4 Wanita Indonesia yang Paling Berpengaruh di Asia

Majalah Forbes Asia baru saja merilis daftar 50 pebisnis wanita yang paling berpengaruh di Asia. Yang cukup menarik, dari 50 daftar wanita hebat itu ada 12 pebisnis wanita dari Cina yang cukup untuk menunjukkan kedigdayaan Cina di Asia. Ada juga Ekta Kapoor dari India yang menjadi wanita termuda dalam daftar itu. Ekta Kapoor yang saat ini berumur 36 tahun bekerja sebagai produser acara televisi dan film Bollwood di Balaji Telefilms. Yang tak kalah menarik, ada 4 wanita Indonesia yang masuk dalam daftar itu, yaitu Karen Agustiawan, Siti Hartati Murdaya, Wendy Yap, dan Shinta Widjaja Kamdani. Siapakah mereka? Mari kita kenal satu per satu.

1. Karen Agustiawan

Karen Agustiawan Pertamina

Namanya mulai dikenal awal tahun 2009 ketika wanita bernama lengkap Galaila Karen Agustiawan ini ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. Pertamina Persero. Jauh sebelum memimpin Pertamina, Karen Agustiawan sudah bekerja di sektor minyak dan gas sejak tahun 1984. Sarjana Teknik lulusan ITB Bandung ini bekerja di perusahaan Mobil Oil sejak tahun 1984 sampai tahun 1996. Karir Karen Agustiawan di Pertamina dimulai pada tahun 2006 dengan menjadi staf ahli presdir dan kini wanita kelahiran 19 Oktober 1958 itu menjadi presiden direktur wanita pertama di Pertamina.

2. Siti Hartati Murdaya

Siti Hartati Murdaya

Siti Murdaya muda yang bernama lain Chow Li Ing awalnya ingin menjadi seorang biarawati, bahkan sempat menimba ilmu di wihara-wihara di Sri Langka. Namun bapaknya yang seorang pengusaha kayu menginginkan anak sulungnya itu turun ke dunia bisnis. Setelah menikah dengan seorang pengusaha bernama Murdaya Widyawimarta (Poo Tjie Guan), namanya lebih dikenal sebagai Siti Hartati Murdaya. Kerajaan bisnisnya mencakup properti, pembangkit listrik, perkebunan kelapa sawit, kawasan industri Balaraja Tangerang, dan PT. Jakarta International Expo Kemayoran. Group Central Cakra Murdaya saat ini memiliki 36 perusahaan yang memperkerjakan sekitar 40.000 karyawan.

3. Wendy Yap

Wendy Yap

Wendy Yap adalah putri Piet Yap, salah satu eksekutif di Group Salim yang mendirikan Bogasari Flour Mills. Setelah kuliah di University of Melbourne dan berkarir di Amerika Serikat, Wendy Yap kembali ke Indonesia dan mendirikan PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk pada tahun 1995. Dengan lima pabrik roti yang menyebar di Pulau Jawa dan Sumatera, perusahaannya bisa memproduksi 1,5 juta roti per hari. Dengan jumlah produksi sebanyak itu, perusahaan roti yang menggunakan merek Sari Roti itu menguasai 90 persen pasar roti di Indonesia. Tahun lalu, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk berhasil masuk daftar perusahaan dengan perkembangan penghasilan tercepat di Asia.

4. Shinta Widjaja Kamdani

Shinta Sidjaja Kamdani

Sejak dari kecil, Shinta Widjaja Kamdani sudah akrab dengan dunia bisnis ayahnya, Johnny Widjaja. Wanita kelahiran 9 Februari 1967 ini pernah mengenyam pendidikan di Barnard College of Columbia University, New York, dan Harvard Business School Executive Education, Boston. Pada usia 20 tahun, Shinta Widjaja Kamdani sudah menjadi direktur PT. Tigaraksa Satria Tbk. Sejak saat itu, Shinta Widjaja Kamdani mendirikan satu per satu perusahaannya yang berada di bawah bendera Sintesa Group. Sintesa Group memiliki 17 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti sampai produk konsumsi.

Melihat jejak keempat wanita paling berpengaruh di atas, saya jadi ingat ungkapan “Di belakang pria yang kuat, selalu ada wanita hebat”. Nah, untuk keempat wanita paling berpengaruh di atas mungkin ungkapannya akan disesuaikan menjadi “Di belakang wanita yang hebat, selalu ada pria kuat”. :)

32 thoughts on “4 Wanita Indonesia yang Paling Berpengaruh di Asia

  1. hebat.. tapi sepertinya, yang kaya itu memang dasarnya sudah kaya,, jadi mereka tinggal mengembangkan,,

    apapun itu, mereka pantas d acungi jempol ..

    salam :)

  2. Ini tentang perngaruh di dunia bisnis kan mas? Harusnya judulnya “4 Pebisnis Wanita Indonesia yang Paling Berpengaruh di Asia” :)

    Kalau judulnya seperti di atas harusnya Sri Mulyani deh juaranyaaa :3

  3. Hmmm…kyknya cuma Karen yang merintis karirnya bukan sebagai ‘anak siapa-siapa’. 3 lainnya berbisnis karena warisan… Anyway, congratulations…

  4. wah ibu negara tidak masuk hitungan ya..
    sepertinya julius caesar juga goyah saat cleopatra meninggalkan drinya, kemudian pak harto yang ditinggal lebih dahulu oleh bu Tin.Ada lagi, ketika Ken Dedes mendampingi Ken arok dan Tunggul ametung, semuanya tampak hebat. Ketika ken dedes tidak ada lagi, akhirnya tumbang satu-satu.
    Sepertinya wanita mempengaruhi kejayaan setiap pemimpin laki-laki.Harusnya wanita hebat mendapat laki-laki hebat juga…

  5. Smuanya dari kalangan bisnis, kcuali Karen si dirut pertamina…
    ciri negara berkembang, hehe…
    Coba d negara maju, pasti wanita2 dari golongan aktivis kemanusiaan, pendidikan, dsb, lbh diatas daripada kalangan pebisnis.. :D

    Nice post bro..

  6. Trimakasih sharingnya mas Gie, wanita yang berkiprah di bidangnya masing2. Beliau2 juga mendapat dukungan penuh dari lingkungannya senada dengan ‘pria istimewa yang memberinya kesempatan’. Salam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *