kloso, Sodara!
Tadi udah numpang lewat, terus numpang baca, terus numpang komen lagi. Makasih sudah berkunjung sebelumnya… Wah bagus nih lanjutin terus ya… Dan teruslah berkarya, mas!…
Iya, tadi saya kira cuma mau lewat saja.
Iya sama-sama ya, Mas. *salaman*
Mari berkarya bersama untuk negeri tercinta.
bunda ikut meningalkan jejak juga disini ,Gie
salam
Iya, Bunda, terima kasih..
Maaf belum tersaji cerita tentang Gie di sini..
Assalamualaikum…
kunjungan balik ni mas, terimakasih jejaknya di blog sederhana saya
salam kenal dan persahabatan yah
Waalaikumsalam,..
Sederhana itu istimewa, selalu menginspirasi saya yaa..
ini baru tulisan “About Me” yang keren
Nulisnya menguras keringat, Opa..
Susahnyeeee…
Saya suka Soe Hok Gie, suka puisi puisinya.
Tentu saja saya juga suka dengan Gie yang satu ini
Btw, suka nanjak juga dong ?
Salam.. .
Iya, nanjak tidak serajin dulu sih..
Selama di Jakarta malah belum pernah.
Suatu saat ingin ikut napak tilas ke Pangrango dan ke Semeru..
mas koq fotonya jadi beda…
*berharap hanya sebagai ilustrasi…weeewww
Enggak usah bertanya-tanya, itu hanya ilustrasi..
Wah, penggemar berat Soe Hok Gie ya. Salam kenal mas. Kunjungan balik.
Iya, Mbak Dira.
salam kenal mas wahyu…
terima kasih sudah berkunjung ke blog OD.Com
Iya, tapi panggil saya “Gie” saja ya..
Terima kasih ya..
Ternyata saat ini aku bertemu dengan seorang writer sejati…wah sangat keren blognya mas Gie…Salam kenal.
Iya, terima kasih ya, Pak..
Mari berbagi..
Salaam..
Kunjungan balik ni mas.
Terima kasih sudah meninggalkan jejak di blog saya
Iya, Mbak..
Terima kasih ya, semoga tidak kapok nyasar di rumah saya ini..
Mencatat diri sendiri seperti mempelajari kepuasaan. Sebanyak apa orang lain harus tahu tentang diri kita. Blogmu asik!
Tabik,
Andi Gunawan
Iya, Mas.
Sepertinya Mas Ndigun telah bisa mengenali diri dengan baik..
Thanks Mas Gie. kunjungan balik nih.
penyakitnya juga sama kayak saya, susah nulis ttg diri sendiri.
btw, blognya sederhana namun memikat mata.
salam kenal sebelumnya.
Iya, Mas Rifky.
Blog saya alakadarnya apa adanya dan semoga bisa berbagi..
Mandalawangi itu masuk kabupaten dan propengsi mana gan?
Mandalawangi masuk Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Mas..
Halo, Mas Gie… Makasih udah menyempatkan diri berkunjung ke blog saya…
Ah, Alun-alun Mandalawangi ya? Saya pernah sekali ke sana, waktu naik ke Pangrango… Malah sempet nangis di situ gara-gara kecapekan, hihihi… (anak manja koq dibawa naek gunung)… Tapi tempatnya memang unik dan indah… Puncak Pangrangp-nya juga megah banget…
Ke Semeru belom sempat, tadinya mw tahun kemaren, tapi belom jodoh ternyata
Salam kenal! ^_^
Wah sesama pendaki silahkan mampir ke sini..
Iya semoga kapan-kapan sempat ke Semeru ya..
Saya yakin bukan anak manja kok.. Kamu bisa!
Saya tahu Soe Hok Gie adalah seorang pemuda pejuang idealisme, yang meningal pada usia muda di puncak Semeru, tetapi saya belum pernah membaca buku atau biografinya. Dari membaca posting-posting di blog ini semoga saya akan menangkap spirit seorang Soe Hok Gie …
salam
Semoga saja semangatnya tetap sama..
Tapi maaf saya bukan Soe Hok-gie, mencoba meneruskan perjuangannya saja..
Mohon doanya..
tes tes…???
tok tok tok… (pintu diketok) asalamualaikum…!!!
hhmmmm…!!! (tengok kanan kiri)
“assalamualikummm????” wah orangnya lagi pergi kerja kali ya (grendengan)
{ 2menit kemudian nulis pesan singkat & ditaro dibawah pintu masuk }
isinya begini :
“hay… ane tau dari twitter… tau alamat ini juga dari twitter… tulisanya kerenn-kerenn…
”
“btw ane pangil ente apa nih..? mas, om, pak, bang, agan, apa gie aja nih..?”
“salam kenal ya… salam semangat dan sukses buat GIE”
wassalamualaikum…!!! (ngeloyor pergi)
Iya, sahabat dari Twitter @giewahyudi sudah ada yang mampir ke sini..
Tempat yangg lebih luas dari sekedar 140 karakter, semoga bisa digunakan untuk membangun karakter..
tadinya hanya numpang lewat, karena ada tulisan tentang indonesia mengajar,, tapi penasaran juga, akhirnya buka “about me”-nya yang ternyata keren.. jadinya pengen ninggalin jejak deh,, hehehe..
salam kenal yah mas..
Iya, ikut berpartisipasi dalam Indonesia Mengajar ya?
Semoga sukses yaa..
Senang dikunjungi oleh penerus Soe Hok-gie, semoga saya bisa belajar banyak dari Anda. Terutama bagaimana menulis yang menghibur hati penulis
Sama-sama belajar ya..
Terima kasih..
It is appropriate time to make some plans for the future and it is time to be happy. I have read this post and if I could I want to suggest you few interesting things or advice. Maybe you could write next articles referring to this article. I desire to read even more things about it!
wuuuaaaaahhh nicholas saputraaaa…. *0*
hehehe
Jadi malu nih..
salam saya mas gie…
Salam juga ya Mbak Aryna..
Halo mas Wahyu, kunjungan balik nih. Terima kasih sudah berkenan mampir di rumah saya yaa…
Dan alhamdulillah selalu betah di rumah Mbak Orin..
keep on writing, Wahyu. Salam kenal.
Terima kasih dan salam kenal juga ya, Mbak Ina..
Just call me Gie yes..
dalam menjalankan misi “blogpacker” uda mengunjungi mas Gie…
tulisannya bagus2..
oya, sebelum pulang uda ada wasiat nih..
jangan lupa berkunjung ke blog uda..
Iya Uda..
Etapi ini ancaman atau undangan ya? Hihihii
kirain kembarannya soe hok gie (hehehe)
punya ebooknya catatan seorang demonstran yang enak dibaca gak pak?
saya download di beberapa tempat hasilnya jelek banget, halamannya ada yang kebalik-balik jadi susah dibaca
Iya, saya saudara sok-kembar-nya Soe Hok-gie..
Ebooknya enggak ada mending baca bukunya.. *jadul
ituuuhh kenapa fotonya nicholas saputra?? hahahhaha si ganteng
salam kenal, mas gie
Makasih pujiannya ya, Mbak Jasmine.. Hhehehee
setelah beberapa komentar ditinggalkan di halaman mimpipribumi, tidak pantas rasanya jika saya tidak meninggalkan jejak di halaman ini.
kebetulan juga kita sama-sama menggunakan sebutan yang nyaris sama Giy dan Giey.
terakhir, salam kenal dan selamat berkarya
Wah, terima kasih Mas Giy..
Wahh…
mas ini sangat bermotivasi banget dalam berkehidupan aku haruz belajar banyak nich ama mass hehee..
Ough iyach link mass udah aku pasang di sini..
Salam kenal yach mass..
Iya, salam kenal juga ya..
Salam kenal mas,,,
ikut berteduh di sini, dan kayanya banyak yg bisa diambil di sini..
Silahkan berteduh, Mas..
Diambil ijin dulu ya..
kulonuwuun….ikut mampir ya mas…semoga silaturahmi kita akan terjaga dengan baik
Amin..
Salam kenal yaaaa….
Iya salam kenal juga yaa..
salam… ninggalin jejak blgwlking, lain kali akan singgah lbh lama.. makasih.
Semoga lebih lama ya..
blog yang sangat bagus…salam kenal dan terima kasih sudah singgah di blog saya ….
Terima kasih banyak ya, Mas..
Wow!! About Me yang bagus..
muduah2an tetap bisa menyajikan tulisan-tulisan yang orisinil dan bermanfaat
Salam kenal ya
Iya, semoga bisa selalu menemani ya.. *apa sih*
Fotomu menipu mas.., palsu…
*sirik*
Sudah enggak usah sirik, sini tak pinjemin mukaku.. Hhehee
kunjungan balik..
keren blog nya mas
hehe
ijin ngelink yah
Iya, terima kasih banyak yya,,
Salam Kenal..
Salam Persahabatan…
Salam super!
Salaam…
wah… *shakehand*, saya pens Gie juga hehe
Salam kenal Om,
Sesama pengagum Gie, mari jabat tangan..
salam kenal mas Gie Wahyudi… semoga tulisan2 nya bisa menginpsiprasi kita semua
Amin..
Semoga bisa memberi kebaikan bagi kita semua ya, Mas..
assalamu’alaykum, mas wahyu..
salam kenal balik dari uda riki..
semoga bisa bersahabat terus…
salam hangat sahabat, uda riki
Jabat erat dari saya ya, Mas..
lapor absensi dulu…
salam kenal..:)
Yak, dicatet absennya.
Suka sekali aku dengan kutipan Soe Hoe-Gie itu:
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa kita bisa mengerti tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah..
Alangkah benar. Namun aku pun setuju dengan kalimat Pramoedya Ananta Toer dalam roman Rumah Kaca, bahwa:
Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.
Iya, Mas..
Gie memang banyak belajar dari Pram..
Assalamu’alaykum
salam kenal, mas gie
Iya, salam balik ya, Mas..
Eh busyet dah, baru liat aboutmu, keren banget… luar biasa… salut… *ah jadi speechless gini* Pokoknya luar biasa…. *standing applause*
*wah jadi tau dulu aktivitis kampus nih
*
Sesama aktivis mari salaman..
Udah sering ketemu,tapi saya belum pernah ninggalin jejak disini. Boleh kan …
ijin blognya saya link di blog saya….
haaaaiii!!!
saya berkunjung balik!
sankyuuu buat kunjungannya ke blog saya.=3
semoga kita bisa berteman ya.
salvete,
dioscurious
v(^_____^)v
Assalaamu’alaykum
mas wahyuuu….
tok..tok..tok….
ondeeeeh….
lah manjajaki rumah mas wahyu ha…
hehe
Eh teman selaboratorium, semakin sukses terus ya..
Chayo!
Kulonnuwun mas….
Lam kenal, lagi kunjung-kunjung tuk cari kawan…..
smg tdk mengganggu…..
salam kenal ya
salut dengan posting tiap harinya
salam kanal mas wahyu…
nitip kaki dulu disini ya… heheheh
hm, motivasi menulis yang bagus. hanya saja saya bukan orang yang sejalan dengan Gie..
Berlainan dan tak sejalan itu sudah biasa, yang penting saling menghormati..
se7 banget dgn motto mu … lugas dan tangkas
kunjungan balik….:)
berjuang sendiri atau bersama-sama?
salam kenal Gie.. nice web.. hehee.. ditunggu kunjungannya ke blog sederhanaku, hehe
Salam kenal mas gie, nice blog…
saya link ya..
best regards,
sangterasing
salam kenal.. “about gie” nya bagus
saya suka
Nice blog mas. Saya mengikuti tulisan-tulisannya. Sederhana tapi dalam. Keep Writing
Keren!. saya ga kenal Gie, kenal hanya lewat film saja. Setelah baca blog ini, rasany pengen sih baca bukunya gie
Saya juga kagum sama sosok Gie..
Tukeran link yuk mas, artikel mas Wahyu berbobot
Keren abis
salam kenal…
buat juragan sekalian..adakah yang bisa bantu saya??
saya mau daftar di idblognetwork, tapi diminta email referral..dan sampai saat ini saya belum dapat email referral dari teman-teman blogger.
adakah yang bisa bantu saya?? please…:)
terimakasih sebelumnya
Salam Mas Gi…semakin hebat nich blognya. Sukses ya.
dalem …suka…^^menulis adalah sebuah ekspresi diri,,,
Iya, saya juga baru belajar menulis..
percakapan yang menarik antara otak dan hati, semoga otak juga membantu memudahkan Anda mengaliri kata dalam blog ini, hehehehe.
Wah… jadi tambah semangat nulis juga setelah baca ini, (baru belajar)
Tulisannya bagus2 dan jadi membuat saya berfikir…
salam kenal mas Gie
Enggak usah terlalu banyak mikir, Mas..
Menulislah dulu..
Tulisan tentang potret diri yang sungguh menggugah…
Great Sam…
haiiii! saya pikir ini punya nicholas saputra, ternyata punya gie
salam kenal
wew..
saya juga sering bergulat dengan pikiran sendiri. Kadang memang teman yang paling mengerti ya cuma kita sendiri. hehehe
Salam kenal..
Salam Kenal Bro…. Nice Blog
Salam kenal…terimakasih sdh mampir ke blog saya…gantian saya mampir ke blog tetangga….hehe…keren blognya, tulisannya simpel, tapi dalam, cukup jeli dan teliti menulis mngenai bnyk hal yang kadang terlewat dari pikiran.
Tetap menulis, menulis blog adalah mengungkapkan diri sendiri, yang semoga bermanfaat buat banyak orang di sekitar kita
Salam
blognya bagus, templatenya sama dengan yang saya gunakan..hehehe..
salam kenal….
salam kenal mas Gie saya baru tahu kalau mas suaminya mbak isnu
Link inilah buktinya!
http://galeria.priyadi.net/Events/Blogger/idBlogilicious-miladeBlogger2/17760074_CnHTM9#!i=1356024015&k=CpMsC6j
Aduh ketahuan juga ada di Glaria-nya Om Priyadi..
Salam dari yang baru ajar menulis Mas Gie, ini blogku yang lain ya mohon dikenal…salam.
Boleh tukar link mas Gie, dah aku pasang di blog ku nih..
Salam kenal Mas Gie…. postingannya keren2 dan enak dibaca….
kunjungan balik
salam kenal mas gie…
salam kenal mas gie…
Salam kenal mas Gie, mampir sambil baca-baca
Salam kenal dari Blogger Addict mas Gie
sy baru tau klo mas Gie suaminya mbak Isnuansa
Asyik jg ya klo pasutri sama2 blogger
Pikiran iseng sy muncul nih
Pasutri yang sama2 blogger saat mau tidur bisa buat kesepakatan tuk berkompetisi.
Contohnya begini :
“Sayang kita buat tulisan ttg optimasi blog yok, siapa yang tulisannya paling menarik bagi pengunjung dialah pemenangnya, dan siapa yg kalah harus nyuci pakaian selama 3 kali hari minggu”
hehehe.. kayaknya asyik tuh!
Hhahahaa, blogger juga manusia, enggak semuanya harus dihubungkan dengan blogging..
lam kenal ya mas..
saya suka baca pngalamannya mendaki gn.gede pangrango.
giewahyudi, memang kadang kita marah kiri kanan mengeritik, mencela, bahkan meradang atas kondisi bangsa seperti saat ini. tapi ternyata hidup tak cukup begitu, masih banyak garapan lain yang lebih penting dari pada hanya sekedar mencela yang kadang tidak menghasilkan apa-apa
Iya, Pak. Membenahi yang sedikit tentu lebih berharga daripada hanya berpangku tangan..
Bukan kunjungan perdana Mas Gie cuma baru sempat ninggalin jejak disini kali ini. slam
Senang mengenal sosok mas GieWahyudi dari halaman about ini. Teruslah menulis mas.
Mari menulis bersama, Bli..
Terima kasih motivasinya ya..
Izin baca-baca ya mas
mengapa mundur menulis kritik di koran bahkan aksi kejalan?
bukan kah soe hok gie tidak seperti itu
salam kenal mas.
kunjungan perdana dan terkesima dengan tulisan2 mas gie
Wah saya ketemu orang hebat nih,,
salam kenal mas, dari blogger kemarin sore,, semoga mau memberi bimbingan dan ilmunya hehe,,
Terima kasih, Mas..
Mari belajar bersama..
Apa kabar Sahabat?
salam kenal ya,, ni kunjungan pertama.. ditunggu kunjungan baliknya kawan…
salam kenal mas bro… tulisan2nya keren..
Menginspirasi saya dengan cukup
Salam kenal…
salam kenal mas gie, makasih uda berkunjung ke blog saya
ini kunjungan balik,,
salam ^_^
Melakukan sesuatu untuk membantu memudahkan hidup banyak orang lain dengan cara yang baik merupakan suatu hal yang sangat mulia. Dan menulis adalah salah satu caranya. Sukses selalu dengan cita-cita mulianya Mas Gie..
Terima kasih motivasinya, Mbak..
Oh saya baru membaca tentang dirimu Mas Gie..Terharu. Semoga proses banting setir dalam membantu orang lain, dampaknya lebih besar dengan kembali menulis sesuatu tapi tidak lewat kritik. Aku termasuk yang tak percaya bahwa kritik bisa membangun, Mas. Semoga selalu Allah selalu mempertemukanmu jalan-jalan yang lebih terang dalam membantu orang lain ya.
Salam
Ini kunjungan pertama saya, senang bisa bertemu di Gathering Blogger Mizan
)
Salam kenal…. Saya Lutfi dari Jogja
Salam kenal, Gie. Ini kunjungan balasan. Tulisan-tulisannya kereeen
. Iya, tempo hari nggak sempat ngobrol di Gathering blogger mizan 2012
Salam kenal Gie…
salam kenal mas Gie, aku suka blog ini. Tapi pertanyaan saya masih sama. Ada hubungan apa dengan Soe Hok Gie? terima kasih
salam kenal mas…teruslah menulis…mdh2n tulisan2 ini jg bernilai ibadah ^^
salam kenal, salam blogger
Mas Wahyu, izin ya mau pasang blog mu di blogroll saya
.
Salam kenal Mas Wahyudi…
ngefans sama Gie toh?
salam kenal gan…….
wahhhh tulisannya bagus gan gag kayak punya saya…..
hehehehe…..
tepat mas… hidup itu penuh tantangan, yang perlu ditaklukan dengan beragam cara. kita cuma berharap bisa bermanfaat. yang pasti harus dihadapi…
selamat siang mas,
Salam kenal, btw blognya sangat inspiratif sekali. bagaimana cara supaya bisa gabung di komunitas bloger .
kapan2 maen ke blog saya mas : http://septaaji.blog.com
Salam hangat,
halo, terima kasih sudah melipir manis ke kediaman saya
Pagi Mas Gie….
kunjungan Balik, terima kasih telah sudi mampir…
wah ini suaminya Isnuasa ya….
salam kenal Mas….
izin baca2 ya….
waaah, kunjungan balik nih mas e…
trimikisi sudah berkunjung di gubug aye *terharu
sekarang boleh minta minum? *haus
Salam kenal mas Wahyu. Tetap semangat deh nulisnya. Bahasanya saya suka…
Terinspirasi Hok-Gie mantap, ingin deh pintar menulis seperti mas wahyudi
blogger yang aktif sekali,,,
menginspirasi untuk menulis lagi
blogger yang aktif,,,
menginspirasi untuk menulis blog lagi ^^
Hi Bli wahyudi,
Jabat hangat dan salam kenal dari Kuta, Bali
Setuju dengan tulisan tadi. Rasanya hanya “Menulis” yang jadi warisan Gie untuk generasi kita. Tapi sayang, keberaniannya rasanya masih jauh diangan.
Adminnya baik nih, rata-rata coment dibalas.. saya suka gaya adminnya
sebelumnya permisi nih, numpang mampir sebentar, baca2 hasil karya agan..
kalo berkenan mampir juga ke blog saya..
salam kenal..
kayaknya saya harus menyempatkan untuk selalu update berita dan info dari blog ini deh.
Salam kenal mas
Mampir dulu ke blog suaminya mbak Isnuansa
saya juga sempat merasakan kegelisahan seperti yang mas Gie rasakan. Saat menuliskan kritik, atau pun mengungkap sisi yang mengecewakan terhadap sesuatu hal, saya rasakan seperti kurang bisa melakukan hal itu. Jadinya seperti ghibah ( membicarakan keburukan orang lain ) meskipun keburukan orang itu sudah menjadi rahasia umum.
lalu pernah saya membaca sebuah pesan dalam tulisan blog apa saya lupa. Sebaiknya kita menuliskan sesuatu itu jangan hanya memblowup sisi negatif sebuah objek tulisan. Mengapa kita tidak memandangnya dari sebuah sisi positif yang akhirnya bisa menyerap energi positif untuk dapat berubah lebih baikl.
tapi sulit juga ya prakteknya.
salam mas Gie, sukses selalu
Wah, halaman About Me aja banyak banget commentnya
Salam kenal mas, dari blogger nubie
Salam kenal, blog nya simple dan navigasinya mudah
Kekhawatiran itu hampir dimiliki semua penulis kalo mereka menulis sisi negatif saja, tapi menurut saya kalo kita menulis dengan cata yang objective tentu saja tulisan kita menjadi sesuatu yang dapat memberikan informasi penting pada orang lain.
Link sobat udah nancep di bLog kuwww…
SaLam kenaL yachhhh…
kontes seo yah…
kedudukan agregat sama kuat nih 2-2
moga aja menang deh AC milan!
Salam kenal abang.. assalamualaikum ya…
terima kasih sudah berkunjung ke blog asmie
hidup itu penuh cerita, it’s ok jika harus menerima kritik, but it’s ok juga klo kita bisa berpikir kritis akan suatu hal asal tidak menyalahi aturan dan perasaan orang lain…
#nyambung gak ya? heee…#