Nonton Sandhy Sondoro dan Millane Fernandez di Rolling Stone Cafe

Saya sudah lama berlangganan newsletter Goethe Institut Jakarta sehingga saya rutin menerima email dari Lanny Tanulihardja dan Dinyah Latuconsina. Keduanya adalah asisten bagian program budaya Goethe Institut yang selalu memberikan informasi-informasi terbaru tentang kegiatan yang berkaitan dengan budaya Jerman-Indonesia. Lima hari lalu, saya menerima email dari Lanny Tanulihardja dengan subjek … Continue reading

Menikmati “Perjalanan ke Atap Dunia” dengan Daniel Mahendra

“Perkenalan” pertama saya pada seorang Daniel Mahendra sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun lalu. Ketika harus belajar menjadi seorang editor untuk majalah kampus, saya “berkenalan” dengan seorang Penganyam Kata, nama pena editor yang sangat mengagumi Pramoedya Ananta Toer ini. Meskipun hanya berkenalan melalui tulisan-tulisannya tentang “bagaimana menjadi editor yang baik”, saya … Continue reading

USG 4 Dimensi (4D) Dedek Bayi

Selama ini saya dan istri hanya bisa merasakan tendangan-tendangan dedek bayi. Rasanya tak sabar untuk melihat wajah dedek bayi yang sudah mulai “kluget-kluget” di perut istri saya. Awalnya sempat mikir-mikir untuk melakukan USG (Ultrasonography) karena efek samping yang mungkin terjadi. Di awal kehamilan, sekitar umur kandungan 12 minggu, dokter menyarankan … Continue reading

Belajar Fotografi Jurnalisme Warga

Salah satu yang menarik dari Festival Jurnalisme Warga Kencangkan Suaramu adalah workshop fotografi. Sebenarnya ada dua workshop yang diselenggarakan, yaitu workshop menulis dan workshop fotografi. Awalnya saya ingin mengikuti keduanya, namun karena waktunya bersamaan saya akhirnya memilih workshop fotografi. Alasannya sederhana, sebagai orang yang baru belajar fotografi saya merasa perlu … Continue reading

Festival Jurnalisme Warga “Kencangkan Suaramu”

Ingatan saya kembali ke masa kecil ketika menghadiri Festival Jurnalisme Warga “Kencangkan Suaramu” hari ini. Di Ruang Kaca Museum Nasional, lokasi pelaksanaan festival itu, terdapat instalasi seni berupa bekas kaleng-kaleng susu yang dihubungkan dengan benang. Seperti itulah permainan telfon-telfonan saya dulu. Dalam festival ini, “permainan bekas kaleng susu” ini digunakan … Continue reading