Giewahyudi.Com
Contact Giesaya@giewahyudi.com

7 Satwa/Hewan Paling Langka di Indonesia (Nama Latin)

Dulu hewan-hewan ini yang menjaga bumi, namun kini manusia semakin miskin hati nurani. Manusia lupa bahwa dirinya juga merupakan bagian dari alam itu sendiri. Padahal tanpa hewan-hewan yang sudah langka tersebut, alam ini akan semakin sunyi. Bebunyian hewan-hewan langka hampir tak terdengar lagi, khususnya tujuh hewan yang paling terancam punah ini.

1. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Harimau Sumatera

Dahulu kala, harimau berkuasa di sepanjang jalur dari Pulau Bali sampai negeri Turki. Namun kini harimau tersisih dan hanya tersisa segelintir di Pulau Sumatera. Habitat harimau Sumatera yang selalu “dijajah” manusia membuat mereka kadang geram menyerang perkampungan penduduk. Saat ini, jumlah harimau Sumatera diperkirakan tinggal sekitar 400 ekor saja. Semakin langkanya populasi harimau Sumatera mengundang dua LSM yang giat menyelamatkan harimau Sumatera, yaitu LSD Wildlife Conservation Indonesia Program dan LSM Panthera. Kini harimau Sumatera bertahan di hutan hujan Bukit Barisan untuk mempertahankan garis keturunannya.

2. Orangutan (Pongo pygmaeus atau Pongo abelii)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Orang Utan Tanjung Puting

Orangutan sebenarnya bisa menjadi satwa kebanggaan Indonesia. Orangutan adalah satu-satunya kera besar (great ape) yang hidup di Benua Asia dan 90 persennya hidup di Indonesia. Secara genetik, 97 DNA Orangutan sama dengan DNA manusia. Namun perombakan hutan, perburuan, dan perdagangan ilegal semakin mengancam populasi Orangutan. Bahkan akhir-akhir ini, perusahaan-perusahaan sawit di Kalimantan disinyalir membantai ratusan Orangutan. Kini, Orangutan hanya bisa hidup di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Di Pulau Sumatera saat ini diperkirakan ada 6.000-7.000 ekor Orang Utan, sedangkan di Pulau Kalimantan (Taman Nasional Tanjung Puting) ada sekitar 50.000 ekor Orangutan. Jika ingin ikut meyelamatkan Orangutan, kamu bisa mengadopsi Orang Utan di OrangUtan.or.id.

3. Badak Jawa dan Sumatera (Rhinoceros sondaicus atau Dicerorhinus sumatrensis)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Badak

65 juta tahun lalu terdapat sekitar 30 jenis badak di seluruh penjuru bumi. Seiring bertambahnya populasi manusia, jumlah badak semakin menipis hingga hanya tinggal 5 jenis badak yang bertahan. Dua di antaranya hidup di Indonesia, badak bercula satu di Jawa dan badak bercula dua di Sumatera. Habitat badak selalu berkurang karena kebutuhan hidup manusia, belum lagi perburuan cula badak yang makin marak. Populasi badak Sumatera diperkirakan hanya tinggal 300 ekor dan mirisnya lagi sekarang hanya tinggal 50 ekor badak Jawa. Di Pulau Sumatera, Anda bisa menemukan badak di Taman Nasional Way Kambas. Sekitar 50 badak bercula satu kini berjuang mempertahankan sejarahnya di Taman Nasional Ujung Kulon.

4. Penyu (Chelonia mydas)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Penyu

Sebagai negara bahari, Indonesia mempunyai banyak koleksi satwa laut, namun bukan berarti tidak ada satwa laut yang terancam punah. Penyu, khususnya Penyu Hijau, saat ini sedang mengalami ancaman kepunahan karena perburuan manusia. Tidak hanya perburuan, penyu pun semakin terancam karena kawasan terumbu karang yang menjadi habitatnya juga mulai punah. Mirisnya, meskipun tercantum dalam undang-undang sebagai satwa yang dilindungi telur penyu bisa dijual bebas di beberapa kota, seperti di Padang dan Samarinda. Salah satu cara menyelamatkan penyu adalah dengan tidak membeli telur, daging, tempurung, dan penyu yang diawetkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

5. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Gajah

Gajah merupakan satwa yang unik karena memiliki tingkat intelejensi yang tinggi dan ukuran tubuh yang sangat besar. Indonesia masih beruntung karena satwa terbesar di daratan bumi ini bisa hidup di negara katulistiwa ini. Sayangnya, raksasa yang berhati lembut ini semakin terancam kepunahan. Saat ini terdapat sekitar 3.000 gajah Sumatera yang terbagi 600 ekor di Aceh, 60 ekor di Bengkulu, dan sisanya di Lampung. Meski badannya sangat kuat, namun gajah kewalahan bila manusia mengeroyok dengan belati, senapan, dan senjata lainnya. Ketika mengetikkan kata kunci “gading gajah” di Google, saya terhenyak ternyata banyak perdagangan ilegal gading gajah di internet.

6. Owa Jawa (Hylobates moloch)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Owa Jawa

Owa Jawa mempunyai warna rambut yang lucu. Rambutnya berwarna abu-abu kecuali di sekitar wajahnya yang berwarna hitam pekat. Meski sama-sama tidak memiliki ekor seperti Orang Utan, namun Owa Jawa berukuran mungil dan gerakannya lebih gesit. Satwa endemik Pulau Jawa ini merupakan jenis kera pohon sejati karena dia tidak pernah turun dari atas pohon. Sayangnya Owa Jawa kini terancam punah karena saat ini hanya tersisa 4.000-5.000 ekor. Uniknya, Owa Jawa ini bersifat sangat teritorial artinya jika sudah menempati satu lokasi maka ia tak pernah mau pindah. Karena itu pula jumlah populasi Owa Jawa terus berkurang karena habitatnya semakin berkurang dan ia tak mau pindah.

7. Komodo (Varanus komodoensis)

Hewan Satwa Langka di Indonesia Komodo

Tahun-tahun terakhir ini kita disajikan kontroversi Pulau Komodo yang menjadi salah satu New 7 Wonders of Nature. Namun masih banyak orang Indonesia yang belum tahu bahwa saat ini hanya tersisa 2.500-4.000 ekor Komodo yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan di Pulau Flores. Yang kita dilema adalah komodo adalah predator yang makanan utamanya adalah rusa. Jika kita ingin melestarikan komodo maka kita harus mengorbankan rusa yang juga sudah terancam punah. Tapi bagaimanapun manusia lebih memilih mengorbankan satu spesies punah asalkan manusia itu sendiri tidak punah.

Itulah ketujuh satwa/hewan paling langka di Indonesia. Mari kita menjaga kelestariannya dan semoga anak cucu kita masih bisa melihat kekayaan hayati alam Indonesia itu.

91 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *