Advertise with Me Please send me an email to saya@giewahyudi.com

4 Partai Politik Baru Siap Menyambut Pemilu 2014

Pemilu 2014 memang masih jauh, namun beberapa partai politik baru mulai didirikan. Kementerian Hukum dan HAM membuka pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2014 sampai batas waktu 22 Agustus 2011. Sampai saat ini, empat partai baru telah mendaftar sebagai peserta Pemilu 2014.

    1. Partai Persatuan Nasional

Partai Persatuan Nasional dipelopori oleh Oesman Sapta, Ketua Umum Partai Persatuan Daerah (PPD) yang pernah berseteru dengan Prabowo soal klaim HKTI. Oesman Sapta mendirikan Partai Persatuan Nasional bersama dengan beberapa tokoh, yaitu antara lain Erros Djarot, Roy B.B. Janis, Japto Soerjosoemarno, dan Didi Supriyanto. Oesman Sapta berhasil menggabungkan 12 partai yang “gagal” pada Pemilu 2009 yang lalu. Meskipun sekarang Partai Persatuan Nasional tidak mempunyai satu pun perwakilan di parlemen, partai ini memasang target 8-10 persen pada Pemilu 2014.

Kedua belas partai politik itu antara lain Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Pelopor, Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Patriot, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI), Partai Pemuda, Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), Partai Kedaulatan, dan Partai Merdeka. Bila digabungkan, suara perolehan ke-12 partai itu mencapai 4,3 persen. Satu hal yang cukup istimewa adalah terdapat 1.200 anggota DPRD di seluruh Indonesia yang berasal dari ke-12 partai itu.

    2. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) awalnya adalah sebuah organisasi massa yang dipimpin Surya Paloh. Organisasi massa Nasdem dibentuk setelah Surya Paloh kalah dari Aburizal Bakrie dari pemilihan ketua umum Partai Golkar. Meskipun menyangkal Nasdem sebagai kendaraan politik, Nasdem akhirnya berkembang menjadi partai politik. Anehnya, beberapa jabatan strategis Partai Nasdem justru ditempati oleh mantan pilitisi Partai Amanat Nasional. Patrice Rio Capella menduduki posisi ketua umum Partai Nasdem sedangkan Ahmad Rofiq menjabat sebagai sekretaris jenderal Partai Nasdem. Keduanya adalah mantan politisi PAN.

Tidak hanya dari PAN, Partai Nasdem berhasil menarik beberapa tokoh dari partai-partai lain. Beberapa tokoh lintas partai yang mendukung Partai Nasdem antara lain Surya Paloh, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Syamsul Muarif, Budiman Sudjatmiko, dan Ferry Mursyidan Baldan. Partai Nasdem menjadi ancaman bagi partai-partai besar seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena banyak tokohnya yang “dicuri” oleh Partai Nasdem. Meskipun begitu, Partai Nasdem hanya memasang target lolos parliamentary threshold 3 persen pada Pemilu 2014.

    3. Partai Nasional Republik (Nasrep)

Nama Partai Nasional Republik (Nasrep) seolah mengikuti Partai Nasdem. Di Amerika Serikat hanya ada dua partai, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik. Namun Partai Nasrep dan Partai Nasdem sama-sama merupakan sempalan dari Partai Golkar. Bila Partai Nasdem didirikan oleh Surya Paloh, Partai Nasrep didirikan oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto. Partai Nasrep dipimpin oleh Neneng A. Tuty yang juga memegang jabatan ketua umum Laskar Merah Putih. Partai Nasrep juga didukung oleh beberapa tokoh, yaitu antara lain Yun Usman, Mayjen Purn. Edy Waluyo, Sultan Cirebon, Budi Hartono, Iriansyah Busroni, dan Sonny Pudjisasono (Ketua Umum Partai Buruh). Partai yang berkantor di Gedung Senatama, Kwitang Raya, Jakarta Pusat ini memasang target lolos ambang batas parlemen 3 persen.

    4. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia

Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia didirikan oleh putri mantan presiden Abdurrahman Wahid, Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid. Yenny Wahid yang kecewa dengan Partai Kebangkitan Bangsa versi Muhaimin Iskandar kemudian mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia sebagai wadah baru bagi para warga Nahdlatul Ulama pengikut Gus Dur. Yenny Wahid menjabat sebagai ketua umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia dan Imron Rosyadi Hamid menjabat sebagai sekretaris jenderal. Berkantor di Jalan Pengadegan Timur Raya 16, Jakarta Selatan, partai ini mempunyai target 7-8 persen suara PKB pada Pemilu 2014.

59 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *